FANDOM


Puisi Lucy adalah buku dibuat dan dimiliki oleh Lucy.

Latar belakang

Seperti judulnya, di mana Lucy menulis dan menyimpan puisinya. Tidak diketahui berapa banyak yang diisi.

Daftar puisi

Musim 1

Get the Message

"Di dalam dinding, saya memilih untuk sendiri.
Jika saya terjebak, tolong dengarkan erangan saya."

Driving Miss Hazy

"Bobby, aku pikir kamu penguntit.
Ketika kau meninggalkan brownies di loker saya.
Bobby."

Project Loud House

"Kegagalan. Bukan pilihan, tapi sesuatu yang kau pilah.
Pria dengan rencana ditakdirkan untuk kalah."

"Kegagalan. Kau tahu tidak ada yang disalahkan.
Karena pilihanmu selalu sama bukan."

"Kegagalan. Semua salahmu atas ketidakberuntungan ini.
Dan tidak ada jalan keluar dari siklus ini."

Lincoln: " Lucy: segelap malam, rambut seperti sutil.
Buat dirimu yang menyeramkan, masuk ke mobil."

Space Invader

Lincoln: "Ruang: gelap, tak berujung, seperti hatiku.
Ruang, hancur debur. Dilanggar olehmu."

Cover Girls

Lola (sebagai Lucy): "Kakek.
Rambut putih.
Pinggul baru.
Sepatu traksi.
Tidak pernah licin.
Kakek."

House Music

(diadaptasi menjadi sebuah lagu) "Kantong plastik bertiup di selokan.
Hilang dan sendirian seperti roti tanpa mentega."

Dance, Dance Resolution

Haiku: "Kosong, sendirian, gelap.
Alam semesta menangis.
Aku tidak punya tisu."

Study Muffin

"Hugh. Rambut berombak, mata misterius.
Cukup keren, untuk lelaki yang hidup.
Hugh."

Musim 2

Fed Up

"Makan malam. Tujuh hidangan sama; bagaimana menerimanya?
Menyerahlah; satu-satunya cara.
Makan malam."

(Kemudian direvisi)
"Makan malam. Goulash lagi? Tidak mau.
Sepotong pizza; rasanya seperti harapan.
Makan malam.

Musim 3

Head Poet's Anxiety

"Malam melankoli sebelum fajar sia-sia. Matahari 'kan terbit, tapi kegembiraanku sirna."
"Pirang kecil yang jahat, kau lemparkan batu dan sikat. Tapi kau tahu apa? Usiamu baru enam tahun."
"Akhirnya sudah dekat, serahkan harapan."
"Mata hangat dan tato jangkar, tak perlu kunyah, campurkan saja, bretel jingga, dia bergaya, sinari jiwamu dengan senyumannya."
"Mimpi terbakar jadi abu, asa terbelit kelabu, hingga cinta menyapu, dengan kata dan wajah jenaka. Disanalah jalanku, tak yakin diriku, tapi jika tersesat, akan kucari dia."

The Loudest Thanksgiving

"Makanan pembuka telah lenyap, menu utama telah sirna, pencuci mulut ada di cakrawala, tapi ruang ini tetaplah luas terasa. Sebelumnya duduk tubuh yang hangat, tapi kini hanya ada kayu dingin, yang tersisa hanya sehelai rambut pirang, pengingat akan kebahagiaan kemarin."

Pendek

The Loud House (pilot)

"Cintaku seperti air. Meledak maju. Seperti sebuah bendungan yang patah. Semua kendali hilang. Air mengalir, berputar, mengubah lanskap menjadi lumpur. Waktu habis. Air. Saya merasakan azab yang akan datang. Cintaku."

Lainnya

Mother's Day Gift Guide

"Malam muram sebelum fajar yang tanpa harapan. Matahari segera terbit dan kau adalah ibu terhebat."


L - B - S Benda dari The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.