S1E02B Lincoln mengamati kotak trofi kosongnya.png Saya sudah mencoba segalanya untuk masuk ke dalam lemari piala ini.
Artikel, transkrip, atau bagian ini tidak lengkap dan perlu diselesaikan. Setiap pengguna wajib melakukannya.

Berikut ini adalah transkrip untuk episode "Power Play with the Casagrandes" dalam sulih suara bahasa Indonesia.

Transkrip

[Di ruang tamu, kecuali Frida, semua orang melakukan sesuatu: Ronnie Anne ada di laptop, Carlos sedang membaca buku, Rosa sedang membuat makanan, dan Hector sedang minum kopi. Sergio muncul dengan sepucuk surat.]
Sergio: [Berkuak] "Pengiriman spesial!"
Carlos: "Uuh, apa dari sahabat penaku di Kyoto? Sudah lama sejak terakhir dia menyapaku. Bukan, ini tagihan air dan listrik."
[Carlos memberikan surat kepada Hector, yang megap-megap, dan jatuh dari kursinya. Ronnie Anne memperhatikan ini.]
Hector: "Ini bukan tagihan! Ini namanya perampokan!"
Rosa: "Sebenarnya, ini adalah tagihan untuk apartemen dan toko. Tagihannya bisa meningkat." [Melihat tagihan tersebut dan terengah juga] "Ah! Astaga! Mahal sekali!"
Hector: "Tagihannya sudah mahal bulan lalu. Sekarang jadi dua kali lipat, seperti detak jantungku!" [Hector meletakkan tangannya di dadanya, dan Rosa memindahkannya ke tempat di mana hatinya sebenarnya berada, mereka saling menatap kosong. Frida dan Carlos melihat tagihan dan terkesiap juga.] "Kalau tagihannya terus-menerus semahal ini, aku khawatir kita harus berhemat. Mungkin kita perlu membatalkan rencana liburan hari jadi kita, Rosita."
Rosa: "Mungkin, Amor. Kita bisa pergi tahun depan."
[Dia secara halus memeluknya, Ronnie Anne mulai terlihat prihatin.]
Hector: "Sayang. Kita tidak pernah melewatkan liburan kita dalam 40 tahun."
Ronnie Anne: "Tunggu, liburan apa?"
Hector: "Tradisi yang kami lakukan sejak pertama kali pindah ke Kota Great Lakes."
[Hector mengeluarkan foto dirinya dan Rosa dari dompetnya dari perjalanan pertama mereka dan menunjukkannya kepada Ronnie Anne.]
Rosa: "Kami ingin malam pertama kami terasa istimewa, dan Abuelo tahu Nenek sangat suka berdansa, jadi dia menemukan tempat yang sempurna."
[Kilas balik pada malam itu]
Hector: "Kami adalah raja dan ratu lantai dansa, Ronnie Anne. Oh, andai kau bisa melihat kami."
Rosa: "Dan setiap tahun sejak itu, kami berdansa di ruang dansa yang sama, dan menginap di hotel mewah."
[Akhir kilas balik]
Ronnie Anne: "Itu hal terindah dan termanis yang pernah aku dengar. Kalian tidak boleh menghentikan tradisi."
Hector: "Tapi mija, dengan tagihan ini..."
Ronnie Anne: "Jangan khawatir, aku yakin aku bisa mencari cara untuk mengatasinya."


[Kemudian, Ronnie Anne berada di kamar kakaknya bersama Bobby dan Ibunya.]
Ronnie Anne: "Baiklah, alasanku memanggil kalian-"
[Dia mulai menutup pintu, lalu Sergio menerobos masuk]
Sergio: [Berkuak] "Hai, taman sekamar!"
Bobby: [mendorong Sergio keluar dari wajahnya] "Ah! Hentikan! Kenapa burung ini sangat terobsesi denganku?" [mengusir Sergio keluar] "Dia terus saja mengangguku" [berbisik] "Bahkan lebih buruk saat malam."
Sergio: [Berkuak] "Sampai jumpa, teman sekamar!"
Ronnie Anne: "Lupakan Sergio. Kita punya masalah yang lebih besar. Abuela dan Abuelo mungkin harus membatalkan liburan hari jadi mereka."
Bobby & Maria: [Terkejut] "Apa?"
Ronnie Anne: [Mengeluarkan lembar tagihan] "Tagihan air dan listrik sangat mahal dan semuanya mulai meningkat saat "kita" pindah kesini."
Bobby: "Apakah kita seboros itu?"
Ronnie Anne: "Ya, Bobby," [Kilas balik ke Bobby melakukan percakapan video dengan Lori di beberapa perangkat.] "kau sering melakukan panggilan video bersama Lori." [Kemudian, ketika mereka mengobrol, Bobby melenturkan badannya untuk Lori, dan bahkan setelahnya, mereka berdua menggunakan masker wajah alpukat. Kilas balik beralih ke Maria, tampak grogi, dan menggunakan mesin espresso besar.] "Dan Ibu, Ibu menggunakan mesin pembuat kopi besar lima kali sehari."
[Kilas balik berakhir]
Maria: "Tapi Ibu membutuhkan tenaga untuk bekerja malam."
Ronnie Anne: "Aku juga terlibat." [Kilas balik ketika ia di ruangannya menggunakan kipas angin, konsol video gim, mesin berondong jagung, dan mengambil kotak jus dari kulkas kecilnya.] "Aku menggunakan banyak alat elektronik di kamar."
[Kilas balik berakhir]
Maria: "Ibu tidak sadar ternyata seburuk itu."
Ronnie Anne: "Kita harus berhemat, dan aku punya beberapa ide untuk melakukannya."


[Maria pulang kerja, lelah, merosot di sofa dan mendesah, dia menarik alat pijat kaki dari bawah sofa dan melepaskan sepatunya.]
Maria: [Melihat Ronnie Anne membawa sebuah kotak.] "Hai, sayang, apa yang kau lakukan?"
Ronnie Anne: "Meletakkan barang-barangku di gudang. Semua yang menggunakan listrik harus disimpan."
Sergio: [Berkuak] "Berhemat listrik!"
Ronnie Anne: [Mengambil alat pijat kaki] "Maaf, Ibu, tapi itu juga harus disimpan."
Maria: "Tapi kaki Ibu terasa pegal."
Ronnie Anne: [Mengambil bola tenis dari kotaknya] "Setahuku bola tenis bisa digunakan untuk alat pijat." [Melemparkannya ke ibunya, yang diminati Lalo, Maria menangkap bola, meletakkannya di bawah kakinya dan menggulungnya bolak-balik, tetapi Lalo merebut bola itu dari bawahnya dan dia jatuh ke sofa.] "Lalo! Lepaskan!" [Ronnie Anne mencoba mengejar Lalo, tapi dia lolos and Ronnie Anne jatuh tepat mengenai wajahnya. Dia bangun dan mendapatkan ide lain.] "Aku punya ide lebih baik." [kabur dan kembali dengan handuk dan losion] "Aku akan memijat kaki Ibu." [Mulai memijat, dan Maria menikmatinya.]
Maria: "Ooh, itu hebat! Mungkin berhemat bukan ide yang buruk."


[Turun di bodega, Bobby melakukan percakapan video dengan Lori.]
Lori: "Beruangku, ambilkan blender dan buah. Kita bisa buat jus protein bersama."
Bobby: "Maafkan aku, Sayang, Aku tidak bisa. Kami sedang mencoba menghemat listrik."
Lori: "Ooh, aku pernah juga. Kau bisa bermain denganku selagi aku membuat jus."
Bobby: "Sebenarnya, Sayang, aku harus pergi. Aku hanya boleh bicara selama lima menit, dan waktuku sudah hampir habis."
Lori: [Kecewa] "Tunggu, kau benar-benar menghitung wak--"
[Gambar di laptop menjadi diam.]
Bobby: [Panik] "Oh! Oh tidak, tidak, tidak, tidak, tidak!"
[Ronnie Anne muncul.]
Ronnie Anne: "Aku yakin Lori akan memaafkanmu. Ingat, ini untuk liburan Abuela and Abuelo."
Bobby: [Melihat gambar wajah marah Lori, dan membelainya.] "Sangat cantik."


[Di lantai atas, Maria sedang mencuci piring, mencoba menggunakan air sesedikit mungkin, dan melihat Ronnie Anne meletakkan sisa makanannya di kulkas besar.]
Maria: [Terkesan] "Wow, kau juga akan menyimpan kulkas kecilmu?"
Bobby: "Itu namanya dedikasi! Apa kau tidak khawatir makananmu diambil?"
Ronnie Anne: "Tidak, kutuliskan namaku di semua barang, itu tidak akan terjadi." [Kemudian, ibunya menguap, dan akan menggunakan mesin espresso miliknya.] "Tunggu, tunggu! Ibu tidak butuh kopi. Aku punya permen karet penambah tenaga dari toko."
Maria: "Ooh, pepaya. Ibu bisa mencobanya." [Mencoba]
Ronnie Anne: "Dan Bobby, kau bisa membuat jus protein Lori tanpa menggunakan blender," [menyeretnya ke meja] "Alat penghalus milik Abuela."
Bobby: "Seperti jaman dulu! Aku suka! Aku akan mulai dengan pisang." [Menempatkan beberapa pisang ke dalam mangkuk dan mencoba untuk menumbuknya, tapi akhirnya terciprat mengenai saudarinya.]
Ronnie Anne: [Membersihkan adonan pisang dari wajahnya.] "Sebaiknya pisangnya dikupas dulu.


[Kemudian, Ronnie Anne menaruh pasta gigi di sikat giginya dan menyiapkan pengatur waktu di ponselnya.]
Ronnie Anne: "Baiklah, dua menit kombinasi, mandi, sikat gigi, dan cuci baju; Mulai!" [Memulai pengatur waktu dan melompat ke kamar mandi. Dua menit kemudian, dia membuka tirai, dengan pasta gigi di rambutnya, dan mata merah.] "Ya ampun."


[Seminggu kemudian, mereka bertiga di kamar Ronnie Anne, Ronnie Anne mengambil laptop-nya, ia masih menyisakan pasta gigi di mulut dan rambutnya, Bobby terkena cipratan buah, dan Ibu mereka bermerah dan dia sangat gelisah.]
Ronnie Anne: "Baiklah semua, siap mengetahui pencapaian kita?"
Bobby: "Aku yakin kita memotong setengah tagihan."
[Mereka memeriksa tagihannya, tetapi tidak senang dengan apa yang mereka lihat.]
Ronnie Anne: "Ini tidak mungkin! Tagihannya terus meningkat!"
Maria: "Yang benar saja? Ibu sudah mengunyah permen karet selama seminggu dan Ibu mulai gila!" [Mulai terkekeh, dan mengunyah lebih banyak permen karet.]
Bobby: [Mengambil ponselnya] "Dan Lori marah padaku. Lihat emoji yang dikirim padaku; kotoran, kotoran, kotoran, dan api!"
Maria: [Melemparkan segenggam permen karet ke dalam mulutnya; dengan marah.] "Kalau bukan kita yang boros memakai listrik, lalu siapa?! Huh?! Kau bisa menjawabnya?! Huh?!"
Ronnie Anne: "Kita perlu mencari tahu." [Mengambil bungkus permen karet.] "Tidak ada permen karet."


L - B - S Transkrip episode The Loud House
L - B - S Transkrip episode The Casagrandes
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.