FANDOM


Berikut ini adalah transkrip episode "Proyek Keluarga Loud" dalam bahasa Indonesia.

Skrip

[Ini adalah pagi hari kerja awal di Rumah Keluarga Loud, dan Lincoln memberikan sentuhan akhir pada sesuatu.]
Lincoln: [kepada pemirsa] "Ingin tahu apa rasanya tumbuh dalam keluarga besar? Ya, begitu juga guruku. Tugas kelas kami mengerjakan laporan tentang keluarga kami. Dengan sepuluh saudari, bisa kusimpulkan dengan satu kata: "Kacau"!" [mengungkapkan diorama kekacauan harian Lincoln dalam replika poster promosi pertama acara itu.] "Butuh 3 minggu, 4 kotak pasta, 2 tabung lem, dan 27 batang es loli, dan pusat perhatian proyekku akhirnya selesai. Gambaran yang cukup akurat dari Keluarga Loud, bagiku. Tapi membuat ini bagian yang mudah. Tantangan sebenarnya membawa ini ke sekolah tepat waktu dan utuh untuk laporanku. Terdengar mudah, bukan? Tidak di rumahku. Kalau ingin membuat kesepuluh saudari keluar dari pintu tepat waktu, kalian harus bangun lebih awal, dan harus punya rencana."
[Keributan mulai terjadi dan air dari gelas Lincoln mulai bergetar, hanya menunjukkan satu hal.]
Lincoln: "Makhluk berkepala sepuluh sudah bangun. Doakan aku." [mengambil diorama dan melangkah keluar pintu tetapi dengan cepat merobohkan payung karena Luan menanam seember air untuknya dan dia menyimpan diorama-nya.] "Jangan hari ini, Luan."
Luan: "Oh, kita lihat saja nanti. Kegagalan itu bukan pilihan!" [tertawa] "Mengerti?"
Lincoln: "Akan kubawa ini ke mobil nanti. Tapi sebelumnya...Luna. Sedikit musik "Pria dengan rencana"?"
Luna: "Baiklah, dik!" [mulai bermain sementara Luan bersiap untuk menyerang lagi.]
Lola: [memperebutkan satu dolar dengan Lana.] "Ini uangku!"
Lana: "Bukan, uangku!"
Lola: "Lepaskan!"
Lana: "Kau lepaskan!"
Lincoln: "Sesuai aba-aba."
Lola: "Kau yang lepaskan!"
Lana: "Hentikan!"
[Lincoln mengambil dolar mereka.]
Kembar: "Hei!"
Lincoln: [memberi mereka kembalian yang tepat] "Setengah untuk Lola, setengah untuk Lana."
Kembar: "Terima kasih, Lincoln!"
Lucy: [tepat di belakang kakaknya] "Selamat pagi, Lincoln."
Lincoln: [terkejut] "Aah! Selamat pagi, Lucy."
Lucy: "Untuk puisi baruku, aku butuh kata yang berima dengan "pilah"."
Lincoln: "Ee...bagaimana dengan "kalah"?"
Lucy: "Bagus." [menuliskannya]
Lincoln: [memegang pakaian bayi Lily] "Saatnya berpakaian, Lily!"
Lynn: [dengan sepak bola] "Hei, Lincoln! Awas!" [melemparkannya]
[Lincoln melempar Lily ke udara dan menangkap bola.]
Lynn: [terkekeh] "Tangkapan bagus, Lincoln."
Lincoln: "Lemparan bagus, Lynn." [mengembalikannya dan menangkap Lily dan mulai mendandaninya.]
Lori: [di ponselnya dengan Bobby] "Oh astaga, Bobby. Iya aku segera meneleponmu. Aku sangat bersemangat mengenai dansa penyambutan."
[Lincoln memperhatikan bahwa Luan telah meletakkan ember lain tepat di atas pintu Lori dan Leni dan dengan cepat membuka payungnya untuk menyelamatkan Lori sebelum dia basah kuyup.]
Lori: "Aku benar, kan? Kau sangat manis!" [terkekeh]
[Lincoln membuat isyarat "Aku mengawasimu" ke Luan.]
Luan: [bertekad] "Akan kubidik dia untukmu nanti." [tertawa] "Mengerti?"
Lori: [kepada Lincoln] "Apa maumu?"
Lincoln: "Dengar Lori, bisakah kau mungkin tutup teleponnya dan bersiap sekolah?"
Lori: "Tenang saja, pengganggu. Aku bisa melakukan dua hal secara bersamaan."
[Leni datang dengan gelembung dari permen karet dan perjalanannya.]
Lincoln: "Leni?"
Leni: "Catatan untukku: jangan berjalan dan mengunyah permen karet sekaligus."
Lincoln: "Waktu mulai habis!" [bergegas kembali ke kamarnya.]
Lynn: [dengan bola sepak bola] "Lincoln! Awas!" [menendangnya]
[Lincoln menangkap bola; Lola dan Lana berjalan keluar dari kamar mereka; Lincoln menuju ke kamarnya untuk mendapatkan proyeknya.]
Lincoln: "Baiklah, ayo kita turun."
[Lisa keluar dari kamarnya dengan termos mengepul.]
Lisa: "Minggir! Ini akan meledak!"
Lincoln: "Atau tidak." [menempatkan proyeknya kembali di kamarnya.] "Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu!" [menambahkan bahan kimia tambahan ke labu dan menghentikannya meledak.] "Fiuh. Lisa, kau selalu melupakan dinitrotoluene."
Lisa: "Oh ya ampun. Aku hargai itu." [itu meledak] "AKU MASIH HIDUP!"
Lynn: [berpakaian seperti Lunatic Lynn] "AYYYEEE!!! PERTARUNGAN BEBAS!" [Menekuk lutut dan jatuh menuruni tangga.] "Baiklah..."
Lincoln: [melihat Lily] "Lily! Celana!" [menyelipkan celana bayi pada Lily]
[Lola dan Lana berdebat tentang siapa yang harus menggunakan kamar mandi terlebih dahulu.]
Lola: "Aku di sini duluan!"
Lana: "Tidak, aku duluan!"
Lola: "Tidak, aku duluan!"
Lana: "Tidak! Aku duluan!"
Lola: "Kau selalu begitu!"
Lana: "Kau yang begitu!"
[Lincoln mengenakan sepatu roda dan pergi ke kamar mandi.]
Kembar: "Hei! Jangan memotong!"
[Lincoln memberi mereka sikat gigi mereka dan secara bebas menggunakan pasta gigi untuk mereka.]
Kembar: "Terima kasih, Lincoln!"
[Lincoln melemparkan tabung pasta gigi kembali ke tempatnya dan meluncur di lorong.]
Leni: "Ada yang melihat krim jerawatku?"
[Lincoln menyerahkannya padanya.]
Lori: "Aku menemukan gaun paling cantik untuk dipakai!"
[Lincoln terlihat kesal karena kurangnya ketepatan waktu.]
Lucy: "Kata yang berima dengan "terkatung-katung"."
Lincoln: ""Beruntung"."
Luan: "Bagaimana caramu menghentikan badak dari membayar?"
Lincoln: "Ambil kartu kreditnya!"
[Luan tertawa]
Lincoln: [melompati Lisa yang sedang menulis rumus matematika di dinding.] "Ibu bilang tidak ada rumus-rumus di dinding!" [melewati Lucy yang akan meminta dia untuk sajak lain untuk kata lain dalam puisinya.] "Sama! Menyalahkan! Permainan! Terkenal!"
Lynn: "Dimana sepatu rodaku? Ada hoki lapangan hari ini!"
Lincoln: [melepasnya dan mengembalikannya] "Tunggu. Tidak ada sepatu roda dalam hoki lapangan."
Lynn: "Ada dalam caraku memainkannya!" [meraih mereka dan pergi untuk mengenakannya.]
[Lily datang lewat.]
Lincoln: [meraihnya] "Kena!" [kepada pemirsa] "Tahap satu dari Operasi Bersiap Ke Sekolah dan Masuk ke Mobil Tepat Waktu selesai. Sekarang tahap dua: sarapan."
Luna: [menyelesaikan lagunya] "TERIMA KASIH!!!"


[Sarapan sedang dibuat; sebutir telur jatuh ke wajan dan itu menunjukkan bahwa Lincoln bertanggung jawab atas memasak hari ini.]
Lincoln: [kepada pemirsa] "Memasak biasanya urusan Ayah, tapi aku memberikannya libur karena aku harus percepat semuanya." [mulai menyajikan telur tertentu kepada saudari-saudari tertentu.] "Putih telur untuk Leni, telur mata sapi untuk Luna, telur lucu untuk Luan..."
Luan: "Kuning telur yang bagus!" [tertawa]
Lincoln: "...telur orak-arik untuk Lynn, telur goreng untuk Lisa, telur rebus untuk si kembar, dan..."
Lori: [masih di telepon dengan Bobby] "Oh, aku sudah memilih tuksedo yang sempurna untuk kau pakai, Bobby."
Lincoln: [menjadi lebih jengkel] "...telur rebus untuk Lori." [menyajikan beberapa telur berair di kursi tinggi Lily.] "Dan sangat lengket untuk Lily." [menyajikan beberapa telur yang agak terbakar pada Lucy.] "Dan untuk Lucy, sangat matang."
Lucy: "Kalau aku punya hati, pasti sudah mengembang sekarang."


[Semua orang sudah selesai sarapan dan menuju ke pintu.]
Lincoln: "Ya baiklah, kami sudah berpakaian dan makan, sekarang ransel dan makan siang sudah siap sesuai kebutuhan. Kami tinggal menunggu Lori."
[Lori masuk dengan kunci ke van.]
Lori: "Tidak, bukan muntah, Bobby. Puce. Seperti kecokelatan dan kemerahan."
Lincoln: "Semua, tunggu di sini sementara aku mengambil proyekku!" [mendapatkannya] "Waktunya tahap tiga: mengeluarkanmu lewat pintu dengan utuh."
[Geo mengambil bola hamster tepat di bawah kaki Lincoln.]
Lincoln: "Whoa, whoa!" [berguling menuruni tangga dan berhenti tepat di depan pintu sebelum tumbukan.] "Fiuh. Baiklah, semua siap berangkat? Waktunya tahap empat, keluar dari pintu!" [kepada pemirsa] "Seperti kubilang, kalau ingin mengeluarkan semua saudari tepat waktu, kalian harus punya rencana."
Lori: [marah pada Bobby] "Baiklah! Kalau kau tidak ingin pakai tuksedo, aku tidak mau ke pesta dansa! Bahkan...AKU TIDAK INGIN KE SEKOLAH!" [menjerit frustrasi]
Lincoln: "Hampir saja..." [meletakkan proyeknya] "Tunggu!" [menghentikan semua orang untuk kembali ke kamar mereka.] "Tidak tidak tidak. Semuanya, tetap di sana." [melangkah ke atas] "Lori, tunggu! Kau satu-satunya yang bisa mengantarkan kami!"
Lori: "MINTA IBU YANG MENGANTARKAN!"
Lincoln: "Tapi Ibu sudah pergi!"
Leni: [tiba-tiba dengan pigmentasi kulit biru muda.] "AAAHH!!! AKU BIRU!!! KULITKU BERUBAH BIRU!!!"
Lisa: "Secara teknis, itu bayangan pucat dari biru langit, tapi kenapa rambut bercabang?"
Lincoln: "Lisa, apa yang kau lakukan?"
Lisa: "Secara diam-diam aku tukar krim noda kulit Leni untuk percobaan obat pigmentasi kulit yang sedang aku kerjakan."
[Leni mulai gemetaran karena khawatir.]
Lincoln: "Kenapa kau melakukannya?"
Lisa: "Karena dia tidak akan membiarkan aku mencobanya kalau bertanya."
Lincoln: "Naiklah ke atas sekarang dan ambil sesuatu mengobatinya!"
Lisa: "Baiklah. Kera tidak berambut: satu, ilmu pengetahuan: nol." [melangkah ke atas]
Lincoln: [mulai kehilangan itu] "Bisakah sesuatu berjalan sesuai rencanaku?"
Luna: "Kau tidak bisa dapatkan yang selalu kau inginkan."
Lucy: [tepat di belakangnya lagi] "Lincoln, aku menyelesaikan puisiku. Judulnya "Kegagalan"."
Lincoln: [terlalu rendah untuk dikejutkan oleh dia mengintai.] "Lucy, aku benar-benar tidak punya waktu untuk-"
Lucy: "Kegagalan. Bukan pilihan, tapi sesuatu yang kau pilah. Pria dengan rencana ditakdirkan untuk kalah."
[Lily datang berjalan telanjang.]
Lincoln: "LILY! Dimana pakaianmu? Dan dimana popokmu?" [mengejarnya]
Lily: "Aku poo-poo!" [tertawa dan berjalan di belakang sofa]
[Lincoln menginjak sesuatu yang menjijikkan.]
Lincoln: [enek] "Kutemukan popoknya..." [mengganti sepatunya menjadi sepasang yang segar setelah itu.]
Lucy: [masih membaca] "Kegagalan. Kau tahu tidak ada yang disalahkan. Karena pilihanmu selalu sama bukan."
Lincoln: [mengetuk pintu Lori] "Ayo, Lori! Kumohon! Aku ada laporan pagi ini!"
Lori: [menolak untuk keluar] "SANA PERGI!"
[Di lantai bawah, si kembar berdebat tentang berbagai jenis roti lapis dalam makan siang mereka.]
Lola: "Kau suka selai kacang!"
Lana: "Dan aku suka jeli!"
Lola: "Tidak! Roti jeli milikku!"
[Lincoln mengerang frustrasi.]
Lola: "Tidak! Lana suka selai kacang, aku jeli!"
Lana: "Kau suka selai kacang dan aku suka jeli!"
Lola: "Tidak, aku suka jeli dan kau suka-"
[Lincoln mengambil roti lapis mereka.]
Kembar: "Hei!"
[Lincoln membuatnya sehingga kedua roti lapis memiliki selai kacang DAN jeli.]
Lincoln: "Sekarang kalian masing-masing punya roti selai kacang dan jeli. Sekarang, masuk ke dalam mobil."
Kembar: "Terima kasih, Lincoln!" [melangkah ke mobil]
Lisa: [dengan salep pertolongan pertama] "Ini penawarnya."
Lincoln: "Terima kasih!" [curiga] "Tunggu sebentar..." [mengujinya pada Walt yang tiba-tiba meledak seperti balon udara dan mengetahui bahwa Lisa akan menipunya.] "Berikan penawar sebenarnya."
Lisa: "Baiklah. Kera tidak berambut: dua, ilmu pengetahuan: nol." [menyerahkan obat penawar yang sebenarnya dan pergi ke mobil.]
Lincoln: [menyerahkan pada Leni] "Ini."
[Leni menghela nafas lega dan mulai menggunakannya.]
Lucy: [masih membaca] "Kegagalan. Semua salahmu atas ketidakberuntungan ini. Dan tidak ada jalan keluar dari siklus ini."
Lincoln: "Hentikan! Aku punya puisi untukmu. Judulnya "Lucy". Segelap malam, rambut seperti sutil. Buat dirimu yang menyeramkan, masuk ke mobil."
Lucy: "Hah. Sekali lagi, kepandaian berpuisimu mempermalukanku." [melangkah ke mobil]
Lynn: "Awas!" [datang berguling-guling di lorong dan menabrak Lincoln, menjatuhkannya ke pakaian dalamnya.]
Lincoln: "Aw..."
Lynn: "Dimana tongkat hoki lapanganku? Ada pertandingan sepatu roda hari ini!"
Lincoln: "Tidak ada tongkat hoki di pertandingan sepatu roda!" [memutar dia dan meluncurkannya ke mobil.]
Lynn: "Ada dalam caraku bermain!" [menabrak kursinya] "Uh!"
Leni: "Akhirnya. Aku terlihat sempurna dan cantik lagi."
[Tepat ketika dia akan masuk, Lincoln melindunginya dengan payung karena Luan berada di sana lagi, menuntunnya untuk menatapnya dengan marah.]
Luan: [juga muak pada Lincoln] "Oh, ayolah! Aku pikir kita gagal!" [tertawa] "Mengerti? Mengerti?"
[Leni masuk]
Lincoln: "Bagaimana aku membujuk Lori ya?" [mendapatkan ide] "Aku dapat!" [memanggilnya menggunakan telepon keluarga.]
Lori: "Halo?"
Lincoln: [suara buatan bernada tinggi] "Hai, sayang. Ini kekasihmu, Bobby. Aku hanya ingin minta maaf dan akan kupakai tuksedo apapun yang kau mau."
Lori: [terengah-engah dan menjerit dengan gembira, telah jatuh untuk itu.] "Bobby!" [tertawa dengan gembira dan keluar dari kamarnya saat Lincoln menutup telepon dan sekarang dalam suasana hati yang baik.] "Bisakah kau cepat, Lincoln? Selalu sulit membuatmu keluar dari pintu itu di pagi hari." [mengambil Lily dan menuju ke mobil.]
[Lincoln tersenyum mengetahui semuanya kembali ke jalurnya, meraih proyeknya dan menutup pintu; namun, dia melihat Luna mendapatkan bantuan menempatkan ampli ke dalam van.]
Lincoln: "Apa semua ini?"
Luna: "Peralatanku, dik. Aku ada latihan."
Lincoln: "Dan siapa itu?"
Luna: "Dia yang membantuku, Chunk."
[Chunk melepas topinya kepada Lincoln.]
Lincoln: "Tidak tidak tidak. Dia bukan bagian dari rencana. Kau, keluar! Biar kuurus ini."
[Chunk berjalan pergi kesal]
Luna: "Terima kasih, dik!" [masuk ke dalam mobil]
[Lincoln memasukkan peralatan Luna ke bagasi dan menuju ke kursi senapan, tetapi ia meninggalkan proyeknya tepat di jalan masuk.]
Lincoln: "Operasi selesai! Dan dengan sepuluh menit cadangan waktu. Keluarga Loud dulu, aku tambahkan. Ayo jalan!"
[Ketika Lori menyalakan mobil, Luan dapat terdengar tertawa di latar belakang. Lori akan menjalankan mobilnya, tetapi realisasinya mengenai Lincoln.]
Lincoln: "BERHENTI!"
[Lori menghentikan mobil dan Lincoln keluar dengan panik; untungnya, proyeknya aman.]
Lincoln: [mengambilnya] "Fiuh. Ini hampir saja." [tergelincir di salah satu sepatu roda dan perjalanan Lynn, proyeknya terbang di udara; dalam gerak lambat.] "TIDDDDDDAAAAAAKKKKKK!!!"
[Sangat terlambat; proyeknya menyentuh tanah dan akhirnya hancur.]
Lincoln: [meratapi] "Oh semua usahaku sia-sia...kenapa aku sangat payah?! Kenapa? Kenapa? Kenapa?"
Lori: "Jika kau sudah selesai mengasihani dirimu, mungkin kami bisa bantu."
Lynn: "Ya. 11 lebih baik daripada 1."
Luan: "Cobalah jangan kehilangan kepalamu." [tertawa]
Luna: "Ya. Semua akan baik-baik saja."
Lincoln: [penuh harapan] "Benarkah? Mau bantu?"
Lola dan Lana: "Itu yang keluarga lakukan."
Lincoln: "Tapi, aku harus berikan laporan dalam sepuluh menit dan benda ini hancur. Apa yang bisa kalian lakukan?"
[Meskipun Lincoln telah kehilangan semua harapan, saudari-saudarinya tersenyum percaya diri dengan sebuah ide.]


[Kelas Bu Johnson; Lincoln memberikan laporannya.]
Lincoln: "Jadi kesimpulannya, di keluargaku, setiap hari adalah tantangan. Tapi yang pasti saat aku butuh mereka, semua saudariku selalu ada untukku. Semuanya."
[Terungkap bahwa saudari-saudarinya semua berdiri diam dan meniru proyeknya.]
Lincoln: "Kesimpulan, hidup di Keluarga Loud dalam satu kata: kacau. Tapi aku suka itu. Dan tidak akan kutukar dengan apapun."
Bu Johnson: [memuji kinerja Lincoln] "Laporan yang fantastis, Lincoln. Ibu memberimu A." [basah kuyup oleh salah satu ember Luan.] "Aaahh!"
[Lincoln terengah-engah dan ember jatuh di kepalanya.]
Bu Johnson: "Jadi A-minus."
[Semua orang kecuali Luan tidak bisa berkata apa-apa melihat pengeluaran Bu Johnson.]
Luan: [gembira] "Berhasil!" [tertawa]

L - B - S Transkrip episode The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.