FANDOM


Berikut ini adalah transkrip untuk episode "Fed Up" dalam alih suara Bahasa Indonesia.

Skrip

[Waktu malam]
Lynn Sr.: "Makan malam siap! Ayo cepat kesini!"
[Para saudari dengan cepat bergegas keluar dari kamar mereka, dan dengan bersemangat menuju ke bawah. Saat mereka menuruni tangga, bingkai tiba-tiba membeku. Lincoln muncul.]
Lincoln: [kepada pemirsa] "Ya, ini tidak pernah terjadi. Ayah memasak makan malam kami, dan dia bukan koki yang buruk, tapi aku rasa variasinya cukup terbatas." [Lincoln memasuki kamarnya dan menarik kalender. Saat ia mencantumkan hidangan yang disebutkan, piringan itu muncul di kalender dan menuju ke masing-masing hari.] "Ada Steik Salisbury Minggu, Baso Senin, Daging Kalkun Selasa, Wienerschnitzel Rabu, Goulash Kamis, Ikan Goreng Jumat, dan Succotash Sabtu." [tujuh hidangan yang disebutkan kemudian menutupi setiap minggunya di kalender.] "Lalu semua diulang, minggu, demi minggu, demi minggu. Sekarang aku permisi dulu, karena aku harus makan..."


[Adegan dipotong ke hidangan yang dibuat sembarangan]
Lynn Sr.: "...wienerschnitzel. Bukannya ingin pamer, tapi rasanya sama persis seperti Rabu lalu, Ayah berhasil menguasai resepnya!"
[Lynn Sr. kembali ke dapur. Lincoln mengeluarkan koin yang melekat pada tali dan mulai mengayunkannya dari sisi ke sisi di depan wajahnya.]
Lola: "Apa yang kau lakukan?"
Lincoln: "Hipnotis diri sendiri. Mungkin bisa membuat diriku percaya wienerschnitzel itu terasa seperti es krim."
Lola: [mencoba merebut koin Lincoln] "Oh, aku mau es krim! Minggir!"
Lincoln: [berjuang untuk mendapatkan koinnya kembali] "Pikirkan cara penerimaanmu sendiri!"
[Lincoln dan Lola berkelahi untuk koin, mereka tidak sengaja menjatuhkan wienerschnitzel dari atas meja. Ketika mulai meluncur ke lantai, Lynn Sr. memperhatikannya jatuh dan meluncur ke arahnya untuk menangkapnya.]
Lynn Sr.: "Tidak! Tidak, tidak, tidak, tidak!" [para saudari melihat ayah mereka, yang baru saja menyelamatkan wienerschnitzel pada waktunya.] "Whew! Hampir saja. Ayah nyaris terpaksa memesan piza. Ha ha."
[Lynn Sr. meninggalkan adegan. Ketika para saudari duduk kembali, Lincoln tiba-tiba memikirkan sesuatu.]


[Di kamar mandi, para saudari bersiap untuk tidur.]
Leni: "Semuanya, aku butuh pakaian untuk makan malam besok." [memegang gaun ungu] "Apa motif ini cocok dengan goulash?"
Lincoln: [datang] "Tidak masalah, karena kita tidak akan makan goulash besok."
Lori: "Kita akan makan goulash, Lincoln. Kita makan itu setiap hari Kamis, dan tidak ada yang bisa kita lakukan soal itu."
Lucy: "Dia benar. Itu ada di puisiku." [mengambil puisinya] "Makan malam. Tujuh hidangan sama. Bagaimana menerimanya? Menyerahlah satu-satunya cara. Makan malam."
[Saudari lain setuju]
Leni: "Itu benar."
Luna: "Kau benar, dik!"
Lisa: "Kata yang bijak."
Lincoln: "Baiklah. Kurasa tidak ada yang mau...piza~."
[Para saudari terkesiap dan Lana muncul dari belakang toilet dengan perlengkapan selam.]
Lana: "Seseorang mengatakan "piza"?"
Lincoln: "Saat makanannya jatuh dari meja, Ayah bilang dia nyaris memesan piza. Kalau kita sabotase makan malam besok, itu yang kita dapatkan. Ayo berkumpul." [Lana melompat keluar dari toilet yang membuat dia dan saudarinya jijik.] "Lana, tolong bersihkan dirimu dulu?"


[Besoknya, Lynn Sr. pulang dari supermarket dengan belanjaan.]
Lynn Sr.: [bernyanyi] "♫Pulang dari toko makanan, akan memasak goulash-ku / Banyak mi, tomat, dan juga daging, akan kumasak goulash-♫"
Lincoln: [pura-pura ingin tahu] "Hei, Ayah! Ada sesuatu yang membuatku bertanya-tanya. Kenapa Ayah membuat goulash setiap hari Kamis?"
Lynn Sr.: [tertawa] "Oh, nak. Ini kisah lucu. Hari Kamis itu sedikit rumit. Tidak banyak makanan yang berawalan "TH"." [Sementara dia tidak melihat, Lisa menggunakan drone untuk mengambil daging dan Lana menggunakan pancingnya untuk mengambil mi.] "Ada makanan Thai, tapi santan kelapa tidak baik untuk perut Ayah ini, jika kau mengerti." [Lynn menukik dan mengambil tomat dan Luna memotong lubang di tas belanja untuk menjatuhkan bawang dan memasukkannya ke dalam popok Lily.] "Dan salad tiga kacang; itu tiga kali lebih buruk, bukan? Ada hidangan Yunani bernama domba Thessalonikian, tapi ibumu menganggapnya aneh."
Lincoln: [melihat saudarinya telah melakukan bagian mereka] "Ayah benar. Itu kisah yang lucu. Aku harus pergi!" [keluar]
Lynn Sr: "Tapi, nak, Ayah belum cerita tentang tumis spesies terancam punah! Itu sangat langka! Mengerti?"
[Di dalam kotak roti, kamera roti palsu merekam tindakan Lynn Sr. dan anak-anak memeriksanya melalui laptop di kamar Lori dan Leni.]
Lincoln: "Kerja bagus, tim! Kalau perhitunganku benar, Ayah harusnya pesan piza dalam waktu..." [mengecek jam tangan] "...kurang dari 15 detik."
[Lynn Sr. mengecek belanjaan dan hanya menemukan jeruk di dalamnya]
Lynn Sr.: [bingung] "Ini jeruk? Kemana semua bahan goulash-ku? Aku tahu aku membelinya karena menyanyikannya! Astaga!" [mengeluh] "Kurasa aku terpaksa..."
Lincoln: "Tiga, dua, satu."
Lynn Sr.: "...kembali ke toko!"
Saudari: [kecewa] "Aw..."
Lisa: "Sudah aku duga seharusnya aku bius Ayah. Orang pingsan tidak bisa membuat goulash."
Lana: [mengangkat paku keling ke setir mobil] "Jangan khawatir. Ayah tidak akan pergi kemanapun."
[Kemudi lepas]
Lynn Sr.: "Heh! Menurut horoskop, Libra harus mengharapkan yang tidak terduga hari ini." [kembali ke dalam rumah] "Kabar buruk, anak-anak. Ayah terpaksa membatalkan goulash malam ini."
Anak-anak: [berpura-pura kecewa] "Aw..."
Luan: "Sayang sekali."
Lynn: "Sayang sekali."
Lori: "Aku butuh waktu sebentar."
Lynn Sr.: "Tapi untungnya, Ayah kalian punya rencana cadangan."
Lola: "Akan kuambilkan teleponnya, Ayah!"
Lynn Sr.: "Ayah...membuat menu besok untuk hari ini! Sosis dan kacang Jumat untuk Kamis. Rasakan itu, horoskop!" [keluar]
Lisa: "Akan kuambil kloroformnya."
[Lynn Sr. mengambil kacang di dapur]
Lynn Sr.: [bernyanyi] "♫Sosis / Doo doo / kacang / Doo doo doo / Sosis, yeah, yeah, / Kacang kacang kacang, dan cang cang cang♫"
[Lincoln muncul dengan headphone.]
Lincoln: "Keju Besar pada Taburan. Sasaran di posisi. Cepat bergerak."
Luan: [mengambil speaker] "Hati-hati, semuanya. Tidak boleh ada kesalahpaham-ayaman." [tertawa]
Lincoln: "Luan, saluran ini bukan untuk lelucon!"
[Lynn melemparkan bumerangnya ke dapur dan mengambil sekaleng kacang. Lana meminta Hops mengambil kaleng lain dengan lidahnya. Lisa menarik yang terakhir, dan juga ikat pinggang ayahnya, dengan magnet. Celana Lynn Sr. jatuh.]
Lynn Sr.: [memperhatikan] "Apa? Kacang panggangku! Apa yang terjadi? Kurasa harus kulakukan ini." [Lincoln memanggil tempat piza melalui panggilan cepat] "Membuat sosis dan kacang lima!"
[Anak-anak mengerang pada tekad ayah mereka. Lynn Sr. memeriksa laci untuk pembuka kaleng tetapi tidak dapat menemukannya]
Lynn Sr.: "Dimana pembuka kaleng kita?"
[Luan menyelinap keluar dan Lynn Sr. membuka kaleng dengan gigi Geo.]
Lynn Sr.: "Ah, terima kasih, Geo. Kejeniusan Lynn memang hebat.
[Luan mengibaskan kepalan tangannya dengan marah.]
Lynn Sr.:
[mencari pisau] "Dimana pisaunya?" [memegang bungkus-bungkus sosis] "Ada 20 hot dog untuk diiris!"
[Lori menyelinap mengambil pisau, dan Lynn Sr. memotong sosis dengan sepatu es. Leni memberikan penampilannya 10 sempurna; Lincoln memukul papan skor dari tangannya. Lynn Sr. akan memasukkan buah cincang ke dalam panci, tetapi menemukan beberapa tamu yang tidak terduga.]
Lynn Sr.: "Ah! Rakun dalam panci!"
[kini dengan sosis dalam sepiring casserole] "Tidak masalah. Kita buat casserole."
[Ia mencoba membuka oven, tapi pegangannya macet dan putus. Luna memegang sebotol lem, menunjukkan bahwa itu pekerjaannya. Sekarang, Lynn Sr. memasukkan bahan ke teko kopi.]
Lynn Sr.: "Aku akan panaskan dalam teko kopi. Mengandung kacang lama."
[Tepat ketika dia menyalakan teko kopi, Lola menarik kabel listrik dengan mobil putrinya yang terikat dan mematikan listrik ke rumah.]
Lynn Sr.: "Ya ampun."
Lincoln: "Aku bangga dengan kalian. Situasinya sempat tidak pasti, tapi kita semua bertahan, dan-"
Lynn Sr.: "Makan malam siap!"
[bernyanyi] "♫Sosis dan kacang lima, kacang ♫"
Kids:
[ternganga keheranan] "APA?!"
Lynn Sr.: "Ini tidak terlalu panas, tapi Ayah lebih suka kacang dingin daripada sepiring kegagalan."
[Sebagai upaya terakhir, Lily melemparkan mainannya tepat di lantai, membuat Lynn Sr. tersandung dan menjatuhkan piring yang dimakan rakun dengan cepat.]
Lynn Sr.:
[dikalahkan] "Tolong ambilkan teleponnya..."
[Anak-anak tersenyum dan meletakkan tiga kotak piza di atas meja.]
Lincoln: "Ya! Piza!"
[Lincoln mengambil sepotong dan semua bergembira.]
Lucy:
[merevisi puisinya] "Makan malam. Goulash lagi? Tidak mau. Sepotong piza; rasanya seperti harapan. Makan malam." [menumpahkan tetes air mata kebahagiaan berbentuk sepotong piza.]


[Setelah makan malam, Lincoln bersantai di kamarnya.]
Lincoln: [pada pemirsa] "Wow. Malam yang hebat. Mungkin minggu depan kami bisa membuat Ayah memesan hidangan Tionghoa."
Lynn Sr.: [di belakang layar dan marah] "KENAPA ADA DAGING DI SEPATUKU?!"
Lincoln: [tertangkap] "Ya ampun."
[Sandal tertutup daging diperlihatkan dan orang tua tidak senang dengan anak-anak mereka.]
Rita: "Apa ada yang mau mengatakan sesuatu?"
Lincoln: [berbisik] "Leni, kenapa kau sembunyikan daging di sandal yang dipakai Ayah setiap malam?"
Leni: [berbisik] "Karena sakunya penuh."
Lynn Sr.: [mengambil pasta dari sakunya] "Apa ini? Pasta? Tolong jelaskan kenapa Ayah memakai goulash?"
Lincoln: "Kami melakukannya, Ayah. Kami menyabotase makan malam agar ayah memesan piza." [orang tuanya terkesiap] "Kami sangat menyesal. Tapi hidangan yang sama berulang-ulang kali itu membuat kami merasa bosan."
Rita: [Tidak senang] "Kalian tidak tahu sulitnya memasak tujuh hidangan bernutrisi setiap minggunya untuk 13 orang dengan anggaran terbatas. Menurut Ibu, Ayah melakukannya dengan baik."
Lynn Sr.: [berterima kasih] "Aw, itu sangat berarti, sayang."
Rita: "Kalian akan mengerti saat kalian memasak untuk keluarga kalian."
Lincoln: "Memasak untuk keluarga sendiri? Itu dia! Kami akan masak makan malam besok. Kami punya banyak ide. Ayah istirahat, kami buatkan sesuatu yang lezat dan menunjukkan bahwa tidak sulit mencampur menu."
[Orang tua mereka menerima sebentar.]
Lynn Sr.: "Ayah setuju."
[Ketika mereka pergi, terungkap bahwa Leni menyembunyikan sayuran di jubahnya dan dia mengambil bawang dari dalamnya.]
Leni: "Ooh! Kita bisa gunakan bawang bombai ini."


[Malam berikutnya, anak-anak bersiap untuk membuat makan malam dan Lincoln mengeluarkan roti dan keju.]
Lincoln: "Ingat, semuanya, ini tidak sekadar makan malam hari ini. Keju panggang ini harus mengubah hati dan pikiran."
Lola: "Keju panggang? Aku ingin membuat kue!"
Lori: "Aku tidak bisa makan kue untuk makan malam. Aku bisa sakit!"
Luna: "Ayo kita buat pai shepherd! Itu adalah kesukaan Mick Swagger."
Leni: "Semuanya, aku tahu. Ayo masak goulash!"
Lincoln: "Kita lakukan semua ini agar tidak perlu makan goulash!"
Leni: "Sekarang aku merindukannya."
Lisa: "Boleh kusarankan sesuatu yang lebih menakjubkan? Mungkin vichyssoise?"
Lynn: [membuat suara bel] "Kita butuh bahan bakar tubuh. Akan kubuatkan protein kocok."
Lola: "Otakmu pasti terkocok, aku tidak mau minum muntahan itu."
Lana: [bersemangat] "Tunggu! Kita bisa minum muntahan?"
[Semua anak mulai berdebat tentang apa yang harus dibuat.]
Lincoln: "Protein kocok!"
Lola: "Kue!"
[Lori memukulkan panci dan sendok bersamaan untuk mendapatkan perhatian mereka.]
Lori: "Semuanya, tolong hentikan! Kita buat seadanya. Semua membuat hidangan masing-masing."
Lincoln: "Ide bagus. Jadi kita tidak perlu bertengkar."
[Adegan dipotong saat mereka semua membuat dapur berantakan. Lucy dan Lana berebut telur.]
Lana: "Ini punyaku! Aku membutuhkannya untuk telur orak-arik!"
Lucy: "Ya, aku butuh untuk telur isiku."
[Kekuatan mereka menyebabkan telur pecah dan kuning telur mendarat di kepala Lily.]
Luan: "Keberatan jika aku merebusnya?" [tertawa dan mengambil kuning telur ke mangkuk] "Mengerti?"
[Lily menertawakan lelucon itu. Luan pergi ke meja dapur dan blender itu mengeluarkan protein kocok Lynn yang mengguncang seluruh wajah Luan, menyebabkannya tersandung ke Lincoln dengan keju panggang. Lori kemudian tersandung dan tergelincir di lemari es, dan tertimpa isi kulkas.]
Lori: [sakit] "Benar?"
[Leni mencoba menggunakan microwave, tetapi sirkuit pendek dan memicu detektor asap dan Luna mengambil linen untuk meniup asap dari itu, tetapi linen mengenai panci berisi vichyssoise Lisa yang kemudian tumpah.]
Lisa: "VICHYSSOISE-KU!"
[Ketika Luna gagal menjauhkan asapnya, Lynn memukul detektor itu dengan jaring lacrosse-nya, tetapi detektor itu menabrak kue Lola.]
Lola: [terengah-engah dengan wajah penuh kue] "KUEKU!"
[Marah, Lola menyerang Lynn dan Luna dan awan perkelahian membawa ke seluruh anak-anak di dapur. Sementara itu, Lynn Sr. dan Rita berada di ruang makan menunggu.]
Lynn Sr.: "Anak-anak? Semuanya baik-baik saja?"
[Anak-anak berhenti berkelahi dan dengan tenang mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.]
Leni: "Oh ya, luar biasa!"
Lana: "Super!"
Lynn Sr.: "Bagus! Ayah dan Ibu mulai lapar! Aku harap kalian sudah siap menyajikannya!"
Lori: "Semuanya, kita tidak masak apapun!"
Lincoln: "Dengar, kita tidak boleh gagal! Kita harus sajikan sesuatu, atau kita akan mendapat tujuh hidangan itu selamanya!"
[Para saudari mengangguk setuju]


[Makan malam]
Lynn Sr.: "Oh Wow. Kalian membuat, uh..."
[Hidangan ini adalah campuran aneh dari berbagai makanan yang mereka gabungkan menjadi satu pada menit terakhir.]
Lisa: "Kentang."
Lori: "Quinoa."
Luan: "Kalkun."
Lucy: "Ayam."
Luna: "Daging gulung."
Lynn: "Bologni."
Lola: "Taburan."
Lincoln: "Sereal."
Leni: "Goulash."
Lana: "Muntahan."
[Rita dan Lynn Sr. terlihat tidak yakin]
Lincoln: "Baiklah, selamat makan!"
[Mereka semua dengan gugup mengambil sesendok makanan dan menggigitnya. Rita mual, jelas tidak menyukainya.]
Rita: [berusaha untuk tidak mengecewakan anak-anaknya] "Mmm, ini, uh..."
[Dia mual lagi dan anak-anak semua memuntahkannya dan menunjukkan betapa rasanya benar-benar mengerikan.]
Lincoln: "Ayah, Ibu, kami minta maaf. Kalian benar. Memasak untuk orang sebanyak ini memang sulit. Kami tidak akan mengeluh tentang masakan kalian."
[Para saudari setuju]
Lana: "Kami janji."
Luan: "Maafkan kami"
Lola: "Aku tidak akan menjaga janji itu." [tersenyum polos]
Lynn: "Setelah kami semua memahami itu, bisakah kita pesan piza?"
Saudara: [bersemangat] "Piza!"
Lana: "Indian!"
Rita: "Maaf, anak-anak. Anggaran makan kita minggu ini sudah habis."
Lana: "Jadi kita tidak akan makan malam?"
Lynn Sr.: "Omong kosong! Kebutuhan adalah sumber Lynn-ovasi! Ayo ke dapur!"
[Dapur yang berantakan]
Lynn Sr.: "Jadi, apa yang kita punya?"
[Anak-anak memeriksa untuk melihat apa yang tersisa.]
Lincoln: "Kutemukan setoples zaitun!"
Lori: "Masih ada sedikit mustard di sendok ini."
Lynn: "Dan aku punya potongan camilan sehat."
Luna: "Dan aku punya ini!"
Luan: "Ooh! Mana?" [Luna memegang gitarnya] "Oh. Maksudmu yang itu?"
[Luna mulai bermain gitar ketika Lynn Sr. mulai memasak.]
Lynn Sr.: "Zaitun." [memegang setoples zaitun] "Lada." [memegang lada] "Loyang." [memegang setengah loyang] "Separuh loyang lain." [memegang setengahnya yang lain] "Lakban. Cepatlah, cepat!"
[Lily membawakan lakban padanya, Luna tetap bermain gitar, dan Luan mengusap keringatnya.]
Leni: "Ayah sedang membuat apa?"
Lynn Sr.: "Ayah tidak yakin, tapi sebut saja...Casserole Keluarga Loud!" [memegang casserole berisi zaitun, lada, camilan sehat, mustard, and apapun di dalamnya.]
Leni: "Ooh! Aku punya pakaian yang cocok untuk itu!"


[Kemudian, setelah makan malam, semua orang kenyang dan puas dan Leni mengenakan gaun merah.]
Rita: "Sayang, ini lezat sekali."
[Anak-anak setuju]
Lola: Luar biasa!
Leni: "Menakjubkan!"
Lynn Sr.: "Terima kasih. Kurasa kalian benar. Sudah waktunya Ayah mencampur menu."
Anak-anak: [bersemangat] "Sungguh?!"
Lynn Sr.: "Yap. Bahkan, Ayah akan ke toko saat ini untuk membeli bahan-bahan baru."
[Dia menuju ke mobil dan anak-anak bersorak akhirnya menyiapkan makan malam baru, tetapi terjadi kecelakaan mobil di luar layar.]
Lana: "Oops. Heh, heh." [memegang pedal rem] "Lupa memasang pedal remnya lagi." [tersenyum gugup]


L - B - S Transkrip episode The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.