FANDOM


Berikut ini adalah transkrip untuk episode "Everybody Loves Leni" dalam alih suara Bahasa Indonesia.

Skrip

Suatu sore di Reininger's, Leni sedang memperbaiki manekin jendela, dia memutar kepala dan menurunkan lengannya.

Leni: "Hmm." [Meletakkan sepasang kacamata hitam merah muda di manekin.] "Ini jelas akan menonjolkan hidungmu." [Menaruh syal di atas manekin lain.] "Ini, jangan sampai kau kedinginan."

Miguel: [Luar layar, belakang Leni] "Hei, Leni."

Leni: [Kepada manekin] "Siapa yang memberitahumu namaku? Oh, aku memakai kartu nama."

Miguel: "Shift selesai, ayo kita makan pretzel."

Leni melihat sekeliling, dan melihat Miguel dan Fiona berdiri di belakangnya.

Leni: "Oh, ternyata kalian."

Fiona: "Penataan produk yang bagus, semua manekinnya tampak seperti teman."

Leni: "Terima kasih, aku memodelkannya berdasarkan kita."

Mereka semua berpose. Kemudian, mereka berada di food court makan pretzel.

Leni: [Melihat ke arah Fiona melihat melamun.] "Itu dia, bukan? Si pria burger?"

Fiona: "Ya, aku sangat cemas soal malam ini, aku belum berkencan sejak putus dengan pria smoothie."

Fiona menunjuk ke pria smoothie, yang memasukkan blueberry ke dalam blender, dan dengan sedih menatap Fiona.

Leni: "Kami akan datang sepulang kerja, dan membantumu bersiap. Benar, Miguel?"

Miguel: "Oh itu pasti, teman."

Jackie: [Luar layar, terengah] "Hei, Leni."

Teman-teman Leni mendekatinya, mereka semua senang melihat satu sama lain, dan mencium udara. Miguel dan Fiona tidak senang.

Leni: "Sungguh kejutan seru, mereka berdua sobat sejatiku di sekolah; Jackie dan Mandee, dan mereka berdua sobat sejatiku di tempat kerja; Miguel dan Fiona."

Mereka semua dengan jijik bertukar salam.

Mandee: "Leni, kami membeli banyak sekali sepatu lucu."

Jackie: "Dengan uang belanja untuk pasar kaget akhir pekan ini."

Leni: "Yey! Pasar kaget!" [Berteriak]

Miguel: [Bangun] "Tampaknya kalian ingin berbincang banyak, aku harus pergi."

Fiona: [Juga bangun] "Ya, aku juga." [Mereka pergi] "Tapi sampai jumpa malam ini, Leni."

Leni: "Sampai jumpa pukul tujuh."

Mereka berjalan melewati tempat smoothie, dan pria smoothie menyaksikan Fiona pergi, sementara blender yang terbuka itu mengeluarkan jus blueberry di mana-mana.

Jackie: "Tunggu, kau akan bersama mereka malam ini?"

Leni: "Ow, ya, apa seburuk itu?"

Mandee: "Tidak apa-apa, maksudku, aku tidak ingat kapan terakhir kali kita menghabiskan Jumat malam bersama, tapi tidak apa-apa."

Leni: "Tidak, tidak, bukan begitu, kalau aku tidak meluangkan cukup waktu untuk kalian, aku harus memperbaikinya. Aku akan mampir setelah selesai di rumah Fiona, iya?"

Mandee: "Itu ide bagus." [Dia dan Jackie pergi]

Jackie: "Sampai jumpa."


Kemudian, di rumah Fiona, Leni membelai Fiona sementara Miguel mencari sesuatu untuk dikenakannya.

Fiona: "Aku benci kencan pertama, bagaimana kalau tidak punya bahan obrolan?"

Leni: "Tenang saja, kau bisa memakai daftar 25 pertanyaan kencan pertama yang kutemukan ini." [Membawa ponselnya untuk menunjukkan daftar Fiona, ketika dia mendapat pesan dari teman sekolahnya yang bertuliskan 'WHERE U @'] "Oh, pukul berapa kau pergi berkencan, Fiona? Aku harus memberitahu Jackie dan Mandee kapan aku akan datang."

Miguel: "Tunggu, kau temui mereka juga?"

Leni: "Tidak, aku hanya membuat dua rencana berbeda untuk malam yang sama."

Fiona: [Berusaha tidak terdengar cemburu.] "Memang itu maksudnya Miguel tadi, tapi tidak apa-apa."

Miguel: [Juga berusaha tidak terdengar cemburu.] "Ya, berkumpullah dengan teman sekolahmu, kami bisa mengatasinya."

Leni: [Pergi] "Tapi, sampai jumpa di pasar kaget akhir pekan ini."

Miguel dan Fiona saling memandang.

Fiona: [Bersamaan] "Tentu saja."

Miguel: [Bersamaan] "Ya, kurasa."

Leni pergi


Kemudian, Leni tiba di rumah Jackie.

Leni: "Hei teman-teman, aku senang kita bisa bertemu, ceritakan kabar baru kalian."

Jackie: "Astaga, pastinya, aku tidak yakin ingin menjadi dokter hewan lagi."

Mandee: "Aku mau menjadikan rambutku berponi." [Ponsel Leni bergetar]

Leni: "Wow, itu hebat. Bicara soal poni, aku harus memeriksa rambutku, pastikan tidak terlalu datar, tunggu sebentar." [Pergi ke kamar mandi, tetapi melihat bahwa adik laki-laki Jackie menuju ke sana dan membawanya pergi, sangat mengejutkan.] "Maaf, aku harus masuk ke sini duluan ya." [Menutup pintu, dan menjawab teleponnya.] "Fiona, memangnya ada apa?"

Fiona: "Maaf mengganggu kalian, tapi aku butuh bantuan, kami sudah menjawab 25 pertanyaannya, semua jawaban darinya adalah 'Aku rasa begitu'."

Leni: "Pasti ada hal lain yang bisa kalian bicarakan." [Mendapatkan ide] "Aku tahu, ceritakan tentang saat kau pergi ke Kanada, lelaki suka petualangan."

Leni kembali ke Jackie dan Mandee.

Mandee: "Kau baik-baik saja? Aku mendengarmu bicara dengan seseorang."

Leni: "Oh ya, aku hanya bicara dengan, diriku, itu membantuku buang air kecil." [Ponselnya bergetar lagi] "Ee, tapi tidak berhasil, aku harus ke toilet lagi, aku akan mencoba untuk bernyanyi." [Pergi ke kamar mandi lagi, dia dan adik Jackie saling memandang, dan berlomba ke kamar mandi, Leni menang, tanpa sengaja memukul Sebastian dengan pintu, dan mulai bernyanyi.] "♫ Ngayuh, ngayuh perahu, susuri sungai. ♫" [Menjawab teleponnya]

Fiona: [Yang bersembunyi di balik tanaman.] "Leni, tebak siapa yang duduk di sebelahku, pria smoothie, dan tampak amat manis dan sensitif."

Leni: "Pindah ke meja lain, segera."

Miguel: "Fokuslah pada pria burger, hubunganmu gagal dengan pria smoothie, ingat? Jangan mengulangi kesalahan yang sama."

Fiona: "Terima kasih teman-teman."

Panggilan berakhir

Leni: [Kembali bernyanyi] "♫ Hidup hanya mimpi. ♫" [Menyiram toilet, dan kemudian, kembali dengan teman-teman sekolahnya, ketika telepon bergetar lagi.] "Tahu apa yang kita butuhkan? Camilan, jangan berdiri, kuku kalian basah." [Kembali ke kamar mandi, dan terengah-engah pada sesuatu yang dikatakan Fiona.] "Pria smoothie mengirim kentang goreng cabai dan kini pria burger akan ke sana untuk menanyainya?" [Berjalan kembali ke kamar Jackie, tetapi teleponnya bergetar lagi.] "Ups, ini bukan dapurnya." [Lari kembali ke kamar mandi, tepat ketika Sebastian, yang sudah sadar kembali, akan masuk. Leni melewatinya tanpa mengatakan apa-apa, dan Sebastian mati-matian berusaha menahannya.] "Apa! Sekarang pria burger dan pria smoothie berbicara bersama tanpamu?"

Jackie: [Mengetuk pintu] "Leni, apa kau di dalam sini lagi? Adikku harus buang air kecil."

Leni: "Maaf, aku, aku segera keluar, aku hanya mencuci tanganku." [Menyalakan wastafel, dan ke teman-teman kerjanya] "Aku minta maaf, teman-teman. Aku harus pergi."

Fiona: "Oh, aku rasa temanmu yang lain lebih penting dari hidupku."

Leni: "Fiona, maksudku bukan begitu."

Mandee: [Dari luar pintu] "Astaga! Apa kau sedang bicara dengan teman kerjamu?"

Leni melihat bahwa bak cuci itu meluap dan ketakutan. Dia mengambil handuk, tanpa sengaja merobek rak keluar dari dinding, dan meletakkannya di bawah air.

Jackie: "Leni, kau baik-baik saja?"

Leni mematikan keran, tetapi Jackie, Mandee, dan Sebastian masuk, tidak senang.

Leni: "Aku minta maaf, a-a-aku akan bersihkan."

Jackie: [Marah dengan Leni] "Tidak usah, Mandee akan membantuku. Kami tidak akan merepotkanmu lagi."

Fiona: [di panggilan telepon] "Ya, kami juga."

Fiona dan Miguel menutup telepon, dan Leni sekarang sedih.


Malamnya, Lori berbaring di tempat tidurnya sambil mengirim pesan, ketika Leni berjalan menghela nafas berat, dan menjatuhkan diri di ranjangnya.

Lori: [Menghela napas] "Leni, helaan nafasmu menggangguku menulis pesan singkat. Ada apa?"

Leni: "Aku tidak tahu harus bagaimana, aku merasa terbelah antara dua kelompok teman. Bagaimana caraku menyenangkan keduanya?"

Lincoln, yang berdiri di belakang pintu, berdeham.

Lori: [Menghela napas] "Lincoln, kau mau apa?"

Lincoln: [Masuk ke dalam ruangan] "Kurasa aku tahu cara menolong Leni. Saat aku mulai bermain dengan Rusty dan Zach, Clyde dan Liam merasa ditinggalkan. Jadi aku mengundang mereka semua untuk berkumpul, kini kami jadi sahabat."

Leni: "Jadi, maksudmu teman-temanku harus bermain dengan teman-temanmu?"

Lincoln: [Tepok jidat] "Tidak, pertemukan saja semua temanmu."

Lori: [Terkesan] "Hah, itu saran yang dewasa dari anak berusia 11 tahun."

Lincoln: "Terima kasih. Aku permisi," [terungkap untuk tidak mengenakan celana.] "aku harus menulis namaku di celana dalam Ace Savvy baruku." [Tarik spidol dari pakaian dalamnya, dan mulai pergi, tetapi tidak tanpa berhenti di pintu dan menampar bokongnya.]

Lori: [Tidak terkesan] "Aku tarik kembali kata-kataku."

Leni mengeluarkan ponselnya, dan menulis SMS.


Malam berikutnya, Leni membawa teman-teman sekolahnya ke ruang bawah tanah.

Leni: "Kita akan bersenang-senang malam ini. Aku merencanakan banyak kegiatan untuk kita."

Jackie: [Menyukai apa yang dia lihat] "Pretzel berlapis yogurt," [Terengah] "lalu majalah Enam Belas Setengah, favoritku."

Mandee: [Melihat sesuatu yang dia sukai] "Uuh, air soda." [Kemudian memberontak] "Eww, siapa yang suka rasa pomelo?"

Bel pintu berbunyi.

Leni: "Oh, bagus, tamu lain sudah datang." [Pergi untuk menyambutnya, sementara Jackie dan Mandee saling memandang dengan bingung. Leni turun dengan teman-teman kerjanya.] "Aku buatkan minuman favoritmu."

Miguel: [Tidak terlalu senang melihat Jackie dan Mandee.] "Oh, aku baru tahu kalau ini pesta sungguhan."

Leni: "Hanya kita berlima," [Memeluk mereka semua] "aku ingin sekali kalian saling mengenal." [Kedua kelompok memiliki sedikit antusiasme tentang ini. Kemudian, keempatnya berada di sofa, Leni memberi mereka masing-masing satu set kartu.] "Kita bisa bermain sambil berkenalan, di setiap kartu ada fakta seru tentang seseorang di ruangan ini, tugas kalian menebak orangnya. Miguel, kau boleh duluan."

Miguel: [Tidak antusias] "Aku suka latte herbal labu. Kurasa itu Mandee."

Mandee: [Terengah-engah dengan menarik] "Kau benar, bagaimana kau bisa tahu?"

Miguel: [Mencemooh] "Jika namamu Mandee, menyukai latte herbal labu itu bisa dibilang sebuah ciri khasmu."

Nyengir ketika Mandee dan Jackie menatapnya, tersinggung.

Leni: "Wow, kalian sudah saling mengenal dengan baik. Jackie, giliranmu."

Jackie: "Senyumku sangat menawan." [Terkekeh] "Ya, itu pasti soal Mandee."

Mandee tersenyum

Leni: "Sebenarnya, itu soal Miguel."

Miguel tersenyum

Jackie: "Hmm, menurutku tidak."

Miguel: [Tiba-tiba bangkit] "Aku tidak mau bermain lagi."

Mandee: "Heh, mana kartu, Aku sudah menyerah?" [Miguel dan Fiona menatapnya, marah.]

Leni: [Melihat ke mana arahnya.] "Ee, ayo bermain permainan lain." [Menarik keluar Froot Tangle. Menggulung matras.] "Baiklah, aku lebih dulu." [melempar sepasang dadu] "Kaki kanan, apel. Mandee, sekarang giliranmu." [Memberikannya dadu tersebut]

Mandee: "Leni kau tahu aku ahli dalam permainan ini." [Melempar dadu] "Uuh, nanas, kaki kiri."

Miguel: "Aku juga cukup ahli. Aku instruktur yoga paruh waktu, jadi." [Meletakkan minumannya di lantai, di sebelah tas Fiona, melemparkan dadu, dan melakukan pose yoga untuk gerakannya.] "Kaki kanan, anggur. Leni, aku belum bilang, kemarin, aku harus berurusan dengan penny."

Leni: "Oh tidak, itu parah." [Kepada Jackie dan Mandee] "Penny adalah sebutan kami untuk orang yang menggunakan kupon yang kedaluwarsa."

Fiona: [Mengambil dadu; sombong.] "Kau harus bekerja sama kami agar mengerti." [Melempar dengan hasil tangan kanan, jeruk.]

Jackie: "Leni, kau lihat pernyataan cinta pesta dansa Rashida ke Brandon?" [Melempar dengan hasil tangan kanan, nanas.] "Itu sangat, gemas-gemas nanas."

Leni: [Kepada Miguel dan Fiona] "Itu ucapan kami untuk 'menggemaskan'."

Mandee: [Sombong] "Kau harus bersekolah bersama kami agar mengerti."

Kemudian, di dalam permainan

Fiona: "Leni, aku mau berterima kasih karena kau membantuku melewati penjualan 12 jam yang buruk, aku berpikir bagaimana bekerjasama adalah ikatan terdalam yang pernah ada."

Mandee: "Sungguh, karena kupikir persahabatan sejati bukanlah sesuatu yang bisa ditemukan di rak toko."

Keempatnya menampakkan ekspresi kesal, permainan berlanjut, dan Mandee secara tidak sengaja menumpahkan minuman Miguel di seluruh tas Fiona.

Miguel: [Terengah] "Pomelo-ku."

Fiona: "Tasku!"

Mandee: "Itu tidak sengaja. Maaf aku bukan instruktur yoga paruh waktu."

Jackie: "Leni, ini ide yang buruk. Kenapa kau ingin kami bermain dengan mereka?"

Miguel: "Ya percayalah, kami tidak mau bermain dengan kalian."

Mandee: [Terengah] "Kami pergi."

Fiona: "Tidak perlu, kami pergi."

Mereka semua bekerja untuk melepaskan diri.

Leni: [Mencoba menghentikan mereka.] "Teman-teman tunggu, kita belum memakan kue sahabat sejati baru yang kubuat."

Menyorot ke kue, tetapi teman-teman Leni bangun.

Mandee: "Maaf, Leni. Dan ngomong-ngomong Miguel, semua orang suka herbal labu." [Dia dan Jackie pergi] "Kecuali instruktur yoga paruh waktu yang menyebalkan."

Miguel terkesiap mendengar ini, dia pergi dan Fiona mengambil tas basahnya dan mengikuti.

Lincoln: [Ketika semua orang melewatinya dan Lori.] "Wow, kasihan Leni. Dia sudah bersusah payah demi teman-temannya."

Leni masih di tikar Froot Tangle, mencoba untuk menahan posisinya, tetapi jatuh, sedih.


Keesokan harinya, di pasar kaget, Miguel dan Fiona menunggu ruang ganti.

Miguel: "Ahh, pakaian ini akan ketinggalan zaman sebelum aku memakainya."

Kamar terbuka, tetapi Miguel dan Fiona tidak senang dengan siapa yang berjalan keluar.

Fiona: [nada masam] "Ah, ternyata kalian." [menghela napas]

Jackie dan Mandee tidak lagi senang melihat mereka.

Miguel: [Kepada Jackie, tentang pakaian yang dipegangnya.] "Tidakkah Leni bilang bahwa fuchsia itu adalah warna musim lalu?"

Jackie: [Melihat apa yang dipilih Miguel.] "Kurasa dia tidak bilang bahwa kau tidak pantas memakai jeans itu." [Miguel, secara dramatis, kaget dengan ini.]

Fiona: [Merasa cukup, berbaris ke ruang ganti ketiga.] "Cukup." [Mengetuk pintu] "Leni, keluarlah! Kau harus memilih, mereka atau kami." [Seorang wanita tua keluar dari kamar.] "Ups, hehehe, maaf." [Dengan canggung menutup pintu; kepada Jackie dan Mandee.] "Tunggu, bukankah Leni bersama kalian?"

Mandee: "Kami kira bersama kalian." [Terengah] "Apa dia meninggalkan kita semua?"

Di Rumah Loud, Leni ada di sofa menonton TV, mengenakan hoodie merah muda dan makan sekotak puding.

Pembawa Acara: "Dalam 'Sahabat Selamanya' episode minggu ini, Kurt bingung memilih rumbai kulit lunak dan pinstripe klasik."

Kurt: "Untungnya, sahabatku ada di sini untuk membantuku memilih rompi yang sempurna."

Leni mulai menangis karena sahabatnya saling membenci, ketika dia mendapat telepon.

Leni: "Halo?"

Jackie: [Marah, seperti juga teman-teman Leni lainnya.] "Leni, apa-apaan ini? Kau ada dimana?"

Leni: "Oh hai, bagaimana pasar kagetnya?"

Fiona: "Lupakan itu, kau menelantarkan kami. Kau punya kelompok teman lain yang kami tidak tahu?"

Leni: "Maafkan aku, aku tahu dengan siapapun aku pergi berbelanja, aku akan membuat kesal kalian, jadi aku memutuskan untuk tetap di rumah. Kalian pergi saja, aku tidak ingin merusak hari kalian." [Menutup telepon, dan teman-temannya sekarang merasa tidak enak.]

Jackie: "Wow, Leni melewatkan belanja favoritnya karena kita."

Fiona: "Ahh, kita yang terburuk."

Memotong kembali ke adegan dimana Leni meraih remote tapi Lincoln mengambilnya dan Leni memperhatikan dia dan Lori berdiri di sebelahnya.

Lincoln: "Leni, kami harus bicara denganmu."

Lori: "Kami mendengar panggilan teleponmu dan kami mencemaskanmu. Bukan salahmu jika teman-temanmu tidak bisa akur."

Leni: "Benarkah?"

Lincoln: "Benar, kalau mereka tidak bisa bermain bersama, mereka harus belajar untuk berbagi dirimu."

Leni: "Kau tahu? Kau benar."

Lori: "Sekarang, pergilah ke toko itu, dan bilang bahwa mereka harus bersikap dewasa."

Leni: [bertekad] "Ya!" [bangun] "Aku akan melakukannya." [berbaris untuk melakukannya, tetapi ketika dia membuka pintu, teman-temannya ada di sana.] "Oh, kalian datang. Bagus. Ada yang mau aku katakan pada kalian."

Miguel: "Sebenarnya, ada yang mau kami katakan kepadamu."

Leni: "Tidak, aku dulu! Kalau kalian tidak bisa berbagi tokonya, kalian harus masuk ke dalam ruangannya, dan buat aku dewasa! Tunggu, hah itu salah. Astaga, aku tadi akan melatihnya di bis."

Mandee: "Leni, lupakan itu. Kami datang untuk meminta maaf."

Leni menjadi terkejut.

Miguel: "Kami telah bersikap menyebalkan, maaf kami begitu cemburu."

Jackie: "Bahkan jika kami berempat tidak akan menjadi sahabat, kami setidaknya akan mencoba akur."

Fiona: "Karena kami sungguh tidak mau kehilanganmu sebagai teman."

Leni: [tersentuh] "Oww, itu manis. Terima kasih, teman-teman. Hei, kalian mau masuk? Aku tadi baru saja menonton 'Sahabat Selamanya'."

Miguel dan Jackie: "Aku suka acara itu!" [Keduanya saling memandang kaget kemudian tersenyum satu sama lain.]

Sehingga...

Kurt: [Memeluk teman-temannya, dan meneteskan air mata.] "Ha, benar? Maksudku, apa salahnya."

Fiona: [Sementara mereka berlima memakan kue 'Sahabat Sejati Baru' Leni.] "Rompi itu, begitu gemas-gemas nanas."

Mandee: [Meminum air sodanya] "Hei, pomelo ini enak sekali. Pilihan bagus, Miguel."

Leni sangat senang. Episode berakhir dengan Leni yang membeku di atas kue mengedipkan mata pada penonton.


L - B - S Transkrip episode The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.