FANDOM


Berikut ini adalah transkrip untuk episode "Pelanggar Batas Ruang" dalam alih suara Bahasa Indonesia.

Skrip

[Gadis-gadis semua di kamar mandi bersiap-siap untuk pergi tidur; Leni sedang menyikat rambutnya, Luan menggosok rambut, Lola dan Lana menyikat gigi mereka, Lily mandi kecil di wastafel, Lori mengoleskan salep di wajahnya, Luna menggosok krim wajah ungu, Lucy dan Lynn sedang berebut pasta gigi, dan Lisa mencatat.]
Luna: [bernyanyi] "♫Kucuci wajahku, agar aku cantik.♫"
Luan: [benang tersangkut di kawat giginya] "Hei, dengar! Aku kehilangan kata-kata!" [tertawa]
Leni: "Aku menyisir rambutku 50 kali semalam agar tetap indah. 34...35...36..."
Lori: "Hai, Leni, berapa umur anak yang mengajakmu kencan?"
Leni: [kehilangan hitungan berkat Lori] "16...17...18..."
[Lori tersenyum licik pada penonton karena lelucon kecilnya]
Lynn: "Hei! Aku pakai pasta gigi duluan!"
Lucy: "Tidak, aku duluan."
Lynn: "Singkirkan tanganmu yang menyeramkan!"
[Sementara para gadis bersiap-siap, Lincoln muncul dan melihat sekeliling dan mengambil pasta gigi dari tangan Lynn.]
Lincoln: "Kuambil itu."
Lynn: "Hei! Belajar berbagi!"
Lincoln: [tanpa sengaja menyeka pasta gigi di kepala Lily dan menyerahkan pasta gigi itu kembali ke Lynn; kepada pemirsa.]
"Ruang...batas terakhir. Seperti yang kau bayangkan, dengan sepuluh saudari, ruang sangat terbatas." [melihat dia kehilangan sikat giginya dan mengambil pasta dari kepala Lily.] "Kemanapun kau pergi, kau temui keramaian. Tapi menjadi satu-satunya anak lelaki ada untungnya." [memasuki kamarnya dan berhenti] "Kau dengar itu? Aku juga tidak. Saudariku harus berbagi kamar tidur, aku kamar sendiri. Memang hanya lemari sprei yang diubah, tapi ini ruanganku sendiri. Oasis-ku di padang pasir Rumah Keluarga Loud. Dan tidak akan kutukar dengan apapun."
[Sebelum dia mulai menyikat giginya, tepat pada saat itu, terdengar suara keras, Lincoln pergi ke kamar Lynn dan Lucy tempat gadis-gadis lain mendengarkan; Lynn dan Lucy sedang bertengkar.]
Lynn: "Kau selalu saja jadi Nona Pesimis! Memangnya, senyum sekali saja akan menyakitimu?!"
Lucy: "Benar."
Lincoln: "Apa yang terjadi?"
Lori: "Lucy dan Lynn bertengkar. Lagi."
Luan: "Aku ingin berlelucon tentang berkelahi, tapi apa kata penutup yang lucu?" [tertawa] "Mengerti? Mengerti?"
Lisa: [merekam] "Subyek manusia sepertinya membuktikan Darwin benar."
Leni: "Aku tidak sanggup melihat!" [menempatkan irisan mentimun di atas masker wajahnya] "Ini lebih baik."
[Tali atlet datang keluar dari ruangan dan yang lain merunduk tepat waktu untuk menghindarinya.]
Lori: "Aku tidak mau terlibat dalam hal ini."
Lincoln: "Aku sangat setuju." [kembali ke kamarnya sementara atlet dan gothic keluarga melanjutkan pertengkaran mereka; kepada pemirsa.] "Keuntungan lain punya kamar sendiri, aku tidak perlu terlibat."
[Sebelum dia mulai menyikat, seseorang mengetuk pintunya dan ternyata itu adalah Lynn yang memegang bantal.]
Lincoln: "Hai, Lynn. Ada apa?"
Lynn: "Aku tidak mau tinggal sekamar dengan Putri Kegelapan. Boleh aku tidur di kamarmu malam ini?"
Lincoln: "Ee...Boleh saja, tapi ini bukan kamar tidur sebenarnya. Tidak ada cukup ruang untukku; kecil, mungil, sempit."
Lynn: [tertindih] "Ugh...Kurasa sebaiknya aku tidur di bak mandi saja."
Lincoln: "Itu ide bagus! Masalah selesai. Selamat malam."
[Tepat sebelum dia menutup pintu, Lynn membuat wajah boneka bayi yang sedih.]
Lincoln: [lega] "Aah..." [bersalah menghela nafas dan membuka pintu] "Baiklah, kau boleh menginap. Tapi hanya satu malam."
Lynn: "Terima kasih, Lincoln." [kepalan tangan]
Lincoln: [tersentak] "Ah!"
Lynn: "Kupukul lagi!" [main-main meninju lengannya dua kali dan masuk, tertawa.]
Lincoln: "Ini hanya semalam. Hal buruk apa yang bisa terjadi?" [masuk] "Baiklah, kita buat beberapa peraturan dasar. Satu, jauhkan tanganmu dari..." [memperhatikan Lynn menggunakan sikat giginya.] "...barangku."
[Lynn meludahkan pasta gigi ke dalam keranjang sampahnya dan menyerahkannya kepadanya; Lincoln melemparkan sikat giginya ke sana sekarang karena orang lain telah menggunakannya.]
Lincoln: "Seperti yang aku bilang-" [melihat Lynn bermain dengan action figure robot raksasanya dan menghentikannya.] "Jangan pegang ini." [Lynn mengacaukan barang-barangnya.] "Hati-hati!" [Lynn menyentuh jamnya.] "Tolong jangan!" [Lynn melempar Bun-Bun ke udara.] "Bun-Bun!" [menangkapnya] "Kau tidak apa-apa? Apa gadis jahat itu melukaimu?"
Lynn: [melihat sekitar] "Apa kau tahu, aku lihat kamar ini kekurangan bola, Lincoln." [Lincoln membuat wajah tidak nyaman pada ucapan itu.] "Tidak ada bola sepak, tidak ada bola football, tidak ada bola bisbol, tidak ada bola. Untungnya kubawa bolaku!" [melempar bola olahraga dari sarung bantalnya ke lantai.]
Lincoln: [menguap] "Lihatlah jamnya. Ayo kita tidur dan sudahi malam ini."
Lynn: "Apa maksudmu? Belum larut malam, dan kau punya teman sekamar baru."
Lincoln: "Ya-"
Lynn: [menempatkan topeng gulat di atas kepala Lincoln] "Lucha Libre!"
Lincoln: "Aku tidak bisa melihat."
Lynn: "Lynn Gila siap untuk hantaman ketiga!" [melompat dari kaki tempat tidur Lincoln]
Lincoln: "Apa? Apa? Aku juga tidak bisa mendengar!"
[Lynn mendarat di atas Lincoln dan mulai menggulungnya di tanah dan menjepitnya.]
Lynn: "Satu, dua, tiga! Kau kalah. Yeah! Lynn Gila adalah pemenangnya!"
Lincoln: [lelah dan memar] "Bisakah kita tidur? Tidak melibatkan rasa sakit."
Lynn: "Tidak jika kau tidur sambil bertarung sepertiku!" [kepalan tangan]
Lincoln: [tersentak] "Ah!"
Lynn: "Kupukul lagi!" [main-main meninju lengannya dua kali dan tertawa; Lincoln menghela nafas.]
[Kemudian, keduanya siap untuk pergi tidur; tetapi ketika Lincoln mematikan lampu, Lynn mulai memantulkan bola tenis dari dinding.]
Lincoln: [kesal] "Apa yang kau lakukan?"
Lynn: "Kenapa? Ini membantuku tertidur."
Lincoln: "Tapi, tidak membantuku. Bisa kau hentikan?"
[Lynn melempar bola ke kepala Lincoln dan, ketika mereka mulai tidur, mengeluarkan kentut besar dari bawah selimut dan tertawa.]
Lincoln: "Ah! Lynn!"
Lynn: [menarik selimut di atas Lincoln.] "PANGGANGAN BELANDA!" [tertawa ketika Lincoln menangis sedih atas gas yang dia keluarkan; membebaskannya saat dia bernapas berat.] "Selamat tidur, Lincoln."
Lincoln: [menderita] "Selamat tidur..."
[Kemudian, Lynn mendengkur begitu keras dan mengiler, Lincoln tidak bisa tidur dan turun dari ranjang dan membawa bantalnya.]


[Keesokan paginya, Lori bangun dan pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk mandi, tetapi ketika dia menyalakan air, seseorang sudah ada di sana dan berteriak atas kebangkitan yang basah; Lori membuka tirai untuk melihat bahwa Lincoln yang mengambil gagasan Lynn untuk tidur di bak mandi.]
Lori: [kesal] "Lincoln! Apa yang kau lakukan?"
Lincoln: [lebih kesal] "Merebut kamarku kembali." [meninggalkan kamar mandi]
Luan: "Pagi, Linc. Kau mengompol?" [tertawa]
[Lynn bangkit dari tempat tidur dan merasa segar dan melihat Lincoln.]
Lynn: "Tidur malam yang lelap. Oh, kau terlihat kacau." [Lincoln mulai mendorongnya] "Hei!"
Lincoln: "Terima kasih sudah menginap di Kamar Lincoln, dimana hanya boleh menginap semalam. Terima kasih." [mendorongnya kembali ke kamarnya sendiri dan masuk ke kamarnya; tapi di kejauhan...]
Lucy: "Sedang apa kau?"
Lynn: "Ini kamarku!" [diusir]
Lucy: "Cepat keluar!"
Lynn: "Apa maksudmu "keluar"? Baiklah! Aku menginap di kamar Lincoln lagi! Lagipula dia teman sekamar yang lebih keren!" [kembali ke kamar Lincoln]
Lincoln: "Tapi-" [Lynn menutup pintu] "Lucy! Aku mohon damailah dengan Lynn!"
Lucy: "Lebih baik kupakai baju merah muda."
Lincoln: "Tapi-" [Lucy menutup pintu dan Lincoln menghela nafas.]


Lincoln: [berjalan ke sekolah bersama Clyde] "Aku harus bagaimana, Clyde? Aku tidak bisa mengusirnya. Dia saudariku, tapi dia melanggar batas ruanganku."
Clyde: "Bisa kau salahkan dia karena menginap? Kau teman sekamar yang terlalu baik."
Lincoln: [mendapatkan ide] "Tapi...Bagaimana kalau aku teman sekamar yang buruk? Aku punya rencana!" [berlari kembali ke rumah]
Clyde: "Tunggu! Kita masih harus ke sekolah."
Lincoln: [berbalik kembali ke sekolah] "Benar. Akan kulakukan rencanaku sepulang sekolah."


Lynn: [melangkah ke kamar Lincoln, memperhatikan sesuatu yang berbeda tentang dia.] "Lincoln?"
[Lincoln sekarang mengenakan pakaian gothic yang mirip dengan milik Lucy.]
Lincoln: [dengan sedih] "Hai, Lynn. Ingin dengar puisi baruku? Judulnya "Ruang". [mulai membaca] Ruang: gelap, tak berujung, seperti hatiku. Ruang, hancur debur. Dilanggar olehmu. Ini aku yang sebenarnya, Lynn. Aku mengerti jika kau tidak ingin sekamar denganku lagi."
Lynn: [kecewa] "Oh..." [tiba-tiba tertawa, mengejutkan Lincoln] "Oh, itu adalah tiruan Lucy yang terbaik!" [membungkusnya di lengannya] "Kau sangat lucu, teman sekamarku!" [tertawa lagi]
[Lincoln tersedak di bawah bungkusnya; satu malam lagi tanpa tidur baginya; malam berikutnya, saat Lynn memasuki...]
Lincoln: "Dan pemenangnya adalah! Loco Lincoln!" [dengan topeng gulat dikenakannya, secara mengejutkan menyerang Lynn dan menjepitnya.] "Satu, dua, tiga! Kau kalah! Yeah! Rah! Whoo!"
Lynn: "Hei, itu curang. Kusuka caramu berpikir!" [tertawa]
[Lincoln menghela nafas dan harus menahannya lagi; kemudian, dia mengeluarkan kentut yang sangat besar seperti yang dilakukan Lynn sebelumnya dan menarik selimutnya.]
Lincoln: "PANGGANGAN BELANDA!" [tertawa ketika Lynn menangis dalam kesusahan kali ini.]
Lynn: [geram] "Cukup sudah!" [bangun dari tempat tidur dan pergi, membuat Lincoln tersenyum dalam keyakinan bahwa rencananya akhirnya berhasil dan dia memiliki ruang kembali, tetapi kemudian kembali dengan semua barang-barangnya; riang.] "Kau benar-benar teman sekamar terbaik! Aku akan menginap! Selamanya!"
[Lincoln sekarang harus bertahan malam tanpa tidur dengan Lynn sebagai teman sekamarnya selamanya.]


[Keesokan paginya, kebangkitan mandi lain terjadi atas nama Lori; Lincoln keluar dari kamar mandi dan memerhatikan Lucy memantulkan salah satu bola Lynn di dinding.]
Lucy: "Helaan nafas..."
Lincoln: "Selamat pagi, Lucy."
Lucy: [menyangkal] "Bola? Bola apa?" [melemparkan bola menjauh dan bola itu mengenai kepalanya.]
[Lincoln mulai curiga dan mendapati Lynn menghela nafas dengan sedih saat membaca puisi Lucy.]
Lincoln: "Selamat pagi, Lynn."
Lynn: [menyangkal] "Buku puisi Lucy?" [membuang buku itu] "Ee, buku puisi apa?"
[Buku itu menyentuh kepalanya; Lincoln sangat ingin tahu tentang hal ini.]


Lincoln: [berjalan dengan Clyde sekarang semakin lelah] "Aku tahu mereka saling kehilangan. Aku hanya perlu mencari cara agar mereka damai."
Clyde: "Tidak ada yang mendamaikan pertengkaran selain makan malam enak. Makanan enak, percakapan menyenangkan, asmara di udara..." [memiliki salah satu fantasi Lori-nya]
Lincoln: "Asmara?"
Clyde: "Hah? Oh. Aku berkhayal tentang kencan dengan kakakmu, Lori. Apa kau bilang?"
Lincoln: "Tapi itu ide hebat, tanpa asmara. Mereka terbawa suasana makan malam, sampai lupa tentang pertengkaran, lalu damai, dan kudapatkan kamarku lagi! Waktunya melaksanakan rencanaku! [berlari kembali ke rumah, tetapi kemudian berbalik] Sepulang sekolah. Baik."


[Malamnya, Lincoln mengeksekusi rencananya; dia menyelipkan dua undangan kecil ke tempat-tempat tertentu: satu di buku puisi Lucy dan yang lainnya di bawah pintunya; saat dia pergi bersembunyi, keduanya menerima undangan dan tahu mengapa mereka ada di sana dan memutuskan untuk menyelesaikan makan malam; setelah jeda yang lama.]
Lucy dan Lynn: "Aku senang akhirnya kau minta maaf padaku." [marah] "Apa? Aku minta maaf padamu? Kau di sini untuk minta maaf padaku!"
[Lincoln menyadari rencananya sekarang pergi ke selatan dari sana karena mereka akan melakukannya lagi.]
Lucy: "Kau benar-benar gila."
Lynn: "Apa? Kau gila?"
Lucy: "Aku tidak mengerti kenapa kau pikir ini semua salahku?"
Lynn: "Kita berdamai? Tidak mungkin!"
Lucy: "Ini semua salahmu."
Lynn: "Keluar dari kamarku!"
[Keributan menarik perhatian para saudari lainnya.]
Lori: "Ya ampun. Aku tidak mau terlibat dalam hal itu."
Lincoln: [menyadari apa yang harus dia lakukan] "Ya, tapi...terkadang, kau harus." [masuk ke kamar mereka]
Lucy: "Tidak."
Lynn: "Dengar, bukan aku yang memulainya! Kau yang memulai!"
Lucy: "Kau yang memulainya!"
Lynn: "Jangan buat aku marah!"
Lucy: "Jangan buat aku marah!"
Lincoln: "HENTIKAN!" [mendapat perhatian mereka] "Dengar, aku membuat makan malam ini agar kalian bisa berdamai."
[Teman sekamar yang bertikai merasa tersinggung.]
Lynn: "Kau yang melakukan ini?"
Lucy: "Kenapa?"
Lincoln: "Karena aku sadar walaupun memang sulit berbagi ruangan sepanjang waktu, kalian saling kehilangan. Tapi kalian terlalu keras kepala untuk mengakuinya."
[Keduanya kemudian melihat apa yang dia maksudkan.]
Lucy: "Aku rasa aku memang tidak bisa tidur tanpa bola yang membentur dinding."
Lynn: "Dan aku rasa aku memang rindu mendengarmu menghela nafas saat menulis puisi."
Lincoln: "Lihat? Jadi kalian harus berdamai, karena kalau harus kuhabiskan semalam lagi dengan "Pendengkur" ini, maka aku tidak tahan lagi!" [Lynn melempar bakso padanya.]
Lucy: "Ha! Lemparan bagus."
Lynn: "Kau suka itu?" [melempar yang lain ke Lincoln.]
[Lincoln melemparnya kembali dan Lynn menghindar dan itu mengenai Lucy dan Lynn menertawakannya dan Lucy memukulnya dengan satu ke mulutnya.]
Lucy: "Ha ha."
[Keduanya mengambil spageti dan sepertinya mereka akan membawa perjuangan mereka ke tingkat yang sama sekali baru.]
Lincoln: [khawatir] "O-oh..."
[Tetapi pertarungan lebih untuk kesenangan mereka daripada frustrasi mereka dan mereka mulai tertawa. Lincoln bergabung di medan.]
Lori: "Baiklah...aku pergi saja."
Luan: "Ya. Ini sudah lewat waktu makan kita." [tertawa]
[Para saudari lain hanya menghela nafas pada permainan kata-kata Luan ketika mereka pergi tidur; pertarungan makanan sudah berakhir dan atlet dan gothic puas.]
Lynn: "Jadi, aku tidur di sini lagi?"
Lucy: "Aku akan senang sekali melakukannya."
Lynn: [kepalan tangan] "Kau kupukul lagi!" [tapi Lucy tidak tersentak] "Astaga! Tidak pernah berhasil padamu."
[Mereka berpelukan.]
Lucy: "Aku senang kita berdamai, tapi kita tidak mungkin tidur di sini malam ini."
[Mereka membuat kekacauan dari perkelahian makanan mereka dan semua tempat tidur.]
Lucy dan Lynn: "Lincoln?"


[Kamar Lincoln]
Lincoln: [kepada pemirsa] "Ruang...batas terakhir. Tentu, aku cukup beruntung punya ruangan sendiri, tapi di Rumah Keluarga Loud, kami tahu kapan harus berbagi."
[Terungkap bahwa baik Lynn DAN Lucy tidur dengan Lincoln di kamarnya malam ini sampai mereka punya waktu untuk membersihkan kekacauan yang mereka buat.]
Lincoln: "Tapi hanya untuk semalam!" [memakai topeng Loco Lincoln-nya] "Selamat malam!"

L - B - S Transkrip episode The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.