FANDOM


Berikut ini adalah transkrip untuk episode "Anti-Social".

Transkrip

[Anak-anak menggunakan ponsel dan tablet mereka ketika ayah mereka masuk.]
Lynn Sr.: "Hei, anak-anak! Papa Loud ada di rumah!"
[Anak-anak tidak merespons.]
Lynn Sr.: "Bagaimana hari semuanya? Lori, apa kau lulus ujian bahasa Latin?" [tidak ada respon] "Hei, Lunes, nanti mau bermain musik? Hanya memainkan lonceng sapi."
[Rita masuk dengan ponselnya]
Rita: [menghela napas] "Ini tidak bisa dipercaya!"
Lynn Sr.: [tegas] "Terima kasih, sayang. Aku sangat setu-"
Rita: "10 Cara Tidak Terduga Memasang Kembali Ubin Dapur? Ke-lik!" [mengklik pranala tersebut]
[Lynn Sr. menepuk jidatnya dan membanting pintu; anak-anak merespons kali ini.]
Leni: "Oh. Hai, Ayah. Selamat datang di rumah. Kenapa murung?"
Lynn Sr.: "Karena Ayah kehilangan keluarga Ayah berkat perangkat konyol itu! Kita biasa lakukan hal bersama. Sekarang Ayah tidak bisa membuat kalian melihat saat Ayah masuk rumah. Tidak bisakah letakkan benda itu sebentar saja?"
Lori: "Tapi, Ayah, kami perlu ini. Hidup kami benar-benar tergantung padanya."
Lynn Sr.: [mengambil ponsel Luan] "Omong kosong! Ini hanya sepotong plastik kecil!" [melemparkannya kembali ke Luan yang mencoba menangkapnya dan jatuh.] "Jika kalian terus menggunakannya, Ayah terpaksa memutus Internet-nya."
[Anak-anak terkesiap, Lynn jatuh, dan ayah mereka masuk ke kamarnya.]
Luna: "Whoa! Ayah berbicara aneh! Tidakkah dia paham betapa pentingnya ini untuk hidup kita? Itu seperti Ayah memotong pasokan oksigen kita!"
Lori: "Mungkin itulah jawabannya!"
Lucy: "Whoa! Itu suram, bahkan bagiku."
Lori: "Bukan, maksudku Ayah tidak suka dengan perangkat kita hanya karena dia tidak memilikinya. Tapi bagaimana kalau kita tunjukkan perangkat ini memudahkan kehidupannya? Dia tidak akan pernah melakukan hal konyol seperti..." [menghela napas] "...memutus Internet-nya."
Rita: [luar layar] "Oh, Ibu suka itu!"
Lori: "Terima kasih. Kami hargai dukungan Ibu."
Rita: [sebenarnya merujuk pada sesuatu di ponselnya.] "Aplikasi lampu senter super terang baru? #Unduh!" [mengunduh aplikasi dan memperhatikan anak-anaknya.] "Oh, hei, anak-anak. Kapan kalian pulang?"


[Di dapur, Lori memberi makan Lily dan Lynn Sr. membawa beberapa bahan makanan.]
Lynn Sr.: "Baiklah." [melihat daftar] "Aku harus beritahu Lucy gaun pemakamannya sudah kembali dari binatu, dan beritahu Luna aku bisa mengantarnya latihan malam ini, dan ingatkan Lola dia tidak boleh menonton TV sebelum menyelesaikan PR-nya. Itu saja." [menurunkan belanjaan dan melihat Lori.] "Oh. Hai, Lori."
Lori: [mengirim pesan teks] "Sebentar, Ayah."
Lynn Sr.: [jengkel] "Oh, sayang, kita baru saja membicarakan hal ini. Bisa kau letakkan benda itu?"
Lori: [membaca tanggapan yang dia dapatkan] "Baik, Lucy bilang "Terima kasih, tepat waktu untuk pemakaman", Luna bilang "Bagus", dan Lola mengirim ini." [menunjukkan respons Lola menjadi tiga emoji api yang mengamuk.]
Lynn Sr.: [tercengang] "Kau bereskan semua hal yang harus ayah lakukan? Bagaimana kau melakukannya?"
Lori: [mengangkat Lily] "Ini namanya pesan teks. Ayah bisa melakukan satu juta percakapan sekaligus. Bisa sangat berguna bagi seorang ayah dengan 11 anak."
Lynn Sr.: "Aa, tunggu. Jika Ayah ingin mengirim pesan teks, ba-bagaimana cara Ayah melakukannya?"
[Lori memberikan Lily kepada saudara-saudaranya dan mengedipkan mata kepada mereka.]
Lori: "Ini mudah. Ayah hanya perlu mengetik. Dimana ponsel Ayah?"
[Lynn Sr. mengeluarkan ponselnya.]
Lori: "Cobalah mengirim pesan padaku."
Lynn Sr.: [bingung] "Ee...dimana?"
Lori: "Di sini." [menekan ikon dengan gelembung ucapan, menunjukkan pesan teks dan membukanya saat ayahnya mulai mengirim pesan teks.] "Tulis saja 'hai'."
Lynn Sr.: "Ups! Terhapus!"
[Beberapa saat kemudian, Lynn Sr. masih mengirim pesan dan Lori sekarang tidur. Ponsel Lori berbunyi; dia bangun dan menjawabnya.]
Lori: [membaca pesan tersebut] "Lori sayang, Ayah harap pesan ini diterima dengan baik." [menggulir sampai akhir pesan] "Maaf, Ayah, tapi ini TL;DR. Artinya "terlalu panjang untuk dibaca". Dan itu singkatan yang membuat pesan teks menyenangkan."
Lynn Sr.: "Ooh, biar Ayah coba." [mencoba mengirim pesan singkatan] "BSATSIBB. Itu singkatan dari "Bagus, sayang. Ayah tidak sabar ingin belajar banyak"."
Lori: "Ee...Kita coba pakai itu."


[Kemudian, Lynn Sr. bergegas ke kamar mandi.]
Lynn Sr.: "Oh, kenapa aku tidak menolak sampel Flippee itu?" [melihat anak-anaknya menunggu giliran mereka.]
Luna: "Mengantri, Ayah."
Lynn Sr.: "Ahh!" [mengantri]
Lincoln: [di tabletnya] "Hei, Ayah, mau sesuatu yang bisa mengisi waktu menunggu?"
Lynn Sr.: "Ah, tidak terima kasih. Ini maksud ucapan Ayah pada kalian, Ayah bisa menahan sambil berpikir dengan otak."
Lincoln: "Baik, tapi Leni di dalam sana mencoba warna rambut baru. Mungkin akan lama."
Leni: [teriak ngeri] "Tidak bagus dengan warna merah! Ulangi lagi."
Lynn Sr.: "Aah, baik. Apa yang kau punya?"
Lincoln: [menunjukkan permainan pada ayahnya] "Lomba di Sungai Deras. Kita harus mendayung untuk menyusuri sungai yang sangat deras untuk lolos dari gelombang besar."
Lynn Sr.: [perlu lebih banyak] "Ahh, tidak membantu."
Lola: [mendorong Lincoln keluar dari jalan.] "Minggir, Lincoln. Kami punya permainan yang pasti Ayah suka."
Lana: [menunjukkan permainan] "Menghadirkan Jolly Hollow."
Lola: "Kita harus membangun rumah bagus untuk dipamerkan ke teman-teman."
Lynn Sr.: [mengambil perangkat] "Uuh, ayah akan bangun rumah yang punya banyak kamar mandi."
[Anak-anak tersenyum dan Leni juga keluar tersenyum. Kemudian]
Lincoln: [keluar dari kamar mandi] "Giliran Ayah."
Lynn Sr.: [terlalu sibuk dengan permainan] "Lisa duluan. Ayah sibuk memperbaiki pelapis dinding."
[Lisa masuk, anak-anak lain tersenyum, dan si kembar membungkuk.]


[Leni menuruni tangga.]
Lynn Sr.: "Hei, anak-anak. Ayah perlu pendapat kalian." [menunjukkan dua fotonya; salah satunya makan burger, dan salah satunya membuat wajah canggung.] "Mana dari gambar ini yang harus Ayah kirim untuk reuni SMA?"
Leni: "Ee...ada foto lainnya?"
Lynn Sr.: "Ini foto terbaik yang Ayah temukan."
Leni: "Jangan khawatir. Aku bisa menangani ini." [mengambil foto dirinya dan melakukan sesuatu dengannya.] "Sempurna!"
Lynn Sr.: "Wow! Keajaiban apa itu?"
Leni: "Keajaiban filter. Yang ini dinamakan "Kejayaan Masa SMA"." [merujuk pada gambar dirinya sebagai quarterback sepakbola keren yang sudah di-filter.]
Lynn Sr.: "Ayah terlihat tampan! Boleh pinjam handphone-mu untuk menunjukkan ini pada Kotaro?"
Leni: "Atau, Ayah bisa mengunggahnya ke SwiftyPic. Aplikasi untuk berbagi gambar dengan teman dan keluarga."
Lynn Sr.: [gembira] "Itu hebat!"
Leni: "Aku benar, 'kan?"


[Lynn Sr. dan Kotaro bermain musik di garasi; Luna dan Luan mengintip mereka.]
Kotaro: "Kita akan mengguncang acara pertama kita, Lynn! Kita hanya perlu menyebarkan beritanya. Ingat, sepupuku bilang 100 orang harus datang atau kita gagal memesan ruang bawah tanahnya."
Lynn Sr.: "Aku sudah mendahuluimu, Kotaro." [menarik gerobak selebaran] "Aku cetak 500 selebaran ini untuk disebarkan ke seluruh kota. Kuharap kau punya waktu luang."
[Kotaro menyeringai gugup]
Luna: "Hei, Ayah, aku tahu Ayah akan buat acara besar, jadi akan kubantu menyebarkan beritanya."
Lynn Sr.: [memberi Luna beberapa selebaran.] "Oh, bagus. Kau bisa sebarkan ini di Jalan Oak."
Luna: "Ee, tidak, Ayah. Aku membuatkan Ayah halaman band." [Luan menunjukkan halaman itu padanya.] "Seperti menempelkan selebaran yang bisa dilihat semua orang yang punya komputer!"
Lynn Sr.: [gembira] "Itu hebat!"
Luna: "Benar."
Lynn Sr.: [mengetik] "Ratusan orang akan menonton acara kami."
Luan: "Bagaimana dengan ribuan?"
Kotaro: "Ya, tempat parkir sedikit terbatas di rumah sepupuku."
Luan: "Bukan, maksudku, kalian bisa siarkan acaranya untuk para penggemar di seluruh dunia."
Lynn Sr.: "Wow. Kau bisa menunjukkan cara menyiarkan konsernya?"
[Luan dan Luna saling tersenyum.]


[Dipotong ke Lynn Sr. sekarang bekerja dengan banyak perangkat.]
Lynn Sr.: "Nonton video, mengirim emoji, swafoto..." [mengambil swafoto] "...dan unggah." [menggunggah] "Bagus."
[Anak-anak sudah melihat semuanya.]
Lori: [sangat gembira dengan air mata] "Aku benar-benar bangga saat ini."
[Mereka masing-masing mendapatkan ping di ponsel mereka.]
Lincoln: "Ini pesan teks dari Ayah. Terima kasih sudah membantu Ayah. Bagaimana kalau kalian mendapat Internet LEBIH CEPAT? Emoji mobil balap, perayaan, kucing bahagia."
[Anak-anak semua bersorak dan memeluk sementara rumah mereka tertutup di emoji lainnya.]


[Kemudian, Lynn Sr. sedang sibuk berkirim pesan sementara Lincoln datang membawa buku pelajaran.]
Lincoln: "Ayah, bisa bantu aku mengerjakan PR ilmu sosial?"
Lynn Sr.: "Maaf, nak. Itu harus menunggu. Ini Kamis Kenangan, dan Ayah harus mengunggah beberapa foto. Dan...unggah!" [menggunggah foto tersebut]
[Tiba-tiba, Lori menjerit dan datang menyerang.]
Lori: [sangat marah] "APA YANG AYAH LAKUKAN?! Teganya Ayah mengunggah foto dari..." [terengah] "...tahap canggungku?" [menunjukkan gambar dirinya ketika dia masih muda, tampak jauh lebih aneh.]
Lynn Sr.: "Uh! Lima yang menyukai!" [terengah] "Mungkin akan jadi tren."
[Lori berteriak memikirkan itu]
Lincoln: "Kau jangan malu, Lori. Semua orang mengunggah foto tua seperti itu. Itu tidak berbahaya."
Lynn Sr.: "Dan...unggah." [mengunggah]
[Lori mendapatkan unggahan tersebut]
Lori: "Oh, ya? Kalau begitu kau mungkin suka unggahan terbaru Ayah." [menunjukkan Lincoln salah satu foto bayi tuanya dari ketika dia sedang latihan toilet, khususnya, dia berdiri di atas mangkuk.]
Lincoln: [ngeri] "#JuaraToilet? #LinkyBauSekali?" [pingsan]
Lynn Sr.: [mengambil foto putranya yang tidak sadar.] "Lucu sekali! Ayah unggah di Kamis Kenangan berikutnya!"


[Waktu makan malam]
Luna: "Semuanya, aku kelaparan seperti serigala. Kenapa Ayah lama sekali?"
[Di dapur, Lynn Sr. menyiarkan langsung acara memasak.]
Lynn Sr.: "Dan halo penonton baruku dari Swedia, atau harus kubilang, Valkommen, di Siaran Langsung Hidangan Lynn-ternasional dengan Chef Loud. Hari ini, kita membuat pizza." [memperhatikan sudut ponsel.] "Oh. Mereka tidak bisa melihatnya." [mengambil adonan dan memperbesar.] "Hari ini, kita membuat pizza." [mulai melempar]
[Kemudian, semua orang masih menunggu.]
Lynn Sr.: [menyajikan piza] "Baiklah, bersiaplah untuk berpesta."
[Dia meletakkannya dan anak-anak akan meraih sepotong, tetapi ayah mereka menghentikan mereka.]
Lynn Sr.: "Tidak secepat itu. Maksud Ayah lihatlah. Kita akan makan setelah Ayah memotretnya untuk SwiftyPic." [mengambil foto] "Ambil beberapa untuk jaga-jaga." [mengambil foto lain] "Ah! Ayah tidak bisa mengunggah ini! Ini jelek. Ulangi lagi." [melemparkan piza keluar jendela, banyak yang kecewa anak-anaknya.]


[Lynn Sr. masih menggunakan perangkatnya saat anggota keluarganya lainnya datang.]
Lincoln: "Hei, Ayah."
[Tidak ada jawaban dari ayah mereka.]
Leni: "Bagaimana kabar Ayah hari ini?"
[Masih tidak ada jawaban.]
Luna: "Hei, Ayah. Aku mau main musik."
Lynn Sr.: "Ayah ingin sekali..." [Luna mengeluarkan gitarnya.] "...mengirimkanmu CD yang sudah ditandatangani, CowBellFan85!"
[Luna mengeram dan Lori membanting pintu untuk mendapatkan perhatiannya.]
Lynn Sr.: "Oh, hei, keluarga. Kapan kalian pulang?"
Lori: "Ayah, bagaimana kalau kita letakkan ini sebentar?"
[Lynn Sr. membentak dan menggigit seperti anjing ganas padanya.]


[Kamar Lori & Leni. Anak-anak mengadakan pertemuan saudara kandung.]
Lisa: "Ayah sudah tidak terkendali, atau, menurut singkatan konyolnya, STT."
Lynn: "Dan sepanjang hari Ayah hanya menatap perangkat yang dimilikinya itu."
Lana: "Tidak bisakah dia meletakkannya sesekali?"
Lucy: "Dia bahkan tidak melihat saat kita masuk."
Lori: [menyadari] "Ee, semuanya, apa ini mengingatkan kalian pada seseorang?"
Lincoln: [terengah] "Ya ampun! Kita telah mengubah Ayah menjadi kita!"
[Leni berteriak]
Lana: "Kau benar! Jadi itu sebabnya dia kesal pada kita. Tidak menyenangkan diabaikan oleh keluarga sendiri."
Lola: "Bagaimana kita mengembalikan Ayah seperti dulu?"
Leni: "Memintanya dengan sopan?"
Lori: [melihat ponselnya] "Aku rasa butuh tindakan yang lebih drastis dari itu."
[Kembali ke Lynn Sr. dan perangkatnya.]
Lynn Sr.: "Nonton video, oh, aku suka filter ini, tubuh berotot!" [mengambil swafoto berfilter] "Bagus. Apa kabar? Akan kuunggah." [mencoba, tapi gagal] "Tidak terhubung dengan Internet? Apa?" [memeriksa tabletnya] "Tidak terhubung?" [memeriksa laptopnya] "TIDAK TERHUBUNG?!" [berteriak panik] "TOLONG! ANAK-ANAK! ANAK-ANAK! ADA YANG BISA MENDENGAR AYAH!?" [memasuki kamar Lori dan Leni] "Oh, kalian di sini. Internet-nya mati." [terjungkir] "Ayah merasa lemah."
Lori: "Bukan terputus. Tapi kami mematikannya."
Lynn Sr.: [terkejut] "Apa? Teganya kalian. Itu sama seperti memotong pasokan oksigen Ayah!"
Lori: "Kami terpaksa melakukannya! Ayah terobsesi dengan perangkat Ayah."
Lana: "Dan, jujur saja, ini semua salah kami."
Leni: "Tapi kami sangat rindu menghabiskan waktu bersama Ayah."
Lynn Sr.: [di ambang air mata] "Anak-anak? Aya-Ayah tidak tahu. ASM!" [berdenyut canggung] "Artinya Ayah Sangat Menyesal."
[Mereka berpelukan]
Lincoln: "Tidak apa-apa, Ayah."
Lori: "Jadi, bisakah kita menyingkirkan ini sebentar?"
Lynn Sr.: [terisak] "Ya, tentu. Tidak masalah." [menyerahkan ponselnya kepada Lori, tetapi tidak melepaskannya saat dia menariknya.] "Tidak bisa! Ayah terlalu tergantung pada perangkat ini Ayah tidak bisa hidup tanpanya."
Lori: "Jangan khawatir, Ayah. Kita akan menjalani ini bersama-sama." [mematikan Internet di ponselnya.]


[Lincoln dan ayahnya bermain Catur.]
Lynn Sr.: [menjatuhkan timer; akting.] "Ups! Biar Ayah saja." [pergi di bawah meja dan mengeluarkan ponsel.]
Lincoln: "Ayah! Jangan main ponsel! Lagipula, kita tidak punya Internet."
Lynn Sr.: "Maaf. Ayah hanya ingin memegangnya." [memberikan ponselnya ke Lincoln.]
[Sekarang dia dan Luna bermain musik di garasi ketika dia membungkuk ke jendela Mr. Grouse dan melihatnya memesan kaus kaki daring.]
Luna: [membunyikan bel di telinganya] "Ups, Ayah melakukannya lagi. Jangan menatap perangkatnya, Ayah. Bahkan milik Tuan Grouse."
Lynn Sr.: "Tapi dia dapat diskon murah untuk kaus kaki."
[Kemudian, dia melipat cucian dengan Lori dan dia melihat ponselnya. Dia mencoba meraihnya, tetapi dia melawan keinginan itu, membuat Lori terkesan. Kemudian, dia bermain kartu tarot dengan Lucy dan meninggalkan ponselnya sendiri. Kemudian dia bermain balok dengan Lily dan menempatkan model molekul bersama dengan Lisa. Dia memainkan Hoki dengan Lynn Jr. yang menembak keping ke gawangnya.]
Lynn Sr.: "Ha ha, itu bagus!"
Lynn: "Whoo! Yeah!"
[Dia sekarang bermain Bebek Bebek Angsa dengan si kembar.]
Lola: "Bebek...bebek...bebek..." [kepada ayahnya] "ANGSA!"
[Dia berlari-lari ketika ayahnya mengejarnya. Lalu, dia juggling dengan Luan.]
Lynn Sr.: "Hah? Hahahahah?"
[Dia menyulap semua bola dan menjatuhkannya di kepalanya, membuat mereka berdua tertawa.]


[Lynn Sr. meletakkan perangkatnya di lemari.]
Lincoln: "Bagus, Ayah. Kami bangga pada Ayah."
Lynn Sr.: [napas lega] "Terima kasih, anak-anak. Senang bisa seperti dulu lagi. Siapa yang lapar?" [anak-anak mengangkat tangan] "Makan malam lima menit lagi!" [pergi]
Lisa: "Kita sudah menyembuhkan Ayah, apa sebaiknya aku beritahu penyedia Internet untuk menghidupkan Internet-nya kembali?"
[Terdiam sejenak]
Lori: "Ee, untuk apa buru-buru? Kita bisa menunggu sehari lagi."
[Mereka semua tersenyum]
Lynn Sr.: "Ayo makan!"
[Anak-anak bergegas makan malam]
Lynn: "Hei, Ayah, ayo tanding ulang lagi setelah makan malam."
Lola: "Hei, aku mau ajak Ayah lebih dulu! Aku ingin menunjukkan tarian pitaku."
Lana: "Tidak, aku dulu. Ada selokan yang harus dibersihkan."
Lynn Sr.: "Anak-anak. Kita bisa lakukan semuanya."

L - B - S Transkrip episode The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.