FANDOM


Berikut ini adalah transkrip untuk episode "Middle Men".

Transkrip

Episode dimulai di Rumah Loud.

Lynn: "Huh, ahh!" [Dia menendang membuka pintu dan mengendus sesuatu.] "Apa aku mencium aroma biskuit?"

Lola: [Menyisir rambut bonekanya] "Ya, tapi jangan buang-buang waktu, itu 'bukan untuk keluarga'."

Lynn: [berjalan ke dapur tempat Lincoln dan Clyde membuat kue.] "Hei, Lincoln, berpikir cepat!"

Lincoln dan Clyde menghindari bola basket sementara Lynn mengambil kue ketika mereka tidak melihat. Kemudian, bola memantul dari lemari es dan mengarah ke Lincoln di Clyde saat mereka menghindar lagi.

Lincoln: "Lynn!"

Clyde: "Tidak apa-apa, kami memang butuh pencicip. Aku khawatir bawahnya kurang renyah."

Lynn: "Yap, ini renyah. Untuk apa biskuitnya?"

Lincoln: "Besok Clyde dan aku menjalankan orientasi SMP."

Lynn: [Meludahkan biskuit] "Kalian akan datang ke sekolahku?"

Clyde: [Melepas remah-remah] "Ya, ada anak kelas 2 SMP yang ditugaskan menjadi pemandu kami untuk menunjukkan seperti apa 3 tahun berikutnya hidup kami."

Lincoln: "Kami ingin membuat kesan baik, jadi kami datang dengan persiapan." [Menarik gambar lalu menggerakkan jari-jarinya seolah-olah dia memiliki taburan.] "Kami merancang ini sendiri."

Lynn: [Mengambil gambarnya] "Clincoln McCloud-Sahabat Selamanya. Biskuit dan kartu nama? Itu rencanamu?"

Clyde: "Aku juga akan menggunakan asosiasi kata, untuk mengetahui nama semua orang." [Bergerak tangan dengan arah yang berlawanan.] "Misalnya Lynn; pernah membuat tulang keringku memar."

Lynn: "Whoa, whoa, whoa, tunggu, jeda dulu. Hal ini mungkin cocok di SD, mengerti? Tapi SMP itu berbeda. Itu rimba. Jika kalian ke sana tampak seperti sepasang orang lemah, kalian akan dimakan hidup-hidup."

Lincoln dan Clyde: "Dimakan hidup-hidup?"

Clyde: "Apa itu berarti kami harus mempertimbangkan memakai baju turtleneck serasi?"

Lynn: [Mengerang dan memanggil kepala sekolah] "Tenanglah, LJ mendukung kalian. Yo, Kepsek Ramirez? Lynn Loud. Hei dengar, aku bisa bicara ke siapa soal menjadi teman orientasi?" [Mengedipkan mata]

Clyde: [kepada Lincoln] "Psst, jangan buang kartu nama itu, itu mungkin berhasil untuk SMA."


Adegan berubah di tempat Royal Woods Middle School berada saat bus tiba, lalu semua orang berjalan keluar bus.

Clyde: [terkesan] "Lincoln, lihat semua pilar ini! Menurutmu itu marmer sungguhan?"

Lincoln: "Mungkin, tempat ini jauh lebih besar dari sekolah kita. Untung saja mereka memberi kita peta."

Lynn: [Dia terlihat di belakang pria besar] "Wew, hah? Teman-teman, singkirkan petanya!" [melemparkan peta Lincoln] "Aturan bertahan hidup pertama: Jangan bersikap sangat naif."

Clyde: "Tapi, kami memang naif."

Lynn: [terkekeh] "Ya, dan jika ada kakak kelas yang menyadarinya, kalian akan jadi sasaran utama kejahilan!" [menoleh ke belakang untuk melihat apakah ada yang mendengar apa yang akan dia katakan.] "Seperti anak yang menanyakan arah kepada kakak kelas di hari pertama bersekolah."

Lincoln dan Clyde menjadi terkejut mendengarnya. Kilas balik ke waktu itu.

Lynn: [menceritakan] "Si malang itu akhirnya berjalan tidak tentu arah di terowongan bawah sekolah, dan tidak bisa keluar sampai hari itu usai."

Kilas balik berakhir

Lincoln dan Clyde: [terengah-engah, menulis...] "Jangan... bersikap... naif."


Kemudian, bel berbunyi ketika siswa pergi ke kelas mereka.

Lynn: "Baiklah, anak-anak. Tidak ada kursi yang ditentukan, jadi ini saatnya aturan nomor dua: Jangan terjebak dengan meja yang jelek. Cepat!"

Clyde: [berjalan ke meja di mana pada saat yang sama, seorang gadis dengan kuncir mendekati meja yang sama.] "Oh, maaf, silakan, tempati saja. Aku mau menarik kursinya untukmu, tapi [membersihkan tenggorokan] itu menempel."

Lynn: [tepok jidat] "Salah. [berlari ke tempat Clyde dan gadis itu berdiri.] Hei! Mundur, kepang dua. Temanku lebih dulu melihatnya! [Dia mengambil meja itu, dan meletakkannya di dekat Clyde dan Lincoln.] Huaghh! Boom! Dominan! Tak ada yang berani mengacau. Ha!"

Clyde: "Ee, tidakkah itu agak agresif?"

Lynn: "Mmm... tidak jika kau tidak mau seperti anak yang terjebak dengan meja terburuk di kelas."

Lincoln dan Clyde menjadi terkejut lagi. Kilas balik ke waktu itu.

Lynn: [menceritakan] "Anak itu mengira dia punya meja sempurna, tapi dia tersangkut di meja itu sampai mereka memanggil koki sekolah."

Koki: [Membuat gadis itu merasa takut] "Maaf, nak. Kami harus melumasimu sampai lolos. Apa kau punya alergi kacang?" [tertawa jahat]

Kilas balik berakhir

Lincoln dan Clyde: [menulis...] "Jangan terjebak dengan meja yang jelek..."


Lynn: "Baiklah, berikutnya kelas Biologi. Pakailah!" [melempar jas lab ke Lincoln & Clyde.]

Clyde: "Keren, aku selalu ingin memakai jas lab!"

Guru Biologi: "Selamat datang, anak Kelas 5, kita melanjutkan tugas kita dengan cacing hidup hari ini. Jadi ambil kotak dari belakang ruang kelas."

Lincoln: [meraih kotak dan berlari ke Clyde. Semua cacing terjatuh dan pergi ke kipas angin dan ke siswa. Mereka semua berusaha membuat mereka berteriak.] "Maaf teman-teman, itu salahku. Aku terlambat karena membuat- [Lynn mendorongnya ke belakang meja.] Lynn, apa-apaan ini?"

Lynn: "Aturan Nomor Tiga: jangan pernah mengakui kesalahan."

Lincoln: "Tapi aku menumpahkan cacing-cacingnya!"

Lynn: "Lantas!? Kalian mau seperti murid kelas enam yang- tunggu. Clyde juga harus mendengarnya. [Lynn meraih Clyde] Apa kalian ingin seperti murid kelas 6 yang mengaku buang angin saat ujian umum?"

Lincoln dan Clyde menjadi terkejut sekali lagi. Kilas balik ke waktu itu.

Pengganggu: "Hei lihat itu Si Tukang Buang Gas!"

Kilas balik berakhir

Lincoln dan Clyde: [menulis...] "Jangan mengakui kesalahan."


Kemudian saat makan siang, Lynn memberikan roti lapis bakso dengan sriracha ekstra ke Lincoln dan Clyde saat mereka menggeram.

Lynn: [terkekeh] "Aku suka bahasa tubuhmu yang agresif! Nah ini dia, roti lapis bakso dengan sriracha ekstra."

Clyde: "Terima kasih, aku biasanya bukan penggemar saus pedas, tapi setelah pagi ini, aku merasa berbahaya." [Mengambil gigitan pada saat yang sama seperti yang dilakukan Lincoln.]

Lynn: "Hebat, semua aturanku sudah kalian resapi?"

Lincoln: [menelan beberapa roti lapis] "Ya, ada anak yang bertanya apa dia bisa meminjam kursi, dan tebak apa yang Clyde bilang."

Clyde: "Kurasa tidak, teman!"

Lynn: "Boom, [memberi tos untuk Clyde.] McBride hebat!"

Lincoln: "Apa yang kita lakukan setelah makan siang?"

Lynn: "Sebenarnya, kami para teman orientasi seharusnya membiarkan kalian bergerak sendiri di sisa hari. Lihat bagaimana kalian berusaha."

Lincoln: [gugup] "Benarkah?"

Clyde: [juga gugup] "Secepat itu?"

Lynn: "Tenang, kalian sudah memahaminya. Jadi ulurkan tangan!" [Ketiganya menyatukan tangan mereka.] "Tiga, dua, satu..."

Lincoln, Lynn, dan Clyde: "DOMINASI!"

Lynn: "Wow, Clyde, tanganmu lembut sekali."

Clyde: "Oh, terima kasih."

Lynn: "Kita akan mengatasinya." [berjalan pergi]


Kemudian, Lincoln dan Clyde berada di lorong.

Lincoln: "Kelas pertama siang ini adalah: Keajaiban Cat Air."

Clyde: "Ke ruangan seni!" [Kedua bocah itu akan pergi, tetapi mereka menyadari bahwa mereka tidak tahu di mana ruangan seni berada.] "Ee, lewat mana ruangan itu?"

Lincoln: [membuka ranselnya dan mengeluarkan peta.] "Mungkin kalau kita mengintip petanya."

Clyde: [merebut peta] "Jangan! Aturan pertama Lynn, ingat? Jangan tampak seperti orang naif."

Lincoln: "Benar."

Kali ini, mereka pergi ketika tiba-tiba, bel berbunyi. Kedua bocah itu terkesiap dan semua pintu ruang kelas ditutup.

Clyde: "Oh tidak! Kita akan terlambat!"

Anak Kelas 8: "Hei, apa kalian tersesat?"

Clyde: [melotot dan berbaris ke arahnya] "Usaha bagus, sobat, tapi kami tidak akan tertipu oleh kejahilanmu, kakak kelas!" [Dia dan Lincoln berjalan pergi sementara siswa kelas delapan berjalan pergi, bingung. Dia mengambil nafas.]

Lincoln: "Dominasi hebat, Clyde, 'sobat' itu sentuhan bagus."

Clyde: "Terima kasih. Ayahku menonton acara polisi semalam."

Lincoln bingung dengan ini. Belakangan, bocah-bocah itu berjalan menyusuri koridor yang dihiasi proyek seni.

Lincoln: "Kelihatannya ini ruang seni. Ee, mungkin ini ruangan cat air." [Membuka pintu, yang sebenarnya adalah lab pengembangan film, dan semua orang di dalam mulai berteriak.] "Heh, heh, apa ini Keajaiban Cat Air?"

Gadis Fotografi: "Bukan, ini Keseruan Fotografi dan kalian sudah merusak pekerjaan berbulan-bulan! Sampai bertemu sepulang sekolah, temui aku di jalanan pukul 3.00 sore." [menutup pintu]

Clyde: [gugup] "Apa dia mengundang kita bermain bola lambat?"

Gadis Fotografi: [membuka pintu] "Tidak, itu tempat kami berkelahi." [menutup pintu lagi]

Kedua bocah itu menjadi takut dan menelan ludah.


Kembali di lorong...

Lincoln: "Kita membuat murid kelas fotografi marah, tapi aku yakin kita bisa membereskannya."

Clyde: "Aku sudah membayangkan isi surat permohonan maafku."

Lincoln: "Ayo, ayo duduk." [menyeret Clyde ke dalam kelas]

Clyde: "Ingat aturan nomor dua!"

Kedua anak laki-laki itu menemukan dua meja kosong.

Lincoln: "Kursi-kursi ini kelihatan bagus dan kuat."

Clyde: "Dan kita bisa membuat kontak mata dengan guru dari sini."

Mereka terlihat percaya diri. Saat itu, dua siswa mendekati mereka.

Byron: "Oh, hai, kawan, itu sebenarnya kursi kami."

Clyde: [melihat Lincoln dan berdeham.] "Kami melihatnya lebih dulu, teman."

Cici: [Dia dan Byron terlihat bingung.] "Em, ee, baiklah, tapi kursi sudah ditentukan dan itu sungguh kursi kami."

Lincoln: "Pssh, itu mustahil."

Bel berbunyi dan Byron serta Cici menjadi gugup.

Byron: "Ayolah, kawan!"

Mr. Bolhofner: [mendekati adegan] "Byron, Cici, kenapa kalian tidak duduk? Bapak ingin setiap murid siap belajar saat lonceng berbunyi. Nilai kalian berdua nol dalam hal partisipasi."

Byron dan Cici terkesiap.

Cici: [ke Lincoln dan Clyde; mengancam.] "Temui kami di jalanan jam 3.00 sore."


Kemudian di ruang olahraga, beberapa anak mengambil bola basket dari rak Lincoln dan Clyde bersembunyi di belakang.

Clyde: [Berbisik] "Kenapa kita dimusuhi banyak murid? Kita bahkan belum bersekolah di sini."

Lincoln: "Tenang, ini kelas terakhir kita hari ini, jangan bersikap mencolok dan jangan membuat murid lain membenci kita."

Clyde: "Baiklah."

Pelatih Keck: [Mendorong TV.] "Baiklah anak-anak, aku sepanjang pagi membersihkan lantai payah ini untuk jamuan POMG jadi tidak ada kegiatan lempar bola, kalian akan menonton film."

Para siswa senang dengan ini. Clyde memindahkan rak bola basket menjauh.

Clyde: "Sempurna! Jelas kita tidak akan mengacaukan ini."

Mereka berlari untuk bergabung dengan grup, tetapi mereka secara tidak sengaja tergelincir di lantai yang digosok, dan menjatuhkan bola voli, membuat rak kereta gym menabrak Pelatih Keck dan beberapa siswa.

Pelatih Keck: [muncul kembali] "Siapa yang bertanggung jawab untuk ini?"

Clyde: [kepada Lincoln] "Ingat aturan nomor tiga: Jangan pernah mengakui kesalahan."

Pelatih Keck: "Karena, tidak ada yang mengaku, kalian bisa lupakan film itu." [mendorong TV] "Kalian semua harus membersihkannya."

TV hancur di luar layar, dan para siswa mengeluh. Lincoln dan Clyde menjadi gugup. Pelatih Keck pergi untuk mengambil lilin lantai, bergumam dengan marah pada dirinya sendiri.

Pelatih Keck: [bergumam] "Aku tidak percaya ini."

Clyde: [Kepada Lincoln] "Jangan kecewa teman, jika kita mengakui salah, kita akan menjadi Si Celana Bau berikutnya."

Semua anak-anak lain, setelah mendengar hal itu, mengelilingi Lincoln dan Clyde dan mulai berteriak pada mereka.

Murid Perempuan: "Pelakunya kalian?!"

Murid Laki-laki #1: "Hei, kalian seharusnya minta maaf!"

Murid Laki-laki #2: "Temui kami di jalanan pukul-"

Lincoln: [Setelah mendengar semua ini sebelumnya.] "Ya, ya, kami tahu, di jalanan, jam 3.00 sore."


Pada pukul 14.53, bel berbunyi. Lynn sedang mengepak barang-barangnya dan melihat ke luar jendela, di mana dia melihat saudara lelakinya dan temannya, dan empat siswa sekolah menengah yang marah, semua menuju ke jalanan.

Lynn: [Cemas] "O-oh." [Cepat menyelesaikan pengepakan, berjalan di luar, dan menangani Lincoln dan Clyde di belakang tempat sampah.] "Teman-teman! Ada apa?"

Lincoln: "Ya, ceritanya panjang, tapi aku yakin pada akhirnya mereka akan menghajar kami." [Menunjuk ke jalanan, di mana Cici menggambar dia dan Clyde, dan Byron memakannya.]

Lynn: "Apa yang terjadi?"

Lincoln: "Kami mengikuti semua aturanmu, tapi aku tidak tangguh."

Clyde: "Mereka menganggap kami jahat, dan, kurasa mereka benar."

Lincoln: [dengan sarkastis] "Ya, jadi terima kasih atas saranmu."

Lynn: "Ee, maaf. Aku hanya mencoba membuat kalian tidak mengalami yang aku alami."

Lincoln dan Clyde: [tercengang] "Hah?"

Lynn: "Ya, tahun pertamaku di SMP itu sangat menyeramkan."

[Kilas balik ke gadis berkerudung yang terungkap menjadi Lynn dan mendekati dua kakak kelas.]

Lynn dalam Kilas Balik: "Mmm, permisi, bisa beritahu aku cara ke ruang olahraga?"

Kakak Kelas: [menatap temannya dan tersenyum sebelum menjawab.] "Oh tentu, sangat mudah, [mengarahkan Lynn ke tangga.] turuni saja tangga di sana ya." [tertawa]

Kilas balik berakhir

Lincoln: "Jadi, kisah yang kau ceritakan itu...tentang dirimu?"

Lynn: "Ya." [menghela napas] "Semuanya tentangku." [Kilas balik ke Lynn terjebak di meja itu dengan si koki melumasinya keluar, dan pengganggu memanggilnya "Celana Bau" dan Lynn bersembunyi di lokernya. Kilas balik berakhir.] "Aku akhirnya sadar jika aku bersikap keras, orang-orang akan berhenti mengerjaiku, dan karena itu berhasil untukku, kukira itu juga bisa melindungi kalian."

Lincoln: "Wow, aku baru tahu kau mengalami semua itu."

Clyde: "Aku juga, dan kau baik mencoba membantu kami, bahkan jika itu membuat kami dihajar." [Jatuh ke depan]

Lynn: "Tentu saja tidak, karena aku akan menggantikan kalian."

Lincoln dan Clyde meraih Lynn dan menarik dia kembali.

Clyde: "Tidak, tidak, tidak."

Lincoln: "Tidak, jangan. Kami harus pergi, beberapa anak itu mungkin masih di sini tahun depan, mereka akan mengira kami pengecut membiarkan orang lain menggantikan kami."

Clyde: "Tapi jika dipikir-pikir, akankah itu begitu buruk?" [Lincoln menatap Clyde.] "Baiklah, baiklah."

Anak-anak itu keluar dari belakang tempat sampah dan berjalan ke jalanan dengan tampang yang tidak menunjukkan rasa takut. Murid-murid sekolah menengah yang marah menyipit ke arah mereka, Lincoln dan Clyde menyipit kembali, Lynn mengawasi dari balik tiang bola basket, gugup. Byron memeriksa arlojinya, berbunyi bip saat jam berganti menjadi tiga, Lincoln dan Clyde saling memandang, dan menyerbu siswa sekolah menengah, memukul dan menjerit, ketika Clyde menginjak tali sepatu Lincoln dan mereka jatuh ke tanah. Anak-anak sekolah menengah kosong melihat ini, dan Lynn tepok jidat sendiri, mengerang.

Lincoln: [terkekeh] "Kalian tidak usah menghajar kami karena kami bisa melakukannya sendiri."

Anak-anak sekolah menengah saling memandang sesaat sebelum tertawa.

Cici: "Oh, kami tidak akan menghajar kalian, kami hanya ingin kalian berkeringat."

Lincoln: [bangun] "Ya, itu berhasil. Aku sudah ganti baju tiga kali hari ini."

Mereka tertawa lagi dan Byron mengambil ransel Clyde.

Byron: "Ini, nak, kau menjatuhkan- [memperhatikan sesuatu] Hei, apa ini biskuit enak?" [mengeluarkan biskuit yang dibuat Clyde.]

Clyde: "Ee, ya, buatan sendiri. Silakan ambil."

Siswa sekolah menengah masing-masing mengambil biskuit dan merasakannya.

Cici: "Wow, rasanya enak. Siapa nama kalian?"

Clyde: "Aku Clyde McBride, dan ini Lincoln Loud."

Lincoln: [mengeluarkan kartu] "Nama alias kami Clincoln McCloud."

Gadis Fotografi: [mengambil kartu] "'Clincoln McCloud, Sahabat Selamanya'. Wow, kartu nama ini sangat aneh, sampai menjadi sangat keren."

Byron: "Hai, Lynn, apa si payah ini adikmu?"

Lynn: "Ee, ya."

Byron: "Dia dan temannya keren juga." [meraih kedua anak laki-laki dan memiliki Lincoln di bahunya.]

Lynn: [senang] "Ya, aku rasa mereka memang keren."


L - B - S Transkrip episode The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.