FANDOM


Berikut ini adalah transkrip untuk episode "A Fair to Remember" dalam alih suara Bahasa Indonesia.

Skrip

Episode dimulai dengan iris berbentuk hati di Bobby mengunjungi Lori di kediaman Loud.

Lori: "Bobby Beruangku!" [dengan asyik menariknya masuk]

Bobby: "Hei, sayang. Siap untuk kencan hebat?" [menunjukkan tiketnya]

Lori: [terengah-engah melamun dan meraih tiket; tidak terkesan.] "A-Truck-alypse Now...ini tidak terdengar seperti komedi romantis."

Bobby: "Ini lebih keren. Pertunjukan arena dimana truk mutan saling menghancurkan!"

Lori: "Iya, aku sungguh tidak mau melihatnya. Kau ajak saja Lincoln."

Lincoln & Bobby: [terkejut] "Apa?! Apa yang akan kami bahas?"

Lori: "Ayolah. Kalian pasti akan bergembira. Aku tahu itu."

Malam itu, Bobby dan Lincoln pulang setelah bersenang-senang di pertunjukan truk.

Lincoln & Bobby: "WUHUU!!!"

Lincoln: "Yang tadi itu perayaan terbaik kehancuran parah yang luar biasa."

Bobby: "Benar! Tos dulu kawan!"

Mereka berdua terus berjabat tangan dan tos satu sama lain.

Lori: "Sudah aku bilang kalian akan bergembira."

Anak-anak masih melakukan jabat tangan mereka.

Lincoln: "Bagaimana akhir tosnya?"

Bobby: "Aku juga tidak tahu."


Keesokan harinya di pantai, Lori dan Bobby duduk di atas selimut di bawah payung.

Lori: [memegang sebotol tabir surya] "Bobby Beruangku, tolong oles punggungku."

Bobby: "Tidak bisa, sayang. Lincoln sudah sampai."

Lincoln berada di puncak bukit dengan sepedanya.

Lincoln: "HEI, BOBBY!"

Lori: "Lincoln?"

Bobby: "Ya, kami sangat bergembira kemarin jadi aku mengundangnya kemari."

Lincoln menebas menuruni bukit dan berhenti di pasir, mengubur Lori di tumpukan pasir.

Bobby: "WOOOOOOO!!!"

Mereka melakukan jabat tangan mereka.

Bobby: "Halo, kawan!"

Lincoln: "Hai, kawan."

Bobby: "Yang terakhir masuk ke air dia payah!"

Mereka bergegas pergi ke air sementara Lori terlihat bingung di bawah pasir. Malam itu, di Jean Juan's French Mex Buffet, Lori dan Bobby sedang berkencan di sana, tetapi Lincoln muncul.

Lincoln: "Hei semuanya! Maaf aku terlambat." [duduk bersama mereka]

Lori: "Lincoln?"

Bobby: "Jangan cemas. Kami tidak akan mulai tanpamu." [melakukan jabat tangannya dengan Lincoln dengan Lori tampak kecewa; berbicara dalam aksen Hispanik tebal sambil memegang baguette.] "Aku tantang kau berduel, Tuan Lincoln."

Lincoln: [meraih churro] "Oh, aku terima, Tuan Roberto."

Mereka berdua bertarung dengan makanan mereka saat remah-remah itu jatuh ke kepala Lori. Kembali ke rumah, Lori memeriksa teleponnya untuk pesan apa pun dan Bobby menelepon.

Lori: [menjawab telepon] "Bobby Beruangku! Aku tidak dengar kabar darimu seharian!" [terpukul] "Kau dimana?" [terpukul] "Dengan Lincoln? Jangan kemana-mana. Aku segera ke sana." [berteriak frustrasi dan melemparkan teleponnya.] "Sudah cukup mereka menjadikanku obat nyamuk, tapi kini mereka pergi tanpaku? Aku rasa tidak!" [berjalan keluar pintu]

Lucy: [sambil membaca Edwin's Sensitivity Cookbook] "Oh, Edwin, aku senang kau tidak seperti pria fana."

Lincoln dan Bobby bermain di Gus' Games and Grub ketika Lori menganggu.

Lori: "Bobby, ini harus dihen-"

Bobby: "Hai, sayang! Lihat! Ini untukmu!" [memberinya buket bunga mawar.] "Terima kasih kau tidak keberatan aku pergi dengan Lincoln. Kau tahu, sepanjang hidupku, aku berharap punya adik lelaki, dan kini aku punya. Rasanya Lincoln melengkapiku. Maaf, tadi kau bilang apa?"

Lori: "Ee...tidak ada. Maksudku, selesaikan permainanmu, Beruangku."

Bobby: "Terima kasih, sayang. Besok kita jadi ke pekan raya, 'kan?"

Lori: "Tentu. Kita harus masuk Terowongan Cinta bersama."

Bobby: "Bagus! Kita bertiga bertemu di sana pukul 5."

Lori tiba-tiba meringis dan sudah cukup.


Kembali ke rumah, Lori berbicara tentang hal itu kepada Lucy dan Leni.

Lori: "Aku harus bagaimana? Aku kesal Lincoln mengganggu kencan kami, tapi itu membuat Bobby senang. Dia bilang Lincoln seperti adik lelakinya."

Leni: "Aku tahu! Kau main saja dengan adik Bobby, Ronnie Anne. Dia jadi adik perempuan yang tidak kau punya."

Lori dan Lucy hanya dengan canggung menatap Leni untuk pernyataan itu.

Lucy: "Kau tahu, ini dalam bukuku. Griselda pikir dia kehilangan Edwin, jadi dia membuatnya cemburu dan Edwin merangkak kembali. Ee, sebenarnya terbang."

Lori: "Ooh, sempurna! Bagaimana agar Bobby cemburu?"

Bel pintu berdering dan Lucy membuka pintu dan melihat itu Clyde.

Clyde: "Hai, Lucy. Apa Lincoln ada?"

Lori: "Clyde! Senang bisa bertemu denganmu."

Clyde: [gagap] "L-L-L-Lori?!" [mendapat mimisan dan pingsan.]

Lucy tersenyum pada reaksi Clyde terhadap kehadiran Lori. Clyde terbangun dan melihat Lori.

Lori: "Clyde, apa kau mau-"

Clyde: "L-L-L-Lori!?" [mimisan dan pingsan lagi.]

Ketika Clyde terbangun, kali ini dia melihat Lucy.

Lucy: "Clyde..?"

Clyde: "L-L-L..." [menyadari] "Lucy?"

Lucy: "Aku bawa pesan dari..." [Lori memberi tanda pada adiknya untuk tidak menggunakan namanya.] "...kakak yang tidak bisa kusebut. Dia bilang apa kau mau pergi dengannya ke pekan raya besok?"

Clyde: "Aku mau sekali menemani si cantik L.ee..kakakmu itu pergi ke pekan raya."

Lori: [memeluknya] "YA!"

Clyde mendapat mimisan lagi.

Lucy: "Kau akan buat Bobby cemburu dengan lelaki yang lemas dan berlumuran darah? Oh, tunggu. Itu yang dilakukan Griselda."


Pekan raya lokal. Lori menyeret Clyde yang tidak sadarkan diri ke bangku umum dan memberinya kacamata yang sekarang dicat agar terlihat seperti matanya agar terlihat seperti dia terjaga. Bobby dan Lincoln masuk.

Bobby: "Hei, gadisku yang cantik!" [tertawa] "Kau mengerti? Siap bersenang-senang?"

Lori: "Tentu. Tapi karena 3 itu ganjil, aku mengundang seorang untuk ikut: Clyde."

Clyde sedikit miring.

Bobby: "Itu bagus. Aku suka Clydesdale. Hei, aku akan mengambilkan kalian donat mini."

Lincoln: "Bagus. Donat untuk saudara. Atau aku menyebutnya, bro-nuts."

Mereka melakukan jabat tangan mereka.

Bobby: [cekikikan sambil berjalan pergi] "Bro-nuts."

Lincoln: [curiga pada Lori] "Apa yang kau rencanakan?"

Lori: "Apa maksudmu, Lincoln?"

Lincoln: "Maksudku, ini!" [merujuk kepada Clyde] "Dia bahkan pingsan!" [mengerti] "Oh, tunggu dulu. Aku mengerti. Kau ingin Bobby cemburu dengan menyeret Clyde yang malang."

Lori: "Aku tidak begitu."

Lincoln: "Itu tidak akan berhasil."

Lori: "Pasti berhasil. Maksudku-" [mengerang] "Ini tidak akan kulakukan kalau kau mau mengembalikan kekasihku padaku!"

Lincoln: "Dia bukan hanya kekasihmu, tapi juga kakak lelaki yang selalu kuinginkan."

Lori: "Biar aku tebak. Dia melengkapimu."

Lincoln: "Apa? Aku tidak akan mengatakan itu. Intinya, ada banyak Bobby untuk semua dan biasakan dirimu berbagi dirinya."

Bobby kembali dengan donat.

Bobby: "Lihatlah. Cokelat untuk Lori, gula putih untuk Lincoln, seperti rambutmu, dik, dan taburan untuk Clydesdale. Ini kawan." [menawarkan yang ditaburkan ke Clyde.]

Lori: [menyodorkan di mulut Clyde hanya untuk itu jatuh.] "Dia akan memakannya nanti."

Lincoln: "Ayolah, kak, kita bermain Whirly Gig."

Bobby: "Tepat di belakangmu, dik! Sayang, kau ikut?"

Lincoln: "Tentu. Clyde dan aku tepat di belakangmu." [menangkapnya, berjuang untuk membawanya, dan jatuh ke tanah di perutnya. Clyde mendarat di punggung Lori.] "Kau tahu? Sampai bertemu di sana."

Wahana Whirly Gig

Bobby: "Ini akan menakjubkan! Aku beri tip agar lebih cepat sehingga kita menjadi sangat pusing."

Lori dan Clyde melanjutkan.

Lori: [berpura-pura] "Oh, apa katamu, Clyde? Kau tidak butuh wahana agar jadi pusing." [cekikikan] "Aku sudah cukup untukmu." [cekikikan lagi] "Kau sangat manis, Clyde."

Bobby: [melihat] "Sayang?"

Lincoln: "Ee, hei, Bobby, lihatlah. Ada seseorang yang meninggalkan corn dog enak di sini."

Bobby: "Bagus! Bagi dua?" [memotong corn dog menjadi dua.]

Mereka memakannya dan wahana dimulai. Lincoln dan Bobby sedang bersenang-senang sementara Lori dipukuli oleh tubuh Clyde yang tak sadarkan diri. Pada permainan lemparan bola, Lori melemparkan bola ke piramida botol susu.

Carny: "Kau menang!"

Lori: "Ya!" [menerima boneka beruang raksasa.]

Bobby: "Hei, sayang!"

Lori: [berpura-pura asmara] "Oh, Clyde, kau memenangkan ini untukku? Lenganmu berotot juga. Kau berolahraga?"

Bobby: [curiga] "Apa yang terjadi di sini?"

Lincoln: "Ee, hei, Bobby! Lihat! Tic Tac Toe! Atau ini kusebut, Tic Tac Bro!" [melempar bola ke panel dan mendapat tiga X di baris diagonal.]

Carny: "Kau menang!" [memberi Lincoln sebuah pesawat kendali jarak jauh.]

Lincoln: [menawarkannya ke Bobby] "Untukmu."

Bobby: "Wow! Aku selalu ingin punya pesawat kendali jarak jauh!" [mencobanya dan secara tidak sengaja memukul Lori dengannya.]

Lori: "AWWW!!!" [terjatuh]

Bobby: "Ayo, dik!"

Lincoln: [sombong] "Sampai nanti, kak."

Ketika sang bersaudara pergi, pesawat itu menghantam Lori lagi dan dia secara tak sengaja melemparkan Clyde ke penguji kekuatan, di mana seseorang memalu tuas dan meluncurkan Clyde ke bel di kepalanya, bahkan tidak membuatnya terganggu.

Carny: "Kau menang!" [memberi Lori boneka paus orca.]

Kemudian, Lori berjalan ke keranjang permen kapas Flip dan menempatkan Clyde di atasnya.

Lori: "Tolong, satu permen kapas."

Ketika dia mengeluarkan kembaliannya, Clyde jatuh ke mesin dan Flip pergi. Lori membawanya keluar dan sekarang rambutnya ditutupi permen kapas. Dia memakannya.

Bobby: [kecewa] "Hei, sayang. Kau tidak pernah makan permen kapas dari kepalaku."

Lincoln: [dengan cemas memberikan kerucut salju ke Bobby.] "Ini, Bobby. Aku membeli snow cone. Atau aku menyebutnya, bro cone."

Bobby: [terhibur] "Bagus! Lihat siapa yang pertama kena otak beku."

Mereka makan kerucut salju mereka dan mendapatkan otak membeku pada saat yang sama dan bersorak.

Bobby: "YEAH!"

Lincoln: "WUHUU!"

Mereka kabur dan rambut permen kapas Clyde jatuh di kepala Lori.

Lori: [jijik] "Eew!" [mencuci Clyde dengan pistol air dari permainan ledakan balon, melihat anak-anak lelaki itu melakukan jabat tangannya, dan berlari ke bilik foto bersama Clyde.] "Oh, Clyde." [cekikikan] "Sini, peluk lebih dekat." [keluar] "Oh, hai kalian."

Bobby: "Tunggu. sayang. Kau pelukan dengan Clydesdale?"

Lincoln: [menunjukkan dia mural kepala lubang] "Bobby, lihat itu! Koboi di atas dinosaurus! Kita mau ke sana?"

Bobby: "Ide bagus, adikku!"

Lincoln menatap licik pada Lori yang lebih jengkel dalam hal ini. Foto-foto booth foto telah dikembangkan dan itu menunjukkan bahwa foto-fotonya tidak berjalan dengan baik. Ketika dia benar-benar berlarut-larut, dia menyadari bahwa kesempatan terbaiknya adalah menggunakan Terowongan Cinta dan masuk dengan Clyde.

Lori: "Hai, kalian."

Bobby: [kecewa] "Sayang, Terowongan Cinta itu wahana kita."

Lori: "Aku tahu, tapi kau pergi bersama Lincoln, jadi..."

Lincoln: [menunjukkan Bobby wahana yang lain] "Bobby, lihat wahana itu! Toilet Bowl! Atau harus aku sebut Toilet Browl!"

Bobby: "Astaga! Ayo kita ke sana, dik!"

Mereka menuju ke Toilet Bowl.

Lori: "Bobby, tunggu!"

Operator Wahana: "Pegangan tangan, para pasangan." [memulai wahana saat Lori mengerang] "Pasangan yang menggemaskan."

Lori: "Ah, diamlah."

Di dalam terowongan.

Lori: "Menyebalkan. Ini seharusnya menjadi kencan romantisku dengan Bobby, dan lihat dimana aku." [ke Clyde yang tidak sadar.] "Jangan tersinggung, Clyde. Hanya saja...aku seharusnya naik ini dengan kekasihku. Tapi mungkin aku tidak punya kekasih lagi. Bobby tampaknya tidak peduli lagi denganku."

Saat dia menyesali, Clyde jatuh dari perahu.

Lori: "Clyde?" [melihat ke belakang dan melihat dia jatuh ke sungai.] "CLYDE!"

Wahana berhenti dan staf pekan raya mengeluarkannya.

Pria Perawatan: "Dapat! Selamatkan lima dari lima orang pekan ini!"

Lincoln dan Bobby baru saja keluar dari Toilet Bowl.

Lincoln dan Bobby: "TOILET BROWL!!!" [Mereka melakukan jabat tangan mereka.]

Lincoln: "Itu menakjubkan! Siap untuk yang kedua?"

Bobby: "Kau membaca pikiranku! Aku segera kembali." [pergi ke kamar mandi.]

Lincoln: "Aku membicarakan wahana ini, tapi tidak apa-apa."

Saat dia menunggu saudaranya, dia mendengar Lori menangis.

Operator Wahana: "Nona, kekasihmu baik-baik saja. Dia mengeringkan diri di tenda medis."

Lori: [menangis] "Dia bukan kekasihku...Aku sungguh tidak yakin aku masih punya kekasih!" [terus menangis]

Lincoln terlihat dengan penyesalan dan Bobby kembali.

Bobby: "Baiklah, kawan! Siap menaiki broller coaster?"

Lincoln: "Dengar, Bobby. Kita perlu bicara. Kita jangan bermain bersama lagi."

Bobby: "Apa? Tidak! Apa salahku?"

Lincoln: "Bukan salahmu. Kau menakjubkan. Tapi kita tidak adil pada Lori. Dia merindukanmu." [Bobby merintih] "Kau harus kuat. Kita masih bisa bermain sesekali. Tapi saat ini, sebaiknya cari Lori dan bawa dia ke Terowongan Cinta."

Bobby: [menenangkan diri] "Ide bagus. Kau perhatian pada kakakmu karena itulah kau adik yang hebat." [mencoba berjabat tangan] "Aku tidak kuat lagi." [pergi ke Lori]

Pasangan yang bahagia baru saja menyelesaikan putaran mereka di Terowongan Cinta.

Operator Wahana: "Terima kasih sudah menaiki Terowongan Cinta. Hati-hati melangkah, para pasangan."

Saat Bobby meraih tangannya, Lori melihat Lincoln sendirian dan sedih dan pergi kepadanya.

Lori: "Hai, Linc. Bobby bilang soal dirimu. Terima kasih."

Lincoln: "Tidak masalah. Maaf aku terus bersamanya. Aku juga kehabisan permainan kata."

Lori: "Bobby benar. Kau sungguh adik yang hebat."

Lincoln: "Sebaiknya kau kembali ke kekasihmu."

Lori: "Tapi, kau bagaimana?"

Lincoln: "Jangan khawatirkan aku. Setelah kupikirkan, aku juga punya saudara: Clyde. Ngomong-ngomong, dimana dia?"

Interkom datang dengan pengumuman penting.

Penyiar: "Bisakah orang tua anak basah dengan permen kapas di hidungnya mohon ke tenda medis?"

Lincoln: [jengkel] "Itu jawabannya."


Malam itu, kembali ke rumah, Lincoln dan Clyde bermain bersama lagi.

Lincoln: "Clyde, kuharap kau tidak merasa ditinggalkan saat aku bersama Bobby."

Clyde: "Kau bercanda, aku bisa berkencan dengan Lori! Aku harap aku bisa mengingatnya."

Ada yang mengetuk pintu; Bobby masuk.

Bobby: "Hei, apa Lori ada?"

Lincoln: "Ya. Masuklah. Jadi, apa kita baik saja?"

Bobby: "Tentu saja, kawan."

Mereka melakukan jabat tangan persaudaraan mereka.

Clyde: "Kuhargai kau bisa bersikap dewasa, terutama setelah kencanku yang katanya romantis bersama kekasihmu."

Anak-anak Lelaki: "Tos dulu kawan!!!"

Mereka melakukannya bersama dan Lucy muncul entah dari mana.

Lucy: "Clyde." [Anak-anak lelaki itu memelototi kemunculannya yang tiba-tiba.] "Kakak yang tidak bisa kusebut berterima kasih karena kau menemaninya di pekan raya. Lalu, dia ingin kau terima ini sebagai kenangan saat kalian bersama."

Clyde: "Untukku?" [membukanya dan menemukan foto-foto dari bilik foto bersama dengan ucapan terima kasih; gagap.] "L-L-L-Lori?!" [mendapat mimisan dan pingsan lainnya.]

Lincoln: "Itu baru kawanku."

Lincoln, Bobby, dan Lucy semua tertawa.


L - B - S Transkrip episode The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.