FANDOM


Berikut ini adalah transkrip untuk episode "Foto yang Sempurna".

Transkrip

Lincoln: [Kepada penonton pada saat membuat sesuatu] Kunci untuk hadiah hari jadi yang sempurna untuk orangtuamu sederhana. Ketahui penontonku, dan karena orangtuaku suka yang kuberikan, kubuatkan hadiah yang sama setiap tahun: Gelas kopi yang hebat ini!
Lori: "Gelas kopi? Aku pikir pemberat kertas."
Lynn: "Pemberat kertas? Benda itu pasti tempat pensil."
Lisa: "Uh tidak. Jelas itu patung dada filsuf Jerman Immanuel Kant."
Luan: "Aku tidak bisa mengatakan benda apa itu." [tertawa]
Lola: "Tidak ada seorang pun yang tahu benda apa itu. Tidak heran ibu dan ayah melemparkan semua hadiah lamamu ke loteng." [para saudari terkejut dari apa yang Lola katakan dan Luna menutup mulutnya] Lincoln: "Apa?"


[Di loteng]
Lincoln: "Aku yakin Lola pasti bercanda. Ibu dan ayah suka pemberat kertasku, maksudku, gelas kopi!" [melihat sebuah kotak] "Apa ini? "DO NOT OPEN! (JANGAN DIBUKA!)" Baiklah." [membukanya dan tahu bahwa Lola mengatakan yang sebenarnya dan terkejut] "Benar... Ibu dan ayah tidak suka hadiahku!"
[Luna dan Lucy melihat gelas yang Lincoln telah kerjakan]
Luna: "Jika menolehkan kepalamu dan mengedip, hampir terlihat seperti bibi Shirley."
[Gambar bibi Shirley muncul dan teriakan horor terdengar pada kemunculannya.]
Lucy: "Atau hati yang meradang."
Lori: "Saat dia menyedihkan begini, sangat menyenangkan bisa mengejeknya."
Lincoln: [terejek] "Aku bisa mendengarmu!"
Para saudari: "Kami tahu!"
[Lincoln menepuk kepala dengan kesal.]
Lincoln: "Besok hari jadi ibu dan ayah. Apa yang akan aku lakukan?"
[Ia menduduki sebuah kotak yang menyebabkan kilatan kamera. Ia menyelidikinya dan menemukan kamera lama ayahnya dan melihat masih ada sedikit film di dalam kamera.]
Lincoln: "Oh, kurasa sebuah ide berkembang!" [berjalan mundur dan jatuh dari tangga] "Aku tahu hadiah sempura untuk ibu dan ayah!" [memegang kamera] "Ta-da!"
Lana: "Memberikan mereka kamera tua ayah?"
Lola: "Wow! Kau murahan.
Lincoln: "Tidak, bukan kameranya! Fotografi, foto kita semua!"
Lori: "Kenapa pakai benda tua itu saat kau bisa pakai ponsel?" [memegang ponselnya]
Lincoln: [dengan perasaan membela] "Karena itu akan seperti melukis Mona Lisa dengan krayon."
Lori: "Wow. Mungkin tahun ini kau tidak menghancurkan jiwa ibu dan ayah."
Lincoln: [dengan perasaan sarkastik] "Terima kasih atas pernyataannya." [dengan semangat] "Semua, ayo ke halaman belakang!"
[Semuanya pergi keluar.]


[Halaman belakang. Lincoln mengatur kameranya agar memastikan semuanya, anak-anak dan hewan peliharaannya, tetap berada di satu gambar.]
Lincoln: "Baiklah, itu dia. Leni, geser ke kiri." [Leni bergeser ke kanan, yang mana kiri Lincoln.] "Kirimu yang "lain"." [Leni bergeser ke kiri.] "Sempurna! Seseorang gendong Lily." [Lucy menggendongnya dan menaruhnya kembali di dalam gambar.] "Terima kasih. Bagus. Hanya harus mengatur waktunya, dan..." [mengatur waktunya dan ikut bergabung dalam pengambilan foto.] "Semuanya, tersenyum!"
Anak-anak Loud: [saat tersenyum lebar] "Senyuuuuuuuuuuuuu..."
[Kameranya masih belum memotret.]
Lynn: [menahan senyumnya] "Kapan flashnya menyala? Rahangku mulai keram!"
Anak-anak Loud: "...uuuuuuuuuuu..."
Lincoln: [menahan senyumnya] "Sebentar lagi!"
Anak-anak Loud: "...uuuuuuu..."
Lori: [menyerah] "Sudah kuduga ini akan terjadi." [mengeluarkan ponselnya] "Ayo kita swafoto saja."
Leni: [mengeluarkannya juga] "Setuju!"
Lincoln: "Tidak, tunggu, jangan!"
[Lori dan Leni berswafoto dengan Lincoln terkena kilatan dan merasa pusing.]
Lincoln: "Ugh!"
Luan: "Aku tahu apa yang foto ini butuhkan." [mengenakan kacamata hidung kumisnya dan tertawa.]
Lincoln: "Ayolah, Luan. Kau tidak bisa kenakan itu di foto."
Luan: "Oh, jangan jadi seperti Groucho." [tertawa dan meremas cerutu palsu]
Luna: [dengan gitarnya] "Foto ini butuh sedikit irama."
Lincoln: "Tidak tidak tidak! Foto itu tidak punya--"
[Luna memainkan nada yang keras dan mendorong Lincoln pergi.]
Lincoln: "BUNYI!" [terjatuh]
Lola: "Kau menghancurkan fotonya! Mungkin kau harus lepas topi jelek itu."
Lana: "Mungkin kau harus lepas wajah jelek itu!"
[Lana melemparkan lumpur ke Lola namun Lola menunduk dan justru kena Lincoln.]
Lincoln: [melihat Lily telanjang] "Lily! Ada di mana popokmu!"
[Pemotretan jadi kacau dengan para perempuan dan hewan peliharaan urus diri sendiri.]
Lincoln: "Semuanya, tolong! Bisakah kita tenang?!"
[Kameranya memotret.]


[Lincoln melihat foto yang diambil dengan perasaan cemas.]
Lincoln: "Lihatlah. Kita seperti gambar ketidakwarasan. Aku tidak bisa berikan kepada ibu dan ayah. " [memegang gelas kopi] "Ini lebih buruk dari bibi Shirley. Argh! Maksudku, gelas kopiku! Aku harus berikan mereka foto yang baik." [dapat ide] "Foto yang sempurna! Waktunya foto ulang!"
[Kamar Lola dan Lana. Lola telah berias.]
Lola: "Cermin, cermin di tanganku. Siapa yang tercantik di negeriku?"
[Lana muncul dari lemari baju berlumuran dengan lumpur]
Lana: "Bukan kau, Mudzilla menangkapmu!"
[Lana mengaum dan Lola berteriak ketakutan. Lincoln menyemprot Lana dengan air.]
Lana: [batuk] "Hei! Kau mencuci lumpurku!"
Lola: "Ha ha! Kau disemprot--"
[Lincoln menyemprotnya juga.]
Lincoln: "Sempurna!"
Lola: "Hei! Kau menghapus riasanku!"
Lincoln: "Berita bagus, semua! Kita akan berfoto keluarga lagi!"
Para kembar: "Tapi kita sudah foto tadi!"
[Lincoln mengikat mereka dengan selang dan menyeretnya ke halaman belakang.]
Lincoln: "Tetap di sini. Tidak ada lagi lumpur atau riasan."
Para kembar: "Apa?!"
Lincoln: "Terima kasih atas pengertiannya."
[Si kembar cemberut. Lincoln bicara dengan Lily.]
Lincoln: "Dengar, aku setuju mengekspresikan diri, tapi foto ini harus terlihat sempurna. Jadi aku butuh kau untuk tetap memakai popok." [Lily mengoceh] "Terima kasih atas pengertiannya." [memakaikan popoknya]
Lily: [melepaskan popoknya dan melemparkannya kepada Lincoln] "Poo-poo." [berjalan sekitar]
Lincoln: "Pasangkan saja penitinya sekarang..."
[Lisa mengerjakan penelitiannya.]
Lisa: "Jika hipotenus dari segitiga yang benar artinya proporsional antara tiap bagian maka--"
Lincoln: "Hei, Lisa! Kita akan berfoto keluarga lagi. Hilangkan kacamata dan lakukan sesuatu dengan rambutmu?" [mengubah rambut Lisa dalam gaya yang berbeda seperti gondrong, afro ataupun bertanduk hingga dia mengembalikan rambutnya seperti semula.] "Atau hanya hilangkan kacamatanya." [mengambil kacamatanya]
Lisa: [tidak bisa melihat] "Tapi Lincoln, astigmatismeku!" [terjatuh dari tangga] "Tidak apa-apa! Hanya retak di rambutnya saja!"
Leni: "Apa aku dengar kita akan mengambil foto lagi? Yay!" [kacamata hitamnya terjatuh di matanya] "Uh-oh. Aku rasa kita harus menunggu sampai gerhana matahari selesai."
[Lincoln terlihat jengkel dan melepaskan kacamata hitamnya.]
Leni: "Wow. Kau seperti kadal. Atau pria..."
[Lincoln mendapat ide menukar kacamatanya dan memberikan kacamata Lisa kepada Leni.]
Lincoln: "Mungkin kau harus pakai ini untuk foto, Leni. Ini membuatmu terlihat, um, jauh lebih pintar dari biasanya."
Leni: [tidak bisa melihat] "Wow! Terima kasih!" [terjatuh dari tangga] "Aku tidak apa apa. Aku mendarat di Lisa!"
Lisa: "Baiklah, sekarang rusak patah terus!"
[Lincoln tepuk kepala dan menyeret dua saudari yang tidak bisa lihat, berpikiran berlawanan untuk pemotretan ulang.]
Lincoln: "Baiklah, tetap di sini." [pergi]
Leni: "Tapi..."
Lincoln: "Ini es, dan perban!" [melemparnya kepada saudari-saudarinya yang tidak bisa lihat yang masih menunggu, tidak menyadarinya]
Leni & Lisa: "Baik! Lemparlah!"
[Kamar Lucy dan Lynn]
Lincoln: "Baiklah semuanya, waktunya mengambil foto yang baru."
Lynn: "Foto baru? Tidak mau."
[Lincoln mengambil bola rugbinya dan dia mulai bertingkah seperti anjing yang bersemangat.]
Lincoln: "Kau siap, Lynn? Tangkap, Lynn!"
[Lynn langsung berlari seperti anjing ke pemotretan ulang. Lincoln melempar bolanya dan dia menangkapnya dengan mulut.]
Lincoln: "Bagus, Lynn! Jangan bergerak!"
[Dia mengambil buku seram punya Lucy dan memegang buku tersebut dengannya, mengantarnya ke pemotretan ulang.]
Lucy: [tidak menyadari keadaan sekitar] "Kapan rumput masuk ke kamar?"
[Kamar Luna dan Luan]
Lincoln: "Waktunya mengambil foto baru!"
Luna: "Bagus! Biar kuambil kapakku."
Luan: "Akan kuambil hidung lucu dan kacamataku."
[Namun, mereka melihat barang-barang mereka hilang]
Luna: "Hei! Di mana kapakku?"
Luan: "Dan di mana kacamataku?"
Lincoln: "Uh, barang konyol tidak boleh ada di foto. Barang kalian akan kembali setelah berfoto."
Luna: "Kau mengambil barang kami?"
Luan: "Kalau begitu kita tidak akan berfoto!"
Lincoln: "Hmm... Pasti menyesal kalau sesuatu terjadi pada barang kalian."
[Luna dan Luan terkejut dan menuju ke pemotretan ulang dengan pose yang sama]
Luna: "Foto ini sudah mengubahmu, dik."
Lori: "Itu sebabnya aku tidak ingin berfoto."
Lincoln: "Ya karena itulah sebabnya aku bebas menggantikanmu."
Lori: [murka] "Kau bilang apa?!"
[Bel pintu berbunyi dan Lincoln menjawabnya. Ada seorang perempuan yang terlihat seperti Lori di depan pintu.]
Lincoln: [dengan senyum] "Oh, Lori. Aku yakin kau kenal Carol Pingrey. Bukankah dia yang jadi ratu penyambutan?"
[Lori menutup pintu di depan Carol.]
Lori: [dengan segan hati] "Ayo selesaikan ini."


[Pemotretan ulang. Para saudari tidak senang dengan hal ini.]
Lincoln: "Baiklah, semuanya semangat? Aku juga!" [melihat Lily berjalan telanjang.] "Ah! Di sana kau!" [menggendongnya dan merekatkan popoknya.] "Kau tidak akan melepaskan popoknya! Baiklah peliharaan, kalian masuklah!"
[Masuklah hewan peliharaan dengan segan hati.]
Lincoln: "Baik, sudah hampir selesai. Hanya sedikit perbaikan." [mengambil sebungkus marshmallow dan mengambil dua.] "Bukalah!"
[Lola membuka mulutnya dan Lincoln meletakan kedua marshmallow diantara celah gigi.]
Lincoln: "Kau juga!"
[Lincoln melakukan yang sama kepada Lana seperti yang dia lakukan kepada Lola. Si kembar kini melihat betapa konyolnya mereka dengan marshmallow tersebut.]
Kembar: [dengan cadel] "Kau tampak konyol!"
[Lincoln memberikan dot bayi dengan gambar senyuman besar ke mulut Lily.]
Lincoln: [membujuk Lynn] "Baiklah, berikan, dik."
[Lynn menggeram tidak mau dan Lincoln memberi perintah "jatuhkan" dan dia menurutinya. Kemudian Lincoln melihat rambut Luna.]
Luna: [dengan perasaan kesal] "Apa?"
Lincoln: "Rambutmu."
Luna: "Kenapa memangnya?"
[Lincoln memakaikan wig yang besar dan panjang padanya]
Luna: "Tapi rambut ini bukan aku!"
Leni: "Dan kacamata ini bukan aku juga."
Lincoln: "Percaya padaku. Kalian kelihatan hebat. Baiklah, Lucy. Aku mau kau tersenyum."
Lucy: "Aku rasa itu tidak akan terjadi."
Lisa: "Aku tidak bisa melihat apapun!"
Lincoln: [membujuk Lucy] "Kau tahu, dikatakan bahwa memotret seseorang sebenarnya mencuri jiwa mereka."
Lucy: "Oh?"
Lincoln: "Iya! Pikirkan. Jiwamu terjebak dan tersiksa di dalam kamera untuk selamanya."
[Lucy memberikan sedikit senyuman.]
Lincoln: "Nah cukup. Baiklah, kurasa sudah siap." [memeriksa] "Hmm... Masih butuh sesuatu untuk satukan mereka. Aku tahu!"
[Semuanya kini memakai mantel yang sama.]
Lincoln: "Sekarang ini foto yang sempurna."
Lori: "Ada apa dengan foto lainnya?"
Lincoln: [ragu] "Oh, ya, um, itu agak, kalian semua sedikit..."
Lori: [dengan perasaan jengkel] "Sedikit apa, Lincoln?"
Lincoln: "Jadi, diri kalian?"
[Para saudari tersinggung oleh alasan itu dan mencerca Lincoln atas alasan tersebut]
Lori: "Oh, jadi itu alasannya. Kau tidak suka kami apa adanya?"
Lincoln: [kehabisan kata-kata] "Ya, aku-- Kau lihat, Itu untuk mengatakan aku..."
Lori: [dengan perasaan menyindir] "Baiklah semuanya, pasang senyuman sempurna untuk foto sempurna Lincoln, karena kita dilarang untuk foto untuk menjadi diri sendiri!"
[Para saudari tersenyum seperti yang Lincoln inginkan]
Para saudari: "Senyuuuuuuuuuuuuu..."
Lincoln: [berbicara saat yang lain tersenyum.] "Lori, aku tidak bermaksud, um..." [melihat senyuman mereka] "Sebenarnya, ini cukup sempurna."
[Mereka semua menahan senyuman mereka dan fotonya diambil.]
Lincoln: "Terima kasih banyak, semua! Sungguh kuhargai--" [melihat saudarinya dan hewna peliharaannya pergi.] "Semuanya? Semuanya? Huh. Kurasa mereka melakukan hal yang lain."


[Lincoln dapat fotonya dibingkai]
Lincoln: "Hariku memberikan hari jadi sudah berakhir." [melihat saudarinya membuang semua mantel sama ke tempat sampah tapi fokus ke foto.] "Ibu dan ayah akan suka ini! Lihat kami, seperti gambaran kesempurnaan."
Lola: [sudah berias kembali] "Cermin, cermin di tanganku. Siapa yang tercantik di negeriku?"
Lana: [berlumuran dengan lumpur sekali lagi] "Bukan kau, setelah monster lumpur menangkapmu!"
[Lana mengaum dan Lola berteriak. Namun daripada mengusik satu sama lain, mereka menganggapnya seperti permainan. Lincoln melihatnya dan melihat betapa senangnya mereka dan melihat senyuman mereka di foto sempurna.]
Lincoln: [masuk ke dalam] "Hei semuanya, fotonya sudah dibingkai!" [melihat Lucy membaca buku seramnya dan melihat senyumannya di foto.]
[Luan dan Lily bermain dan tertawa bersama. incoln melihatnya dan membayangkan senyuman mereka di foto. Kemudian dia melihat Luna asyik bermain musik rock dan melihat kembali senyumannya dan wig di foto. Lisa meneruskan studinya]
Lisa: "Planet ini, kemudian ditaruh di sana... Baik sekali..."
[Lincoln melihat dia belajar dan membayangkan bagaimana ia membuat Lisa tersenyum dan mengenakan kacamata hitam Leni. Leni dan Lori asyik berswafoto bersama. Lincoln ingat bagaimana ia membuat Leni mengenakan kacamata Lisa dan apa yang Lori katakan kepadanya untuk semuanya tersenyum palsu. Melihat saudarinya senang menjadi apa adanya membuat Lincoln memikirkan kembali keputusannya pada foto sempurnanya yang disebut-sebut.]


[Hari jadi orangtua mereka.]
Anak-anak Loud: "Selamat hari jadi!"
Rita: "Terima kasih, anak-anak."
Lynn Sr.: "Ooh. Hadiah siapa yang harus kami buka pertama?"
Lincoln: "Milikku!"
[Para saudari dan Charles merasa jengkel. Lincoln memberikan hadiahnya kepada orangtuanya.]
Lori: [dengan mengejek] "Oh, ayo adik-adik. Biarkan Lincoln berikan hadiah sempurnanya."
Luan: [juga dengan mengejek] "Iya. Aku berharap itu cukup sempurna."
[Rupanya Lincoln memberikan orangtuanya sebuah gambar yang diambil sebelumnya para saudari jadi diri mereka apa adanya.]
Rita: "Oh Lincoln, menakjubkan! Ini hadiah terbaik yang kami terima."
Lynn Sr.: "Ini akan ada di atas mantel mulai sekarang." [memajangnya]
[Para saudari bingung dan tidak senang dengan keputusan dadakannya.]
Lola: "Lincoln, kau ini payah! kau memberikan foto yang salah!"
Lori: "Iya! Sudah kuduga ini pasti akan terjadi."
Lincoln: "Tidak, kuberikan foto yang benar. Foto diri kalian yang sebenarnya. Yang sempurna.
[Para saudari memeluk Lincoln dengan rasa terima kasih dan bahagia.]
Para saudari: "Aww! Terima kasih, Lincoln!"
Lincoln: "Ngomong-ngomong, kalian mungkin ingin meletakkan semua hadiahnya di sini." [menunjukkan boks yang sebelumnya diisi gelas kopi yang dibuang, tersenyum.] "Karena semuanya akan kelihatan sangat payah dibanding hadiah terhebatku!"
[Para saudari menanggapi komentar tersebut dan mulai adu mulut dengannya, yang membuatn Lincoln tersenyum di wajahnya.]
Lincoln: "Ini sempurna."
Lily: [melempar popoknya ke Lincoln] "Poo-poo."

L - B - S Transkrip episode The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.