FANDOM


Berikut ini adalah transkrip untuk episode "Save the Date" dalam Bahasa Indonesia.

Skrip

Episode dimulai dengan Lincoln di sekolah duduk dengan teman-temannya di meja makan siang mencoba mengeluarkan sesuatu dari celananya. Akhirnya keluar, dan ada sloppy joe dengan catatan di atasnya.

Teman Sekelas #4: [membaca catatan] Selamat Selasa Sloppy Joe, Lame-o. Tertanda, Ronnie Anne. [dia mengatakan namanya dengan bakat]

Teman Sekelas #3: Dan, ada hatinya!

Teman Sekelas #1, #2, #3, & #4, & Trent: Uuuuuuuu! Lincoln punya pacar!

Lincoln: Apa?! Aku tidak punya.

Teman Sekelas #3: Kapan pernikahannya, Lincoln?

Teman-teman sekelas, kecuali Clyde, tertawa.

Lincoln: Ha-ha-ha. Lucu, teman-teman.

Teman-teman Sekelas:Ronnie Anne dan Lincoln duduk di atas pohon, C-I-U-M-A dan N.[mereka mulai tertawa lagi]

Lincoln: Teman-teman, Ronnie Anne BUKAN pacarku. Dia kasar, menjijikkan, dan mengganggu. Lebih baik kujilat lantai kamar mandi daripada menciumnya.

Terkesiap terdengar, dan ternyata itu berasal dari Ronnie Anne. Lincoln berbalik dan terkejut melihatnya.

Lincoln: Ronnie Anne!

Ronnie Anne pada awalnya kaget, tetapi kemudian mengerang marah dan keluar dengan kemarahan dari ruang makan siang dengan nampan makanan di tangannya.

Clyde: Wow, Lincoln, kurasa kau menyakiti perasaannya.

Lincoln: Ayolah, Clyde, Ronnie Anne gadis paling tangguh di sekolah. Dia akan baik-baik saja.


Kemudian pada hari itu, Lincoln pulang ke rumah sepulang sekolah.

Lori: KAU JAHAT! [dia berteriak, melemparkan kotak tisu di Lincoln.]

Lincoln: Ow! Untuk apa itu?

Lori: Kau membuat Ronnie Anne MENANGIS!

Lincoln: Menangis? Aku tidak bermaksud. Tunggu, bagaimana kau tahu?

Lori mencoba membidik boneka beruang di Lincoln, tetapi dia melompat keluar dari jalan sebelum menghantamnya.

Lori: Bobby yang bilang... [mulai menangis] TEPAT SEBELUM DIA PUTUS DENGANKU!!

Lincoln: Apa? Kenapa Bobby peduli? [Lori melempar bantal sofa ke Lincoln, mendorongnya untuk membungkuk; dia membuka album foto yang memperlihatkan gambar Bobby dan Ronnie Anne bersama.]

Lori: Karena Bobby kakak kandungnya Ronnie Anne! Dia bilang tidak akan pernah mengencani orang yang berkerabat dengan orang yang melukai kerabatnya! Atau semacamnya!

Lincoln: Ronnie Anne punya kakak? Kupikir dia dibesarkan troll.

Lori melempar banyak CD dengan cepat; Lincoln melindungi dirinya dengan bantal.

Lori: HAAAAHH!! KAU TAHU ITULAH YANG DIMAKSUD OLEH BOBBY!

Lori mengejar Lincoln, yang bersembunyi di balik kursi; dia pergi, dan Lori menangkapnya dan mengangkatnya dengan kemejanya.

Lori: Kau harus perbaiki ini dengan Ronnie Anne!

Lincoln: Baik! Baik! Akan kutelepon dia sekarang dan meminta maaf! [menangkat telepon]

Lori: TIDAK! [menutup telepon] Tidak! Aksi lebih mudah dari ucapan! Bobby harus melihatmu bersikap baik pada adiknya. Hanya dengan cara itu dia akan kembali padaku! Itu sebabnya kita adakan kencan ganda!

Lincoln: APA?!

Lori: Semua sudah diatur! Kita punya reservasi di French-Mex Buffet Jean Juan pukul enam! DAN KAU! BUAT DIA MERASA SEPERTI GADIS TERISTIMEWA DI DUNIA!

Lincoln: [muntah] Lebih baik kujilat kamar mandi...

Lori mengambil meja dan mengancam untuk menghancurkannya dengan itu.

Lincoln: Aku akan menyetrika celanaku! (berlari keluar dari adegan)


Di kamar tidurnya, Lincoln memberi Clyde panggilan di walkie-talkie-nya.

Lincoln: Clyde, aku butuh bantuanmu.

Clyde: Ada apa, Lincoln?

Lincoln: Aku harus berkencan ganda di French-Mex Buffet Jean Juan dengan Ronnie Anne.

Clyde: Uuh, aku suka masakan paduan! Tapi kenapa?

Lincoln: Karena kau benar. Aku melukai hatinya, dia memberitahu Bobby, dan dia putus dengan Lori, dan sekarang Lori memaksaku-- [tidak mendengar apa pun kecuali statis di walkie-talkie-nya.] Clyde? Clyde?

[Clyde tidak menjawabnya karena dia menari di depan potret Lori dengan bingkai emas dengan sorotan bersinar di atasnya.]

Clyde:Clyde dan Lori duduk di pohon / Yang tak ada ruang 'tuk si Bobby! Woo!


Kemudian, dua pasang saudara kandung tiba di restoran. Lori dan Bobby terlihat senang melihat satu sama lain, tetapi saudara mereka masing-masing tidak.

Lori: Hai, Bobby.

Bobby: Hai sayang--maksudku, Lori.

Ronnie Anne memutar matanya.

Lincoln: Hai, Ronnie Anne. [Lori menyenggolnya dengan keras] Kau kelihatan sangat cantik malam ini.

Ronnie Anne: Ya, kami berdandan rapi. Ayo cepat selesaikan saja.

Mereka berempat berjalan di dalam ketika tiba-tiba, untuk mengejutkan Lincoln, mereka menemukan Clyde yang sedang menyamar, mengenakan syal Meksiko, baret Prancis, dan kumis palsu, di meja kasir.

Clyde: Selamat datang, Tuan dan Nyonya. Selamat datang di French-Mex Buffet Jean Juan!

Lincoln: [menarik Clyde ke arahnya] Clyde, sedang apa kau!?

Bobby: [memperhatikan semangkuk mint yang terletak di meja.] Uuh, mint! [memakannya satu]

Clyde: [menggeram cemburu pada Bobby dan kemudian mengalihkan perhatiannya kembali ke sahabatnya.] Datang membantumu, kawan.

Lincoln: Aku tahu yang kau rencanakan. Aku mohon jangan mengacau ya.

Clyde: Jangan cemas. Kau tidak akan tahu aku di sini!

Tapi ketika Clyde melangkah kembali ke buku telepon tempat dia berdiri, dia mengetuk meja dan menumpahkan semangkuk permen, mengejutkan Lincoln, dan membuat Lori melompat ke pelukan Bobby. Saat Bobby menurunkan Lori, seorang pramusaji tergelincir di atas permen dan jatuh dari layar, mengirim topeng yang berguling menjauh dari tempat dia jatuh.

Clyde: Jadi, meja untuk bertiga?

Bobby: Sebenarnya, ada empat--

Clyde: [mengabaikan saingannya] Baiklah. Tiga. Lewat sini. [Dia membawa Lincoln, Lori, dan Ronnie Anne ke meja mereka, dan kemudian menarik kursi untuk Lori saat dia memanggilnya...] Ma'amsellita.

Lincoln mencoba melakukan hal yang sama untuk Ronnie, tetapi dia malah hanya duduk di kursi lain, jadi dia duduk di kursi yang dia tawarkan padanya. Bobby mendekati meja mereka.

Bobby: Wow, selimut meja. Cukup romantis.

Lori: Aku setuju denganmu.

Bobby: Maksudku, terserah. Itu bagus. [Clyde tiba-tiba menarik kursi terakhir meja itu.] Hei, terima kasih, bung. [Dia bersiap-siap untuk duduk, berpikir Clyde telah menarik kursi untuknya, tetapi Clyde berjalan pergi dengan kursi dan Bobby akhirnya memukul lantai dengan bunyi gedebuk.] Uh! Hei, tunggu! [Dia menarik pot tanaman di dekatnya untuk digunakan sebagai tempat duduk.]

Lincoln, tidak yakin apa yang harus dikatakan sekarang, melihat Ronnie Anne, yang masih cemberut padanya. Tapi dia tiba-tiba mulai dengan penampilan grup musik Meksiko.

Musisi: Uuh, la la! Anggur muda! Ini panggilan untuk... musik! [Tapi sebelum dia dan dua temannya dapat bernyanyi...]

Lincoln: Tidak, tidak! Tolong jangan ada musik. [Ketiga musisi itu dengan sedih pergi.] Jadi, kudengar Quiche Rancheros di sini sangat lezat.

Usahanya untuk berbasa-basi tidak nampak untuk memberinya kebaikan; Ronnie Anne masih cemberut padanya.

Clyde: [muncul dengan tiga gelas air dan memberikan dua dari mereka ke Lincoln dan Ronnie Anne.] Dua air putih... [memberikan yang ketiga kepada Lori.] ...dan satu sparkling, sesuai dengan matamu.

Bobby: [menyentuh pundak Clyde] Ee, boleh aku minta air? [Clyde hanya mengabaikannya lagi dan pergi, sangat mengganggu.] Dan mungkin kursi?

Satu lap layar searah jarum jam kemudian, Lincoln masih mencoba untuk mendapatkan kembali sisi baik Ronnie Anne.

Lincoln: Jadi, bagaimana dengan ujian matematikamu? Maksudku, "tunjukkan karyamu?" Apa itu?

Bobby dan Lori hanya diam-diam mengunyah makanan mereka ketika Clyde tiba-tiba datang kembali dengan piring perak.

Clyde: Jika boleh... [mengangkat penutup sehingga dia membantingnya di wajah Bobby.] ...hidangan istimewa untuk wanita istimewa - nacho dari koleksi pribadi Jean Juan!

Bobby dan Lori: [secara bersamaan] Aku akan mengambil prasmanan.

Lori: [terengah-engah saat Clyde mendapat ekspresi kecewa di wajahnya.] Kita mengatakan hal sama secara bersamaan! Seakan kita sudah ditakdirkan bersama.

Clyde hanya bisa menyaksikan sedih karena naksir yang tak terbalas dan saingannya berjalan ke prasmanan, jadi dia melampiaskan kekesalannya dengan memukul nacho di atas piring yang dia pegang dan pergi dengan marah.

Lincoln: [meniru Lori] "Seakan kita sudah ditakdirkan bersama."

Ronnie Anne: [cekikikan] Mereka sangat murahan!

Lincoln: [juga cekikikan] Iya! Lebih murahan dari Fromage Con Queso ini!

Ronnie Anne: [tertawa] Oh, apa kau ingat saat Bobby memutuskan untuk membeli bunga di toko "terlalu umum", jadi dia memetiknya sendiri?

Lincoln: Ya, dan ternyata bunga itu beracun! Lori bengkak seperti kalkun diasinkan!

Saat mereka berbagi tawa atas ini, kamera memperbesar ke kakak-kakak mereka yang menonton dari prasmanan.

Bobby: Oh, lihat, mereka mulai akrab!

Lori: Apa itu berarti...?

Lincoln berhenti tertawa ketika dia melihat Bobby mengambil tangan Lori di tangannya.

Bobby: Sayang, ini seperti siksaan!

Lori: Oh, Bobby Beruangku Sayang!

Mereka mengerut untuk berciuman, tapi Clyde datang di antara mereka dan menghancurkan momen itu.

Clyde: Tamales katak panas, mau lewat!

Lincoln: Ah, julukannya!

Ronnie Anne: Aku tahu. Dan jangan membuatku menceritakan ciumannya. Menjijikkan! Siapa yang melakukannya!?

Lincoln: Ya, dan bagaimana dengan semua swafoto? [Ronnie Anne terkekeh dan kemudian meletakkan lengannya di sekitar dia sambil mengangkat lengan yang lain seolah-olah dia mengambil swafoto sekarang saat dia meniru Lori lagi.] "Jangan memotret sisiku yang jelek, Bobby!"

Ronnie Anne: [meniru Bobby] "Kau tidak punya sisi yang jelek, sayang." Klik, klik, klik! [mereka tertawa lagi]

Lincoln: Kau tahu, aku sungguh menyesal atas ucapanku di sekolah.

Ronnie Anne: Tidak apa-apa. Maaf soal sloppy joe-nya.

Mereka berdua saling tersenyum tulus ketika tiba-tiba saudara-saudara mereka yang lebih tua kembali dengan tangan mereka saling berpelukan.

Lori: Tebak siapa yang kembali!

Lincoln dan Ronnie Anne: [secara bersamaan dan dengan sarkasme] Sayang dan Bobby Beruangku?

Lori: Ya! Wihhhhh! Swafoto reuni! [dia mengambil salah satu dari dirinya dan Bobby, dengan Clyde cemberut di belakang mereka; Ronnie Anne muntah.]

Lincoln: Haha! [tiba-tiba, dia melihat di belakangnya untuk melihat bahwa lima teman sekelasnya yang menggodanya di awal episode baru saja tiba di restoran.]

Ibu Teman Sekelas #3: Ibu akan menjemput kalian ya.

Teman Sekelas #3: Baik, bu.

Saat Ronnie Anne tertawa lagi, Lincoln dengan cepat bersembunyi di bawah meja.

Ronnie Anne: Apa yang kau lakukan di bawah sana?

Lincoln: Hanya, ee, garpuku jatuh. [merangkak di bawah meja, mengejutkan Lori dan Bobby.]

Lori: Lincoln, mau kemana kau?

Lincoln: Aah, toilet. Semoga tidak ada lagi yang makan bekicot pedas! [dia berlari ke toilet pria dan mengunci diri.] Fiuh! Aku akan di sini sampai mereka pergi.

Musisi: [muncul di belakang Lincoln dengan dua temannya.] Mainkan musik!

Lincoln: Tidak, tidak! Tidak ada musik.

Pelanggan: [memukul pintu dari luar] Ayo cepat! Aku sudah tidak tahan!

Lincoln: [erangan, membuka kunci pintu dan keluar sementara pelanggan berlari masuk.]

Musisi: Uno, dos, trois! [dia dan grup musiknya mulai bermain]

Di luar kamar kecil, Lincoln melihat bahwa teman-teman sekelasnya masih ada di sini.

Teman Sekelas #1: Ya, aku mau pipis.

Saat Teman Sekelas #1 menuju ke toilet, Lincoln dengan cepat menunduk di bawah keranjang makanan berisi nampan pencuci mulut.

Clyde: [keluar dari dapur, berbicara di telepon genggamnya, dan mulai mendorong gerobak.] Halo, Dr. Lopez? Aku tahu tidak boleh meneleponmu di rumah, tapi ini keadaan darurat Lori.

Lincoln: [menarik Clyde dari kerah bajunya] Clyde! Kau harus keluarkan aku dari sini!

Clyde: Apa? Kenapa?

Lincoln menunjuk pada teman-teman sekelasnya yang tertawa di meja mereka.

Teman Sekelas #1: [kembali] Teman-teman, kalian tahu ada band di toilet!

Lincoln: Aku tidak bisa biarkan mereka melihatku sedang "berkencan" dengan Ronnie Anne. Sudah kuyakinkan mereka bahwa dia bukan pacarku.

Clyde: Aku mengerti, kawan. Tetap di sana dan akan kukeluarkan kau. [ke teleponnya] Dr. Lopez, akan kutelepon lagi. [mendorong gerobak melewati meja teman sekelas hanya ketika...]

Teman Sekelas #4: Hei, pelayan!

Clyde: Ya ampun! [mendorong gerobak ke meja mereka.]

Teman Sekelas #1: [menunjuk pada serpihan rambut Lincoln yang mencuat keluar dari bawah taplak meja gerobak.] Uuh, apa itu yang ada krim kocok di atasnya? [Lincoln cepat menunduk agar rambutnya tidak menonjol.]

Clyde: Ee, maaf, itu pesanan untuk dibawa pulang. [Teman Sekelas #1 menarik kain itu kembali hanya untuk melihat yang tidak ada di bawahnya.] Lihat, sudah tidak ada.

Lincoln berlari ke pintu masuk, tetapi tiba-tiba berlari ke grup musik Meksiko lagi.

Musisi: Mainkan musik!

Lincoln: TIDAK! Tidak ada musik. Silencio! [menunduk ke lemari terdekat]

Clyde: [datang dengan keranjang makanan penutup.] Lincoln? [Lincoln menariknya ke dalam lemari bersamanya.] Bagaimana kita mengeluarkanmu sekarang? Kita akan butuh penyamaran.

Lincoln: [menarik keluar topeng besar pria Meksiko.] Aku sudah jauh di depanmu!

Clyde hanya menurunkan kelopak matanya pada tiruan Lincoln pada Luan.


Satu lap layar nanti, Lincoln, memakai topeng, ada di pundak Clyde, yang menyembunyikan wajahnya dengan syal, tetapi tidak menyembunyikan lengannya sendiri.

Clyde: ¡Adios! Au revoir! ¡Gracias! Merci!

Lincoln: Baik, Clyde, berhenti bicara, jalan saja. Kita hampir keluar!

Lori: Kami minta bonnya. Dimana pelayan kecil lucu itu?

Clyde: Dia pikir aku lucu?! Aku harus membawa bonnya untuk Lori.

Lincoln: Clyde, tidak! Tunggu! [Terlambat, teman-teman sekelasnya telah melihatnya.]

Teman Sekelas #4: Hei Lincoln. Sedang apa di French-Mex Buffet Jean Juan?

Lincoln: Ee, aku datang bersama dengan keluargaku. Maksudku, teman-temanku. Maksudku, teman keluargaku.

Teman Sekelas #4: Bukankah itu Ronnie Anne?

Lincoln: Tidak! Maksudku, mungkin. Aku tidak tahu dia ada di sini.

Teman Sekelas #4: Hei, apa itu celana khakis? Hah! Kau menggunakan celana kencan!

Teman Sekelas #3: Sudah kuduga! Ronnie Anne memang pacarmu! [dia dan yang lain tertawa]

Lincoln: Dia itu BUKAN pacarku! Teman-teman, sudah kubilang. Ronnie Anne itu kasar, menjijikkan, dan sangat mengganggu. Lebih baik kujilat lantai kamar mandi daripada menciumnya.

Lori: LINCOLN!!

Kamera bergeser ke Lori dan Bobby, keduanya tampak marah pada apa yang Lincoln katakan, dan kemudian ke Ronnie Anne, yang lagi-lagi terkejut dan sedih ketika mendengar Lincoln mengulangi kata-kata kasar ini setelah semua ikatan yang baru saja mereka lalui. Air mata menetes di matanya dan dia berlari menuju pintu masuk.

Bobby: Kita putus lagi, sayang. Maksudku, Lori. [Lori mulai menangis keluar dan teman sekelas Lincoln menunjuk dan menertawakannya. Lincoln melihat Ronnie Anne mencapai pintu masuk.]

Lincoln: Hei, tunggu! [dia berlari mengejarnya tetapi tiba-tiba diblokir oleh grup musik Meksiko lagi.]

Musisi: Mainkan musik!

Lincoln: Tidak, tidak. Tidak ada musik. Ronnie Anne, tunggu! Ada yang harus aku katakan. [dia menarik podium kecil dan naik ke atasnya untuk menyampaikan pidatonya.] Boleh aku minta perhatian, semuanya? [Lori berhenti menangis] Aku mengatakan hal-hal mengerikan tentang gadis yang pantas menerima jauh lebih baik. Ronnie Anne, kau sungguh keren, dan lucu, dan aku sangat senang bersamamu malam ini. [Ronnie Anne tidak terlihat yakin.] Tapi seperti yang dikatakan kakakku Lori padaku, aksi lebih mudah daripada ucapan. [Lori tersenyum] Jadi, daripada memberitahu betapa hebatnya dirimu, ya...

Lincoln melompat dari podium dan menyerahkan tangannya ke Ronnie. Dia meraih tangannya, dan kemudian menariknya naik ke podium bersamanya dan mencium bibirnya. Teman sekelas bereaksi dengan terkejut sementara Lori dan Bobby dengan gembira saling berpelukan.

Lori dan Bobby: Ya!

Clyde: [rupanya sedang menonton ini sambil mengenakan topeng raksasa; mencabut topeng itu dan dengan marah melotot pada pasangan yang telah bersatu kembali saat dia mengeluarkan ponselnya.] Halo, Dr. Lopez?


Keesokan harinya di sekolah, teman sekelas Lincoln menggodanya lagi.

Teman-teman Sekelas:Ronnie Anne dan Lincoln duduk di pohon, C-I-U-M-A dan N.

Lincoln: [kepada pemirsa] Ya, menjengkelkan, tapi itulah yang harus dibayar selama aku dan Ronnie Anne baik-baik saja.

Ronnie Anne: [tiba-tiba menerobos masuk] KAU!

Teman-teman Sekelas: Uuuuh! [Ronnie Anne menampar Lincoln dengan keras di wajahnya.] Uhhh?

Ronnie Anne: Lincoln Loud, BERANINYA kau menciumku di French-Mex Buffet Jean Juan! Kau kasar, kau menjijikkan, dan kau benar-benar mengganggu. Lebih baik aku jilati lantai kamar mandi daripada harus menciummu! [dia keluar dengan marah]

Teman Sekelas #1: Maaf, kawan.

Trent: Itu kasar.

Teman Sekelas #3: Para gadis memang intens, bung.

Teman Sekelas #4: Tidak apa-apa menjadi lajang.

Teman Sekelas #5: Kami ada di sini untukmu, bung.

Segera setelah teman sekelas Lincoln masing-masing pergi, Lincoln tampak sangat sedih tentang Ronnie Anne membuangnya. Saat itu, sebuah paket es meluncur di depannya dengan catatan terlampir. Lincoln melihat catatan itu dan mendengar suara Ronnie Anne membacanya:

"Aku harap ejekannya berhenti. Tertanda, Ronnie Anne."

Lincoln: [kepada pemirsa] Dan, ada hatinya! [menerapkan paket es ke tempat Ronnie Anne menamparnya.]

Clyde: [masuk tepat ketika Lincoln meletakkan catatan Ronnie Anne di sakunya.] Turut bersedih soal Ronnie Anne. Aku tahu perasaanmu. Patah hati kisah setua waktu. Tapi aku rasa aku punya sesuatu yang menghiburmu! Itu selalu menghiburku. [bertepuk tangan] Musik! [Grup musik asal Meksiko dari restoran muncul dan memainkan musik mereka saat Lincoln dan Clyde menari untuk itu.]

Lincoln dan Clyde: ¡Olé!


L - B - S Transkrip episode The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.