FANDOM


Berikut ini adalah transkrip untuk episode "Ditinggalkan dalam Gelap".

Transkrip

Hunter Spector: "Kalian percaya akan hantu? Ikuti aku, Hunter Spector, pemburu hantu, pemimpin Akademi Pemburu Hantu Hebat, atau ARGGH! Saat kumasuki tempat terseram di semua rumah, ruang bawah tanah! Minggu malam pukul 8! Jangan lewatkan, atau kau ditinggalkan dalam gelap! ARGGH!"
Lincoln: [menandai kalender] "Akhirnya tiba juga. Episode terakhir tayang langsung acara terhebat yang pernah ada! [Lincoln melihat ke penonton] Baiklah, aku tahu kau mungkin berkata dalam hati 'Lincoln, dengan sepuluh saudari, mana mungkin kau bisa menonton acara favoritmu.' Dan, kau benar. Setiap minggu malam pukul 8, selalu begitu." [Ganti ke kilas balik saudarinya berkelahi demi pengendali jarak jauh, akhir kilas balik.] "Tapi malam ini, aku punya rencana." [Mengeluarkan radionya] "Kadet Lincoln memanggil Kadet Clyde, apa kau dengar?"
Clyde: "Ini Kadet Clyde, aku mendengarmu dengan jelas! Aku bersemangat sekali! Akhirnya kita bisa menonton ARGGH bersama. Dan maksudnya adalah, menonton bersama, tapi di rumah masing-masing. Iya kan?"
Lincoln: [kepada penonton] "Untuk peristiwa bersejarah ini, kami putuskan untuk menonton secara terpisah. Clyde sangat menyukai kakakku Lori. Semua jadi canggung."
Clyde: [Melihat gambar Lori sambil berkhayal.] "Halo sayang."
Lincoln: "Clyde? Clyde? Kau mendengarku?"
Clyde: "Uh, sebaiknya kau bergegas, Lincoln. Sudah hampir pukul 8!"
Lincoln: "Saatnya melakukan operasi mengganggu saudariku sehingga aku menonton TV lebih dulu dan menonton siaran langsung episode terakhir ARGGH dan pikirkan nama operasi yang lebih pendek, sekarang juga."


Lola and Lana: [Keluar dari kamarnya] "Kartun! Kartun! Kartun! Kartun!"
Lincoln: "Apa ada yang bilang pesta minum teh?" [memperlihatkan teko dan sekotak biskuit.]
Lola: "Eeeee! Terima kasih, Lincoln!" [mengambil barangnya dan kembali ke kamarnya.]
Lana: "Hei, aku tidak mau ikut pesta minum teh konyol, aku ingin menonton TV!"
Lincoln: "Bahkan jika [mengeluarkan sesuatu dari belakangnya] mereka berdua diundang?"
[memegang dua katak, salah satunya mendengkung.]
Lana: "Eeeee! Terima kasih, Lincoln!" [mengambil kataknya dan kembali ke kamar.]
Lincoln: "Hei, Luan!"
Luan: "Aku akan ke bawah untuk menonton TV."
Lincoln: "Kau mungkin ingin mengambil kamera videomu. Si kembar sedang beraksi."
[Lola dan Lana berkelahi]
Lola: "Tidak boleh! Tidak boleh! Tidak bisa!"
Luan: "Oh! Ini pasti akan menjadi viral!" [kembali ke kamar untuk mengambil kamera video] "Terima kasih, Linc!"
Lola: "Ow. Ow!"
[Lisa dan Lily keluar dari kamarnya.]
Lincoln: "Hei, Lisa. Aku mengambil barang yang kau perlukan dari lantai bawah."
Lisa: "Laktosa, protein triticum, kristal sodium klorida, sukrosa, dan telur ayam?"
Lincoln: "Uh, maksudmu susu, tepung, garam, gula dan telur?" [memegang bahan-bahan]
Lisa: "Kau bilang tomat, aku bilang solanum lycopersicum. Terima kasih." [mengambil bahannya dan kembali ke kamarnya.]
Lynn: "Yay! Dua menit lagi permainan dimulai! Woo!"
Lincoln: "Hey, Lynn. Lihatlah." [memegang bola rugbi yang mulai mengambang] "Kuisi dengan helium untuk pemain yang ingin lebih seru."
Lynn: "Aku ingin lebih seru!"
[Leni datang.]
Lincoln: "Uh, tangkap ini!"
[Peluit berbunyi, Lynn mulai bergerak untuk mengambil bola.]
Lincoln: "Ya ampun, Leni!"
Leni: "Apa? Ada laba-laba di kepalaku?" [menggaruk kepalanya dengan panik] "Buang! Buang! Buang! Buang!"
Lincoln: "Lebih parah. Ada jerawat di ujung hidungmu!"
Leni: "Aku monster mengerikan!" [lari]
Luna: "Hei, dik! Acara TV malam ini pasti hebat'!" [Memetik gitarnya] "Iya!"
Lincoln: "Atau, kau bisa punya acara memainkan sentermu sendiri di kamarmu." [memegang senter berwarna dan Luna mengambilnya]
Luna: "Manis sekali! Terima kasih, Linc!" [Kembali ke kamarnya]
Lori: "Ada yang melihat ponselku? Aku harus menulis di Twitter untuk acaraku!"
Lincoln: [Mengeluarkan ponsel dan menekan beberapa tombol.] "Hei, Lori! Hei, Lori, Kutemukan ponselmu!"
Lori: "Berikan padaku!" [mengambil ponselnya] "Berapa kali aku harus bilang untuk menjauh dari barang-barangku!" [Lincoln menghitung mundur dari 3 dan ponselnya berdering.] "Halo? Oh, hai Bobby." [Tertawa] "Oh tidak, aku tidak mengirim pesan supaya kau meneleponku " [kepada Lincoln] "Tidak ada terima kasih untukmu!"
Lincoln: [Melihat Lily tidur, menaruhnya di keranjang cucian dan menciumnya.] "Dan itu yang kesepuluh."
[Lincoln meluncur dari tangga dan melompat ke lantai, kepada penonton.] "Seperti kataku, mungkin aku bukan yang tercepat, dan bukan yang terkuat, tapi untuk menyingkirkan semua saudariku, punya rencana itu penting."
Lucy: "Kau melupakanku."
Lincoln: "Ahh!" [Saat organ pipa berbunyi, dia terjatuh ke tanah setelah terkejut oleh adiknya.] "Lucy! Aku selalu melupakan Lucy!"
Lucy: "Itu sudah biasa."
Lincoln: "Apa yang kau lakukan di sini?"
Lucy: "Ini episode pertama acara favoritku, "Vampires of Melancholia"."
Lincoln: "Ini episode ARGGH yang akan diperbincangkan di sekolah besok kau tahu? Biarkan aku menontonnya, kumohon dengan sangat padamu boleh ya?"
Lucy: "Maaf, Lincoln, tapi kau tahu aturannya. Aku sudah di sini [dalam gerakan lambat] lebih dulu."
Lincoln: "Tidaaaaaaaaaaaaaaaak!" [melihat sebuah pengendali dan menjilatnya] "Ha!"
Lucy: [memegang pengendali lain] "Itu remot lama yang Lily lempar ke toilet."
[Lincoln terkejut, mengusap lidahnya untuk membuang kuman. Kemudian dia menangis.]
Lucy: "Maaf, Lincoln, aku tidak bisa melewatkan acaraku. Edwin sangat dingin, tersiksa dan misterius. Ah. Andai saja dia bukan dari abad yang lain."
Lincoln: "Apakah abad yang lain? Ya baiklah, Lucy. Tonton di TV besar dan berwarna. Akan kutonton acaraku di TV ayah yang hitam putih dan jelek."
Lucy: "Hitam putih adalah warna favoritku."
Lincoln: "Iya, akan membuatku menonton acaraku lebih... menakutkan!"
Lucy: "Menakutkan juga warna favoritku."
Lincoln: "Baiklah, nikmati vampirmu."
Lucy: "Tunggu! Aku mau TV yang lama."
[Langsung ke kamar Lucy dan Lincoln terlihat susah payah membawa TV tersebut ke sisi lain tempat tidur.]
Lincoln: "Kenapa dua warna saja bisa sangat berat?" [Menaruhnya di tempat tidur.] "Ini dia. Sekarang kita colokkan. Jadi, kau bisa senang, atau sedih, atau apapun perasaanmu itu. Dan aku tidak akan ditinggal dalam gelap." [Mencolok TV tersebut. Listrik langsung mati.] "Aduh."


[Banyak anak-anak Loud kebingungan atas padamnya listrik.]
Lori: "Baik! Baik! Semuanya harus tenang!"
Leni: "Semuanya! Aku tidak bisa melihat apa-apa! Aku rasa aku sudah buta!"
Lori: "Tidak, kau tidak buta. Apa yang sedang terjadi?"
Lincoln: "Aku mencolokkan TV tua untuk Lucy, pasti karena itu listriknya padam."
Lori: "Tentu saja ini salahmu, Lincoln."
[Semua saudari yang lain mengeluh apa yang saudaranya lakukan.]
Lincoln: "Apa? Aku hanya mencolokkan TV tua saja!"
Luan: "Hei! Aku tahu kenapa padam! Karena mereka saling menyukai! [tertawa sambil saudaranya mengesah] "Mengerti? Mengerti?"
Lisa: "Itu lucu sekali, jadi layak mendapat kue." [memberikannya biskuit]
Luan: "Terima kasih." [memakannya] "Ngomong-ngomong, apa yang bohlam lampu katakan satu sama lain?" [tiba-tiba mulai bercahaya]
[Saudara yang lainnya terkesiap.]
Lincoln: "Kau bercahaya."
Luan: "Oh. Aku sudah bilang soal itu."
Luna: "Tidak. Kau yang bercahaya."
Luan: [melihatnya dia bercahaya] "Hei, wow!"
Lori: "Semua harap menjauh dari Luan. [Para saudara mundur] Lisa, ibu dan ayah bilang kau tidak boleh gunakan saudaramu sebagai bahan percobaan lagi!"
Leni: "Iya, tidak setelah perbuatanmu padaku!"
[Ganti ke kilas balik Leni dan Lisa dengan Leni mengalami efek samping dari percobaan Lisa. Wajahnya sangat membengkak dan cacat.]
Leni: "Wajahku terasa aneh."
[Akhir dari kilas balik]
Lisa: "Klasik. Yang kulakukan hanyalah memasukkan DNA bercahaya dari ubur-ubur Aequorea ke dalam kue, itu saja. Kunamakan Cahayareo. Sekarang, kita bisa melihat."
Lori: "Baiklah. Semua mendekat ke Luan.
[Mereka melakukan seperti yang Lori katakan.]
Luan: "Aku adalah cahaya hidup kalian." [tertawa sambil saudaranya mengesah.]
Lincoln: "Baiklah. Jadi, ayo kita hidupkan listriknya."
Lori: "Hei, saat ibu ayah pergi, aku yang berkuasa. Jadi pertama, berhitung untuk memastikan kita semua di sini."
Lincoln: "-tu, -wa, -ga, -pat, -ma, -nam, -juh, -pan, -lan, -luh dan aku, jadi 11. Iya, sudah semuanya. Kita semua ada di sini."
Lucy: "Kau melupakanku."
[Lincoln berteriak dan terjatuh ke tanah setelah dikejutkan oleh Lucy.]
Lincoln: "Bisakan kunaikkan sekring dan menyalakan lampu sebelum Lucy membuatku kena serangan jantung?"
Lori: "Sekali lagi, aku yang berkuasa. Biar aku saja. Di mana sekringnya berada?"
Lincoln: "Di ruang bawah tanah."


[Anak-anak sampai di ruang bawah tanah. Bayangan Lori terbayang pada kegelapan ruang bawah tanah.]
' Lori:' "Kenapa harus aku yang melakukannya?"
Saudara-saudara Lori: [pada waktu yang sama dengan perasaan marah] "Karena kau yang berkuasa!"
Lori: "Baik, baiklah! Ayo, Luan. Sinari jalannya."
Luan: "Itu ide terbaikmu sepanjang hari ini!" [tertawa. Lori menariknya dari saudaranya. Setelah itu, Cahaya dari Luan padam. Para saudara terkesiap.] "Oooh. Aku kira aku tinggal di rumah saja, tapi ternyata aku padam juga!" [Luan tertawa sambil para saudaranya mengesah.]
Lori: "Lisa, beri dia kue itu lagi. Kami tutup mulut."
Lisa: [Memegang papan jepit] "Tidak bisa. Hanya ada satu. Purwarupa."
Lori: "Hebat sekali..." [mendengar suara kayu berderak dan terkesiap ketakutan] "Ada sesuatu di bawah tanah! Aku tidak mau ke sana!"
Lynn: [mengejek] "Ooh! Kau takut gelap!"
Lori: "Siapa yang takut? Kaulah yang takut!"
Lynn: "Aku tak takut apapun."
Lucy: "Boo."
Lynn: "AAH!"
[Saat semua saudari adu mulut, para kembar mulai gemetar ketakutan.]
Para kembar: "Ada hantu di ruang bawah tanah!" [menangis]
Lincoln: "Semuanya! Aku kehabisan waktu! Sangat penting jika aku... aku... aku..." [mengesah dalam kesadaran] "memperbaikinya. Baiklah, diam!" [para saudari berhenti] "Kemari, kalian berdua. Tidak apa-apa. Tidak ada yang perlu ditakuti." [memeluk para kembar untuk menenangkan mereka] "Kakakmu ini akan melindungi kalian. Bahkan, aku akan melindungi kalian semua! Karena akulah Kadet Lincoln!" CADET LINCOLN (KADET LINCOLN) "Telah terlatih dengan baik di Akademi Pemburu Hantu Hebat, atau ARRGH!" [memakai kacamata penglihatan malam dan mengeluarkan radio.] "Kadet Clyde, ini Kadet Lincoln. Lupakan rencana kita. Aku butuh bantuanmu."
[Clyde masuk]
Clyde: "Kadet Clyde, melapor untuk bertugas." [melihat Lori dan terangsang] "L-L-L-Lori?" [mulai bertingkah seperti robot] "Siaga merah. Siaga merah. Tidak bisa menghitung. Sirkuit kelebihan beban. Batalkan misi segera." [pergi]
Lincoln: [kepada penonton] "Sudah kubilang akan menjadi canggung." [bersiap masuk ke ruang bawah tanah] "Aku akan memasuki tempat terseram di semua rumah: ruang bawah tanah." BASEMENT (RUANG BAWAH TANAH) "Tapi jangan takut, dengan kacamata penglihat malam bermerek UGH! , aku bisa lihat dalam gelap." [mulai menuju ke bawah namun terjatuh dari tangga dan radionya terlepas dari tangan.]
Lori: "Lincoln, kau baik-baik saja?"
Lincoln: "Berita buruknya, kacamataku hanya mainan, tidak bisa melihat dalam gelap! Berita baiknya, kacamataku melindungi wajahku dari lantai bawah tanah!"
Luan: "Hei! Aku rasa kameraku punya pengaturan penglihatan malam."
Lincoln: [langsung kembali ke atas] "Bagus sekali!" [mengambilnya] "Persis seperti kamera yang mereka gunakan dalam ARRGH! Aku akan masuk."
Lori: "Tunggu! Kau tidak akan meninggalkan kami sendirian, kan? Maksudku, kami tidak bisa biarkan kau sendirian ke sana. Kita harus turun, bersama-sama. Dalam kelompok." [tersenyum sambil memohon]
Lincoln: "Ya baiklah. Aku akan jalan di depan."


[Ruang bawah tanah; Lincoln mengarahkan jalan dengan kamera Luan sebagai alat bantu.]
Lincoln: "Jangan terlalu jauh dariku. Kita tidak tahu apa yang mengintai kita dalam kegelapan."
Luan: "Situasi ini sangat tidak lucu. Meski aku suka lelucon kegelapan."
Leni: "Ada yang menyentuh tanganku?"
Lynn: "Kau yang menyentuhnya sendiri."
Lori: "Aku benci ruang bawah tanah."
[Suara menyeramkan berbunyi.]
Lori: [terkesiap] "Suara aneh apa itu?"
[Semua saudari terkesiap dan Lincoln mencari sumbernya.]
Lincoln: "Jangan takut. Itu hanya suara pipa."
[Ada suara menyeramkan lagi]
Leni: "Suara garukan apa itu?"
[Semua saudari terkesiap lagi dan Lincoln melihat-lihat.]
Lincoln: "Jangan takut. Itu suara Cliff si kucing."
[Cliff menggunakan tiang garuknya dan mengeong.]
Lynn: [menutup hidungnya] "Bau apa ini?"
[Semua saudari terkesiap lagi dan Lincoln melihat sesuatu yang dia kenal.]
Lincoln: "Itu bau dari popok Lily yang sudah penuh."
[Luna menggendong Lily dan merasa jijik oleh adik kecilnya.]
Lily: [tertawa] "Poo-poo!"
Lincoln: "Lihat? Kubilang tidak ada yang perlu ditakuti."
[Suara menyeramkan yang lain berbunyi, mengejutkan Lincoln dan saudarinya.]
Lori: "Apa itu?!"
???:"Lincoln... LINCOLN..."
Lincoln: [takut] "Itu hantu dan dia tahu namaku!"
[Para saudari mulai berlari ketakutan dan semuanya kecuali Lucy berteriak.]
Lincoln: [dengan perasaan berani] "Aku selamatkan kalian!" [menyerang hantu tersebut]
[Lampunya menyala kembali dan rupanya Lincoln menyerang keranjang cucian.]
Lincoln: Hi-yah! Rasakan ini, roh jahat!
Lori: [Setelah menemukan sekringnya dan menyalakan lampunya.] "Tenang, Lincoln. Itu bukan hantu. Hanya cucian kotor."
[Lincoln muncul dari cucian kotor itu dan tersenyum malu, dan juga rupanya bahwa suara itu berasal dari radionya.]
Clyde: [di sisi lain] "Lincoln! Lincoln! Kau mendengarku?"
Lincoln: [menjawab] "Clyde?"
Clyde: "Aku menghubungimu untuk minta maaf karena tidak bisa menjadi kadet ARGGH! yang hebat. Dan apa Lori mau berkencan dengan lelaki muda?"
Lori: "Tidak akan pernah!"
Clyde: "Apa itu Lori?" [bertingkah seperti robot] "Siaga merah. Siaga merah. Kelebihan beban. Kelebihan beban."
[Lincoln memasang muka "bosan".]
Leni: [dengna matanya tertutup] "Semuanya! Aku masih tidak bisa melihat!"
Lisa: "Buka kedua matamu."
Leni: [membuka kedua matanya] "Ini keajaiban!"
Lori: "Yang pertama di depan TV dia yang berkuasa."
Lincoln: "Aku bisa tiba di sana lebih dulu!"
[Lincoln bergegas ke sofa agar dia bisa jadi yang pertama dan membalap semua saudarinya, dia berhasil sampai duluan dan mengambil pengendalinya dan menyalakan TV untuk melihat bahwa acaranya sudah selesai setelah menyelesaikan masalah sebelumnya dengan saudarinya.]
Hunter: "Wow! Itu tadi episode terbaik ARRGH! yang baik yang pernah ada! Aku menyesal sekali jika kau melewatkannya!"
Lincoln: [Terkejut] "Tidaaaaaaaaaaaaaaaak! [meratapi] Kulewatkan acaranya..."
[Lincoln mulai menangis dan semua saudarinya melihat betapa sedihnya dia dan merasa tidak baik padanya.]
Lori: [memberikannya berondong jagung] "Aku menyesal kau melewatkannya, Lincoln."
Luan: "Tapi kau menyiarkannya langsung. Lihat ini." [mencolok kameranya ke TV dan menunjukkan apa yang Lincoln rekam.]
[Mereka menonton dan menikmati petualangan kecil mereka dan Lincoln senang untuk menyiarkan acaranya daripada menontonnya.]
Lincoln: [Kepada penonton] "Kau tahu, Aku memang melewatkan acaraku. Tapi terkadang, yang penting bukan jadi yang pertama. Sometimes, Tapi yang terpenting adalah kebersamaan. Kita semua."
Lucy: "Kalian melupakanku."
Saudara: [Terkejut oleh kemunculannya] "AAAHH!!!" [organ pipa berbunyi]


L - B - S Transkrip episode The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.