The LoudCasa Wiki
The LoudCasa Wiki

Berikut ini adalah transkrip episode "Membujuk Kara".

Transkrip[]

Paramount Global Transkrip berikut dimiliki oleh Paramount dan merupakan pengecualian untuk lisensi CC-BY-SA The LoudCasa Wiki. Transkrip ini disediakan secara lengkap sebagai sumber tinjauan dan referensi, yang kemungkinan besar termasuk dalam penggunaan wajar.

[Waktu makan siang di SMP Royal Woods. Teman-teman Lincoln sedang menikmati makan siang mereka saat Lincoln berlari menghampiri mereka]
Lincoln: "Teman-teman, aku baru baca sesuatu yang luar biasa di PPDS!"
Rusty: [Tidak mengetahui apa itu] "Pengumuman Dudley's Spaghetti?"
Zach: "Papan Penggemar David Steele."
[Lincoln mengangguk]
Lincoln: "Di sanalah aku, sedalam delapan puluh halaman, sudah terlambat sekolah, waktu aku baca bahwa satu-satunya salinan edisi yang hilang nomor tiga belas, David Steele: Terjebak di Sabuk Karat, ada di kota kita!"
[Teman-temannya terkejut saat mereka mendengarnya]
Clyde: "Kamu serius?"
Liam: "Apa?!"
Clyde: "Aku sudah lama ingin tahu bagaimana David bisa kabur dari pabrik mobil terbengkalai. Apa dia bertemu saudara kembarnya yang lama hilang?"
Rusty: "Jadi di mana komiknya?"
Lincoln: "Di Comic Book Nook."
Liam: "Oh, maksudmu toko keluarga anak baru itu?"
[Di seberang kantin, Kara sedang duduk sendirian dengan beberapa makanan kentang dan sebuah komik]
Lincoln: "Iya!"
Liam: "Ayo kita tanya Anak Baru itu apa kita boleh lihat."
[Anak laki-laki yang lainnya setuju]
Stella: "Namanya Kara, teman-teman."
Rusty: [Mengambil makanan stik kejunya] "Serahkan padaku." [Memakan segenggam stik keju dan menghadap ke muka Zach] "Karena aku yang paling keren di kelompok ini."
Zach: "Uh, Rusty, berhenti menyemburkan napas keju pedasmu padaku. Aku jadi ingin…" [Bersin]
Rusty: "Sepertinya itu masalahmu. Karena menurutku ini enak." [Berjalan menghampiri Kara] "Apa kabar, Kara? Aku sudah dengar tentang edisi tiga belas. Berapa besar peluang pria seperti aku melihatnya kapan-kapan?"
[Menggunakan tangannya yang berlumuran keju untuk melempar stik lainnya ke udara, tapi tidak mengenai mulutnya dan malah memantul di wajahnya. Sementara Kara berpikir]
Kara: "Hm. Coba aku hitung. Kalau aku masukkan nol peluang ditambah seumur hidupmu, sama dengan... nol persen."
[Mengangkat buku komiknya menutupi wajahnya sementara Rusty mengerang dan pergi]
Rusty: "Dia tidak izinkan."
Zach: "Pfft. Sepertinya itu masalahmu. Biar aku coba." [Zach menemui Kara] "Maafkan temanku, ya. Sudah jelas kamu hanya mengizinkan penilai komik sejati seperti aku untuk membaca… " [Bersin mengenai makanan kentang Kara] "Uh, camilan keju bodoh."
Kara: [Terganggu] "Uh, kamu boleh makan kentangku. Dan tidak aku izinkan. maaf." [Pergi] "Dah."
[Zach mengerang, dan sisa anggota geng menghampirinya]
Stella: "Tidak ada gunanya bertanya padanya." [Sarkas] "Padahal orang-orang terbaik kita yang maju."
Pak Bolhofner: "Tim Berita Aksi! Terima kasih sudah menayangkan beritaku. Guru-guru lain tidak tahu aku pernah lolos dari gua bawah air yang runtuh dengan kaki selaputku." [Melepas sepatunya] "Dan percayalah, mereka kagum."
[Pak Bolhofner sebenarnya mempunyai kaki selaput. Tim Berita Aksi merasa jijik. Tapi Lincoln mendapatkan ide]
Lincoln: "Tunggu! Aku jadi dapat ide!" [Melihat teman-temannya menatapinya] "Oh, jangan cemas. Tidak ada hubungannya dengan kaki Pak Bolhofner."
[Teman-temannya merasa lega]


[Kemudian, Kara sedang menaruh buku di lokernya dan menutup lokernya, menemukan Lincoln melihat padanya]
Kara: "Hah?" [Mengetahui bahwa Lincoln berteman dengan Rusty dan Zach] "Biar kutebak, Edisi Tiga Belas?"
Lincoln: "Hah? Apa? Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan. Aku mewakili Tim Berita Aksi. Mungkin, kamu tahu kami."
Kara: "Aku pernah nonton. Aku suka episode tentang kaki selaput Pak Bolhofner."
Lincoln: "Terima kasih! Omong-omong, kami ingin memfilmkan profil murid baru tentangmu, Kara. Minatmu, hobi, makanan favorit."
Kara: "Kenapa kalian mau lakukan itu?"
Lincoln: "Karena seru. Ini cara bagus agar semua orang mengenalmu. Kamu senggang, setelah, pulang sekolah… hari ini?"
Kara: "Aku kerja di toko komik keluargaku sepulang sekolah jadi…"
Lincoln: "Ya, sayang. Berarti tidak bisa. Kecuali, kalau kamu setuju, bisa syuting di sana?"
Kara: "Hm. Baiklah, sampai ketemu di sana."
[Pergi. Setelah dia tidak ada, Lincoln, yang tidak sabar ingin membaca Edisi Tiga Belas, mulai menari kegirangan]
Lincoln: "Ya! Berhasil. Be-be-berhasil."


[Kemudian, Tim Berita Aksi berkumpul di luar toko komik]
Lincoln: "Oke, tahu 'kan rencananya?." [Mengambil beberapa alat komunikasi telinga nirkabel] "Pakai earpiece ini supaya kita bisa komunikasi." [Mengambil satu dan menggunakannya di telinganya. Clyde, Stella, Rusty dan Liam masing-masing mengambil satu, hingga sisa satu] "Maaf, Zach, Lana mainkan punyamu dan jatuh ke mangkuk air Charles. Mungkin bisa…" [Zach menggunakan di telinganya, dan menyebabkan dia tersetrum dan terjatuh] "Kesetrum… kadang-kadang. Tapi setruman ringan, sih."
Zach: [Memakainya kembali] "Bicara sih gampang."
[Tiba-tiba saja, Kara membuka pintu depan, berpikir dia mendengar sesuatu]
Kara: [Curiga sedikit] "Kenapa kalian berdiri di luar?"
Clyde: "Sedang cari udara segar." [Menghirup napas dalam-dalam] "Sudah cukup."
[Mereka semua berlari ke dalam. Di dalam toko Kara memakan permen stroberinya dan duduk di belakang meja kasir sementara Tim Berita Aksi sedang bersiap-siap]
Liam: "Aku akan mendandanimu untuk kamera." [Mengambil sisir dan mulai menyisir rambut Kara. Tiba-tiba dia menemukan bekas luka di bawah telinga kanan Kara] "Wo-oo-ow, bekas luka yang keren."
Kara: "Oh, terima kasih. Keping hoki, saat aku lima tahun, kalau tidak salah."
[Anggota tim yang lainnya terpesona]
Rusty: "Wow, kamu main hoki?"
Clyde: "Wow."
Lincoln: "Keren sekali."
Stella: "Whoa."
[Setelah itu pintu terbuka di luar layar, mereka semua melihat seorang anak laki-laki kecil berjalan keluar dari ruang belakang mencoba terlihat keras. Anak laki-laki itu kemudian melihat apa yang terjadi dan tertawa sambil mendengus]
Josh: "Wow, kamu punya teman?"
Kara: [Jengkel] "Jangan ganggu kami, Josh." [Josh kemudian mencuri permen stroberi Kara dan kabur, tertawa dan meniupkan lembutung kepadanya. Kara menggoyang-goyangkan tangan kepadanya] "Berhenti mengambil camilanku!"
Lincoln: [Memahami keadaan] "Itu adikmu?" [Kara mengangguk] "Ya, aku juga punya banyak adik."
[Kara bersemangat lari dengan Liam mengikuti. Lincoln menyenggol Zach dan menunjuk ke arah ruang belakang. Zach mengedipkan mata]
Zach: "Hm. Kita butuh lebih banyak lampu. Aku akan cari sesuatu."
[Stella sudah menyiapkan kamera]
Liam: "Mulai merekam."
[Mereka memperbesar ke Clyde dan Lincoln duduk bersama Kara]
Lincoln: "Oke, Kara, apa hobimu?"
Kara: "Koleksi komik, jelas. Permainan papan, memancing di es. Oh, dan juga memasak resep yang ditulis orang di batu nisan."
Clyde: "Oh ya? Itu keren, dan mengerikan. Sudah buat apa saja?"
[Lincoln mendengar Zach di alat komunikasinya]
Zach: "Agen Gurdle melapor. Aku sudah masuk. Sekarang tunggu perkembangan."
Lincoln: "Roger." [Melihat Kara dan Clyde menatapinya, bertanya-tanya mengapa dia baru saja mengatakan itu] "Maksudku… burger. Pernah buat itu?"


[Di ruang belakang, Zach masuk dan mencari-cari]
Zach: "Aha!" [Pergi ke lemari dan menemukan sebuah kotak berisi komik-komik] "Mengaktifkan kecepatan super." [Melihat-lihat tumpukan buku dengan kecepatan kilat] "Ah! Jariku keram." [Melihat kotak berisi figur karakter dan terengah] "Apa itu Komandan Blork?" [Melupakan tentang komik dan mulai bermain dengan figur] "Letnan Satu Blech. Perwira Splork."
[Sudah melupakan misinya, Zach mulai bermain dengan beberapa figur karakter]


[Kembali di depan, Stella sedang memfilmkan Kara dan memperbesar sedikit lalu mengarah ke kiri]
Stella: "Tunggu." [Memperbesar lebih jelas ke sebuah bingkai foto tentang Kara menaiki perosotan air] "Kamu naik Big Dipper?"
[Kara melihat foto tersebut]
Kara: "Um, lima kali. Aku terobsesi dengan seluncuran air."
Rusty: "Memang apa hebatnya?"
Stella: "Tingginya seratus tiga puluh dua meter. Seluncuran air tertinggi di Amerika Utara."
Rusty: "Wow."
[Kara cekikikan. Tiba-tiba Lincoln mendengar Zach di alat komunikasinya lagi]
Zach: "Aku akan menghajarmu, tidak." [Membuat kebisingan lainnya] "Rasakan ini, cacing antariksa jahat!"
[Lincoln memutar matanya, mengetahui Zach sedang bermain-main]
Lincoln: "Zach jadi terusik."
[Lincoln memberi gestur saat Stella siap pergi]
Stella: "Oh, kakiku kesemutan. Harus jalan. Liam, lanjutkan syutingnya tanpa aku."
[Kara bertanya-tanya apa maksudnya itu, tapi Rusty hanya terkikih]


[Di ruang belakang, Zach sedang bermain dengan figur karakter saat pintunya terbuka. Dia melihat Stella menyolok padanya dan melempar figurnya]
Zach: [Cekikikan malu] "Aku sedang mencari komiknya."
Stella: "Mmm-hmm. Waktunya gantian."
[Zach kembali ke depan dengan sebuah senter]
Zach: "Dapat lampu lembut yang sempurna!"
[Menyinari senter kepada Rusty, Kara dan Lincoln dan itu sangat terang]


[Sementara itu, Stella sedang mencari-cari]
Stella: "Kalau ingin sembunyikan sesuatu berharga aku akan menaruhnya…" [Melihat sesuatu] "di sini." [Memindahkan beberapa tumpukan kardus dan menemukan sebuah pintu] "Hei, aku temukan kamar rahasia! Komiknya pasti di dalam. Tapi dikunci dengan papan tombol." [Rusty mendengar sisanya di alat komunikasinya] "Tanya sesuatu yang mungkin kombinasi angkanya."
Rusty: "Saatnya bagi Rusty untuk mengajukan pertanyaan panas." [Menghampiri Kara] "Kapan ulang tahunmu?"
Kara: "Dua puluh lima Juni."
Rusty: "Nol, enam, dua, lima. Keren. Keren."
Stella: [Melalui alat komunikasi] "Bukan itu, coba yang lain."
Rusty: "Uh, apa angka favorit ibumu? Ultah pernikahan orang tua?"
Kara: "Itu pertanyaan panasmu?"
Lincoln: "Batal, Stella, Rusty mengacau. Ayo gantian. Aku punya ide."
[Tiba-tiba Zach tersetrum lagi dan alat komunikasinya terjatuh. Kara melihat alat komunikasi memantul melewati kasir dan mendarat di lantai]
Zach: "Ow! Maksudku, wow. Wawancara ini membuatku semangat."
Lincoln: "Aku harus telepon ibuku. Aku lupa bilang aku membiarkan keran air menyala!"
[Kembali ke kasir]
Kara: [Curiga] "Kedengarannya dibuat-buat."
Clyde: [Melempar Rusty] "Omong-omong dibuat-buat, kamu penulis empat komik yang sudah diterbitkan." [Memegang salah satunya] "Apa inspirasimu untuk yang ini? Paula Bunyan versus the Lumberjerx."


[Lincoln tiba di ruang belakang dan menemukan pintu dengan papan tombol.]
Lincoln: "Hmm. Saatnya pakai detektor sidik jari cahaya UV David Steele." [Dia mengarahkan perangkat tersebut ke papan tombol dan menghidupkannya. Sinar tersebut mengungkapkan tombol 1, 3, 4, 8, dan 9 dengan sidik jari.] "Akan kupakai kombinasi angka ini. Oke, coba kulihat." [Dia memasukkan 1-9-4-8, tapi mendapatkan pesan ACCESS DENIED (akses ditolak). Dia memasukkan 8-9-4-1, tapi mendapatkan pesan ACCESS DENIED lainnya. Dia memasukkan 3-1-4-8, yang berarti kode yang benar, saat dia mendapatkan pesan ACCESS GRANTED (akses diterima).] "Bingo." [Dia membuka pintunya, yang berisi ruang dengan sinar merah. Alis mata Lincoln turun saat dia melihat itu, dan dia mengaktifkan alat komunikasinya.] "Aku masuk, tapi harus gantian dengan Rusty. Karena ini keahliannya."
[Kembali ke wawancara dengan sisa anggota geng yang sungguh-sungguh menyukai Kara]
Zach: "Kamu menjahit sendiri kostum cosplay-mu? Nenekmu seorang astronot? Dan kamu mengalahkan semua level Muscle Fish Fishaganza? Bisa satu saja aku sudah beruntung."
Clyde: "Aku senang sekali kita melakukan wawancara ini. Atau kami tidak akan tahu semua ini."
Liam: "Iya, kapan-kapan kamu harus nongkrong dengan kami."
Stella: "Aku serius. Aku ingin ada cewek lain di grup."
Kara: [Tersanjung] "Kedengarannya, seru. Terima kasih."
[Lincoln kembali]
Lincoln: "Aku sudah telepon ibu, semua aman. Tapi lantainya kebanjiran."
[Mengedipkan matanya pada Rusty yang mengedipkan matanya kembali]
Rusty: "Uh, teman-teman, Aku… Mungkin ritsletingku turun dan aku harus cek dulu."
[Pergi]


[Di ruang rahasia, Rusty membuka pintu dan menemukan labirin laser]
Rusty: "Oh, ya. Ini sungguh keahlianku." [Meluncur dan menghindari dengan gerakan tari manisnya] "Oh ya."
[Keluar dari laser dengan gampang dan mematikannya. Di bagian ujung ruangan dia melihat sebuah kotak yang berada di atas brankas dia membuka tutup kotaknya dan terkejut]


[Kembali ke depan, Lincoln dan Liam menyentak saat mereka mendengar Rusty berteriak di alat komunikasi mereka]
Lincoln: "Ada apa, Rusty?"
Rusty: "Edisi Tiga Belas dijaga oleh laba-laba raksasa."
Liam: "Hewan adalah keahlianku. Serahkan padaku."
[Stella menggunakan beberapa alas bedak ke muka Kara saat Rusty kembali]
Rusty: "Aku kembali." [Rusty memakai celana hammer merah muda dengan sendurat] "Ritsletingku rusak jadi aku harus improvisasi. Ayahmu gaya juga."
Kara: "Itu… punya ibuku."
[Rusty kaget]
Liam: "Uh, hei Rusty, kamu yang rekam. Aku mau pergi ke kamar mandi."


[Kembali ke ruang rahasia Liam mengambil kotak tersebut lalu membukanya, dia menemukan laba-laba yang sedang duduk di atas paket yang dibungkus. Laba-laba tersebut mendesis padanya tapi Liam takut sebentar]
Liam: "Hei, teman kecil." [Mengelus-elus kepala laba-laba itu] "Coochie coochie coo. Kamu lucu sekali." [Laba-laba tersebut tampaknya sedang menikmatinya. Liam menjangkau paket yang dibungkus dalam kotak. Sayangnya laba-laba itu masih menjaga paket tersebut. Kembali ke wawancara, Stella dan Rusty mendengar melalui alat komunikasi mereka bahwa Liam sedang diserang] "Aw! Aw! Jangan gigit aku! Ah!"
[Alat komunikasi Zach masih berada di lantai di sebelah Kara. Kara mendengar semuanya]
Kara: "Ada apa ini?"
[Mengambil alat komunikasinya]
Zach: [Menjatuhkan mic perekam ke kepala Rusty] "Uh, tidak. Tidak ada apa-apa. Um, mungkin kembalikan itu ke tempatnya."
[Kara mendengar lebih dekat]
Liam: [Tidak tahu Kara memiliki alat komunikasi Zach] "Ups, semoga Kara tidak dengar aku menjerit sewaktu aku mengendap-endap di kamar rahasianya."
[Kara, menyadari ruang rahasianya telah dilanggar, terengah dalam kejutan dan menatapi sisa anggota geng dalam kemarahan]
Clyde: "Tunggu. Kami bisa jelaskan."
[Kara benar-benar tidak ingin mendengar hal tersebut dan pergi ke ruang belakang sisa anggota geng mengikutinya]


[Di ruang rahasia, Liam memiliki paket dan mati-matian mencoba melepaskan laba-laba dari pahanya sementara Kara melepaskannya dengan gampangnya]
Kara: [Kepada laba-laba peliharaannya] "Shh, jangan takut." [Secara lembut menaruhnya kembali ke dalam kotak dan menaruh kotaknya kembali di atas brankas. Lalu dia melihat Liam dengan ketidakpercayaan dan tidak senang] "Kenapa kamu mencuri roti lapis kalkunku?"
Stella: "Apa mu?"
Lincoln: "Tunggu. Jadi kamu pasang semua keamanan ini untuk melindungi roti lapis?"
Kara: "Iya, adikku selalu mengambil camilanku." [Dia tiba-tiba mulai menyadari, dengan perasaan sakit hati yang meresap, apa yang geng tersebut benar-benar melakukannya] "Oh, aku tahu sekarang. Kalian mengendap-endap ke sini mencari komik, dan wawancara itu cuma untuk mengalihkan perhatianku. Kalian tidak benar-benar ingin mengenalku. Wow, pokoknya… wow." [Mendengar hal seperti itu, geng itu merasa sangat tidak enak. Teman-teman Liam menyingkir saat Kara menuju rak buku tempat mereka berdiri di depan. Dia menarik pengikat di rak kedua dan rak mulai bergemuruh, Tim Berita Aksi terkesiap. Buku-buku di rak itu tenggelam dan digantikan oleh buku yang mereka cari] "Oke, ini dia."
Tim Berita Aksi: "Wow."
Kara: "Sebenarnya, kalian boleh baca. Aku cuma bilang tidak ke Rusty karena jarinya selalu penuh dengan keju." [Teman-teman Rusty pindah memperlihatkan Rusty. Entah bagaimana Rusty masih memiliki camilan kejunya dan meludahi kejunya di jarinya. Dia menyembunyikan jarinya sambil terkikik] "Dan Zach selalu bersin di mana-mana." [Zach bersin lagi. Geng itu terasa tidak enak. Kara dengan getir memberikan komik itu kepada Lincoln] "Ini, baca saja. Tinggalkan aku kalau kalian sudah selesai." [Membawa makan siangnya kembali dari Liam. Lalu menatap wajah Rusty dan Zach dengan nada serius] "Dan kalian berdua? Cuci tangan dulu."
[Kara dengan sedih meninggalkan mereka dengan roti lapisnya]
Lincoln: "Kara, tunggu!"
Kara: [Masih tidak ingin mendengarkannya] "Kalian bisa berhenti pura-pura ingin jadi temanku."
[Pergi]
Lincoln: "Ini tidak boleh terjadi."


[Kembali ke kasir depan, Kara sedang memakan roti lapisnya, sedih bahwa dia tidak benar-benar ingin mempunyai teman. Dia melihat komiknya dikembalikan tapi dia tidak ingin melihat mereka]
Lincoln: "Hai Kara. Kami tidak peduli dengan Edisi Tiga Belas lagi. Kami sangat menyesal sudah melukai perasaanmu."
Stella: "Yah, dan memang kami menipumu. Tapi setelah dua menit, kami semua yakin ingin jadi temanmu."
[Semua anak laki-laki mengangguk setuju. Kara menatap mereka, tahu dia masih ingin menjadi teman mereka juga]
Clyde: "Kami boleh dapat kesempatan kedua? Kita punya banyak persamaan. Tolong katakan ya."
[Kara melihat mereka, mereka melihatnya, dan dia tahu mereka mengatakan yang sebenarnya]


[Pada hari berikutnya di sekolah, Lincoln melaporkan profil murid baru]
Lincoln: "Tim Berita Aksi pergi ke balik layar dengan anak baru Kara, pemilik edisi tiga belas David Steele yang hilang. Tapi ternyata bukan itu hal paling keren darinya." [Menampilkan sebuah klip tentang Kara bermain hoki lapangan] "Pukulan yang sangat keras..." [Lalu adegan saat dia membuat komik] "...dan dia menggambar komik yang seru."
[Kemudian klip Josh di ruang rahasia digantung di jaring]
Clyde: "Jadi jangan macam-macam dengannya, karena dia ahli memasang jebakan."
Josh: "Ibu! Kara menjaringku lagi!"
[Akhirnya klip geng membaca komik di ruang belakang toko bersama Kara]
Lincoln: "Yang terpenting dari mengenal Kara adalah sekarang dia teman kami."
[Kara menonton acara tersebut di ponselnya, dengan laba-laba peliharaannya, di kantin, duduk bersama teman-teman barunya]
Kara: [Tersentuh] "Terima kasih, teman-teman."
[Geng itu tersenyum dan memeluk Kara dengan erat. Dia menikmatinya dan memeluk mereka juga]
Rusty: "Oke, karena sekarang kita teman apa aku boleh minta kentangmu?"
[Rusty ingin mengambil camilan tersebut, tapi laba-laba Kara, yang masih dilatih untuk melindungi makanannya, tidak berpikir demikian dan mendesis pada Rusty. Rusty berteriak dan lari, geng yang sekarang jauh lebih besar tertawa]


L - B - S Transkrip episode The Loud House