FANDOM


Berikut ini adalah transkrip untuk episode "The Price of Admission".

Transkrip

[Episode dimulai dengan sebuah promosi film The Harvester (Pemanen) diawali dengan seorang peternak yang muram.]
Narator: "Dia petani sederhana hingga kekeringan melanda tanahnya." [tanahnya telah mengering dan rumput gelinding lewat.] "Sekarang, dia menemukan tanaman baru..." [si petani tiba-tiba mulai membunuh orang tak bersalah dengan sabitnya dan mengambil organ mereka ke dalam kotak pendingin.] "organ manusia! Dia... Pemanen! Buka jumat ini."
[Judul filmnya tertulis dengan darah di bilah sabit. Lincoln telah menunjukkan promosi film kepada ibunya di ponselnya.]
Rita: "Tidak Lincoln, kau dilarang menonton film itu. Terlalu menyeramkan untukmu. Dia menarik kotak pendingin penuh organ!"
Lincoln: [kecewa dan menggeram] "Bu!"
Rita: "Kau tahu yang akan terjadi. Kau akan bermimpi buruk dan berpikir ada yang coba menangkapmu. Kau persis ayahmu."
[Setelah dia pergi, Lynn Sr. muncul dari belakang sofa dengan beruang teddy.]
Lynn Sr. "Itu benar-benar sangat berlebihan! Untuk alasan yang berbeda, cuplikan itu tidak boleh dimainkan di rumah ini lagi." [pergi sambil merasa ketakutan.]
Lincoln: "Ayolah, bu. Aku sudah besar. Aku bisa menanganinya."
Rita: "'Tidak' itu jawaban akhir ibu."
[Lincoln merasa kecewa.]


[Bioskop Royal Woods. Lincoln dan Clyde ada di dalam.]
Clyde: "Aku tidak apa-apa tidak menonton Pemanen. Sepertinya menyeramkan. Dan kita bisa menonton film Blarney!"
[Seorang pegawai bioskop membawa topi Blarney.]
Pegawai bioskop: "Blarney beanies! Dapatkan Blarney beanies gratismu!"
Clyde: "Ooh, topi Blarney gratis? Aku mau dua!"
Lincoln: "Satu saja cukup."
[Clyde mengambil dan memakai topi Blarney.]
Pegawai bioskop: "Ambil Blarney beanies gratis kalian!"
Lincoln: "Ini tidak adil. Orangtuaku mengira aku tidak bisa menonton film seram."
[Rusty, Flat, dan Papa berjalan masuk ke teater yang memutar film Pemanen.]
Lincoln: "Oh astaga! Rusty boleh menonton Pemanen? Dia menangis saat burung terbang di dalam gym!" [dapat ide] "Mungkin aku sebaiknya menonton dan tidak memberitahu orangtuaku. Mereka juga tidak akan tahu."
Clyde: "Kau tahu, Blarney punya lagu itu, Lincoln. ♫Tiap kali kau berbohong / Leprechaun menangis.♫"
[Dua anak perempuan muncul]
Clyde dan kedua anak perempuan: "♫Berbohong pada ibu dan ayah / Itu dua kali lebih buruk!♫"
Lincoln: "Iya, sudah kuputuskan. Aku akan menonton Si Pemanen."
Clyde: "Ayo, teman-teman Blarnadoons!"
[Dia dan kedua anak perempuan pergi menonton film Blarney sementara Lincoln pergi menonton Pemanen, pintu tertutup rapat.]
97 MINUTES LATER (97 MENIT KEMUDIAN)
[Semua penonton film kecuali Lincoln keluar membicarakan tentang film tersebut. Lincoln yang ketakutan keluar dari teater dengan perlahan dan Clyde menyentuh bahunya.]
Lincoln: [teriak ketakutan] "Jangan ambil kantong empeduku!"
Clyde: "Kurasa aku tidak usah bertanya bagaimana filmnya."
Lincoln: "Um, aku tidak tahu pria dengan baju kerja bisa begitu menyeramkan."
Clyde: "Lihat, kubilang juga apa tapi, Blarney punya lagu itu. ♫Saat ada yang salah, jangan mencatat / Sahabat sejati tidak akan menghakimi♫"
[Dua anak perempuan muncul lagi.]
Clyde dan kedua anak perempuan: "♫Hanya karena kau bijaksana--♫"
Lincoln: "Clyde! Aku mengerti."


[Lincoln baru saja pulang ke rumah dan masih menggigil ketakutan dari film tersebut.]
Clyde: "Kau akan baik-baik saja?"
Lincoln: "Orangtuaku tidak boleh sampai tahu aku menonton Pema... Pema... Pema... Kau tahu, that movie."
Clyde: "Semoga berhasil, kawan. Jika kau membutuhkanku, aku di sini sepanjang waktu. Tapi jangan di saluran 2. Itu hanya untuk Blarnadoon saja. Sampai nanti." [pulang]
[Lincoln masuk ke rumah]
Rita: "Hei Lincoln, bagaimana filmnya?"
Lincoln: [terkejut] "Apa? Aku tidak menonton film itu!" [dengan tenang] "Oh, maksud ibu film Blarney. Yang memang aku tonton."
Lynn Sr. "Bagus sekali! Hei, bisa kau ambilkan labu keramik? Kita akan memasang hiasan musim gugur."
Lincoln: "Tentu yah. Ada di mana?"
Lynn Sr. "Di ruang bawah tanah."
Lincoln: [langsung merasa panik] "Ruang bawah tanah?"
Lynn Sr.: "Iya, di ujung paling belakang dekat lampu yang terbakar. Kau tahu, tempat ular Lana mati?"
[Lincoln meneguk dengan rasa takut dan membuka pintu ke ruang bawah tanah. Dia mencoba menyalakan lampunya, namun tidak menyala.]
Lincoln: "Ini serius" [mulai turun ke bawah dan mendengar suara]
Suara: "Akan kubawakan..."
Lincoln: [berteriak] "Siapa yang bicara?" [melihat dia menginjak boneka berbicara.]
Boneka: [dengan nada suara rendah] "Akan kubawakan..." [dengan irama senang] "secangkir teh."
Lincoln: [terkesiap] "Tenang, Lincoln. Ini hanya boneka." [turun ke bawah, menabrak sarang laba-laba, terjungkir ke beberapa benda yang membuat stik hoki jatuh padanya, berteriak dan menyingkir sambil kepala boneka terputus dan terguling di lantai.] "Ada Pemanen!"
Lynn Sr.: [dari atas tangga] "Lincoln, ayo naiklah! Ayah baru ingat labunya bukan di ruang bawah tanah." [Lincoln langsung kembali ke atas] "Tapi di loteng."
Lincoln: [takut] "L-loteng?"
Lynn Sr.: "Kau tahu, di ujung belakang yang jauh yang tidak ada jendela atau lampu?"
[Lincoln meneguk lagi. Sebelum dia masuk ke loteng, dia melihat salah satu saudarinya.]
Lincoln: "Hei Lola! Kau mau ikut mencari hiasan di loteng bersamaku?"
Lola: "Tidak. Menyeramkan di atas sana."
Lincoln: "Bagaimana denganmu Lucy? Kita mungkin menemukan kelelawar."
Lucy: "Aku tahu itu mungkin, tapi tidak satupun dari mereka vampir. Jadi untuk apa?"
[Lincoln naik ke loteng dengna perasaan ragu-ragu dan membuat bajunya tersangkut di paku yang longgar.]
Lincoln: "Ah! Pemanen menangkapku!" [melepas bajunya dan menabrak sekumpulan kantong kentut.] "Ah! Dia mengambil usus saudariku dan mereka masih kentut!"
Luan: [di luar layar] "Lincoln, berhenti bermain dengan kantong kentutku! Maksudku, aku tahu itu gas!" [tertawa]
Rita: [dari bawah tangga] "Lincoln, ibu baru ingat! Labu itu bukan di loteng! Tapi di garasi!"
[Lincoln meneguk lagi dan menyelinap ke garasi.]
???: "Aku punya jantung, ginjal, dan telinga!"
[Cangkulnya mengangkat dan menggali sesuatu.]
Lincoln: "Ada Pemanen!" [lari ketakutan]
[Rupanya itu Tuan Grouse merawat kebunnya di malam hari.]
Tuan Grouse: "Jantung romaine, kacang bentuk ginjal dan telinga jagung. Apa kau belum pernah menanam sayuran sebelumnya?"
[Lincoln lari kembali ke rumah.]
Lincoln: [terengah-engah] "Itu... Tidak ada... di garasi."
Lynn Sr.: "Oh benar. Ada di bawah teras, di ruang sempit yang sesak dan gelap yang dindingnya terasa seolah-olah mendekatimu saat kau merayap." [Lincoln meneguk sekali lagi.] "Biar ayah ambil besok. Maaf sudah merepotkanmu, nak."
Lincoln: "Fiuh."


[Kemudian, semuanya pergi tidur dan mematikan lampu. Lincoln menuju ke kamarnya dari kamar mandi.]
Lincoln: [kepada penonton] "Ya, sebaiknya tidur sebelum ayah dan ibu menyuruhku mengambil barang ke tempat seram yang lainnya lagi." [menuju ke kamarnya dan mematikan lampu.] "Kau tahu, aku sudah lebih baik. Ini sudah 10 menit sejak memikirkan Pema... Pema... Kau tahu siapa yang kumaksud."
[Setelah ia bergegas tidur dengan pintu terbuka dan lampu lorong menyala, lampu lorong mati. Dia terkesiap dan menyalakannya kembali, namun mati kembali. Nyala dan mati. Nyala dan mati. Nyala dan mati. Lincoln menyalakannya lagi.]
Rita: [di bawah tangga] "Lincoln! Cukup! Matikan lampu!" [mematikan lampunya hanya untuk Lincoln langsung menyalakannya kembali] "Lincoln!" [mematikannya lagi]
[Lincoln menuju ke kamar Lana dan Lola. Dia mencolek penutup mata Lola dan menariknya dan mengenai matanya, membuatnya menggeram dan membuka matanya.]
Lincoln: "Hei Lola, mau menonton salah satu video kontes kecantikkanmu?"
Lola: [gembira] "Ah!" [curiga] "Baiklah, aneh. Kenapa kau mau menonton itu?"
Lincoln: "Karena aku salah satu penggemar berat kompetisi anak muda yang glamor."
Lola: "Oh hentikan omong kosong itu. Ada apa?"
Lincoln: "Baiklah. Aku menonton film seram hari ini dan aku sendirian."
Lola: "Tidur saja dengan ayah dan ibu. Itu yang selalu aku lakukan."
Lincoln: "Uh, itu bukan pilihan."
Lola: "Ya, begitu juga dengan tidur lelapku. Selamat malam, tuan!" [kembali tidur dan mendengkur.]
[Tempat tidur Lana diisi dengan berbagai hewan.]
Lincoln: "Hei Lana--" [hewan-hewan bangun menggeram padanya.] "Lupakan saja." [pergi]
[Dia menuju ke kamar Lori dan Leni, dan Lori sedang mengirim SMS di tempat tidurnya.]
Lincoln: "Hei Lori."
Lori: "Apapun itu, aku sibuk."
Lincoln: "Terlalu sibuk memberikan nasihat gadis?"
[Lori terkesiap dan dengan semangat membawa Lincoln ke bawah selimutnya]
36 MINUTES LATER (36 MENIT KEMUDIAN)
Lincoln: "Baik, pertanyaan 63: Apa artinya "pergi ke belanda"? Dan apa itu berhubungan dengan oven Belanda?"
Lori: "Hmm..." [mendengar ponselnya berdering dan terkesiap] "Sesi selesai. Aku akan bicara dengan Bobby. Dia mendapat pekerjaan baru sebagai pengantar pizza malam ini." [mengusir Lincoln dari selimutnya.]
Bobby: "Lihat ini sayang. Aku mengeja namamu dengan pepperoni."
[Pepperoni tersebut tereja "LORY" yang mana itu salah, dan pizzanya meluncur keluar dari kotaknya.]
Bobby: "Itu dibayar dari gajiku."
[Lincoln kini bersama Lynn yang mengantuk di kamar Lincoln main bola basket. Lynn melempar bolanya.]
Lincoln: "Berarti itu 52 lawan 0." [melihat Lynn tidur berdiri] "Astaga."
[Kini Lincoln membawa Leni ke dapur.]
Leni: "Aku tidak mengerti. Kalau ini sudah pagi, kenapa masih gelap?" [menguap]
Lincoln: "Ini um, Waktu Musim Panas."
Leni: [menguap] "Oh, aku suka itu."
Lincoln: "Jadi, kau mau sarapan apa?" [melihat ke kulkas]
[Tiba-tiba dia mendengar Leni keluar rumah dengan membawa tas.]
Lincoln: "Hei Leni!"
Leni: "Aku terlambat ke sekolah. Daah, Linky."
Lincoln: "Leni, berhenti!" [langsung melihat ada kotak pendingin dan bayangan yang membawa kotak tersebut, membuatnya mengira itu kau-tahu-siapa.] "Itu dia! Dengan kotak pendingin penuh berisi organ!" [menutup pintu]
[Rupanya itu Tuan Grouse dengan peralatan mancingnya]
Mr. Grouse: "Ada apa, Loud? Tidak pernah mendengar mancing malam hari?" [pergi]
[Lincoln lari ke kamarnya dan mengambil radionya.]
Lincoln: "Clyde! Masuk! Aku sungguh butuh seseorang untuk diajak bicara!"
[Clyde tidur sambil bernyanyi.]
Clyde: "♫Tutup matamu, tidurlah / Blarney bantu menghitung domba♫"
Lincoln: "Apa yang terjadi dengan sepanjang waktu? Siapa lagi yang masih bangun saat ini?"
[Beberapa saat kemudian, ada suara ketukan pintu.]
Lincoln: [membukakan pintu] "Bobby! Selamat atas pekerjaan barumu! Bagaiman akalu merayakannya dengan membagi dua pai ini?"
Bobby: "Kuharap juga begitu bung. Masih ada enam rumah lagi yang harus kudatangi." [memberikan Lincoln pizza dan menjatuhkan satunya lagi.] "Buat itu jadi lima."
[Kembali di kamarnya, mata Lincoln terbuka lebar dari kekurangan tidur dan dia berbicara dengan bantal kepala yang tergambar wajah.]
Lincoln: [histeris] "Terima kasih sudah menemaniku semuanya. Hai, kau suka bawang, Todd? Tidak? Bagaiman akau akan tumbuh jadi pria sejati kalau kau tidka memakan bawangmu, Todd? Akan menumbuhkan bulu di dadamu!" [bersiul dan mendengar suara hantaman.] "Kalian dengar itu? Ada yang bersedia memeriksanya?" [jelas bahwa bantal-bantal tersebut tidak bersedia karena semua itu bantal kepala.] "Oh tentu kau akan makan pizzaku, Tapi saat kubutuhkan sesuatu, kau hanya duduk seperti sekelompok--" [mendengar suara hantaman lagi dan terkesiap.]
[Dia turun ke bawah tangga dengan suara berderit, mengambil sikat perapian, dan melihat ke dapur untuk melihat seseorang.]
???: "Akan kupotong tepat di tengah." [tertawa jahat]
[Lincoln terkesiap dan lari dan it rupanya itu Lynn Sr. memegang cemilan.]
Lynn Sr.: "Setelah dipikir lagi, lebih baik kumakan semuanya."
[Lincoln, dengan tidak ada lagi jalan lain, menuju ke kamarnya, menghalang pintu dengan kursi, dan bersembunyi di balik selimut.]
Lincoln: [terguncang dengan rasa takut yang sangat besar] "Tidak ada yang namanya Pema... Pema... Pema..." [terus mengatakan "Pema" hingga matahari terbit.] "Pema... Pema... Pema..." [melihat matahari terbit dan merasa lega.] "Tadi itu malam yang terburuk. Setidaknya sudah berakhir."


[Di dapur, Lynn Sr. sedang mengerjakan labu keramik dan Rita melihat kulkas.]
Rita: "Sayang, kau melihat kue yang aku buat untuk menggalang dana sekolah?"
Lynn Sr.: [menyemburkan kopi] "Tidak, aku tidak melihat kue wortelmu."
Rita: [curiga] "Bagaimana kau tahu itu wortel?"
Lynn Sr.: "Ya..." [melihat anaknya] "Lincoln! Di sana kau rupanya."
Rita: "Sayang, ayahmu dan ibu sudah bicara dan kami pikir kau benar. Kau bukan anak kecil lagi, kami akan berhenti memperlakukanmu begitu."
Lynn Sr.: "Hei lihat. Jika kau siap menonton film horor itu, kami percaya padamu."
Rita: "Bahkan, kami membeli tiga tiket. Kami pergi bersamamu."
[Suaminya menyemburkan kopi lagi dan Lincoln terlihat terkejut sementara menumpahkan susu ke lantai dan menjatuhkan gelas mendengar berita tersebut.]


[Bioskop Royal Woods]
Rita: [melihat poster Pemanen.] "Ooh, lihat poster-poster menyeramkan ini. Ini pasti akan sangat seru."
Lynn Sr.: [menyembunyikan rasa takut] "Iya. Sangat seru. Aku tidak sabar."
[Lincoln melihat posternya dan lari ketakutan darinya dan menabrak properti promo yang terbuat dari kardus dan menyingkir darinya sementara pegawai bioskop mendirikannya lagi. Lincoln lari ke orangtuanya.]
Lincoln: [sangat takut] "Pema... Pema... Pema..."
Rita: "Lincoln, ada apa?"
Lincoln: "Aku tidak bisa! Ayah, ibu, maafkan aku. Aku menonton film itu kemarin, walau kalian sudah melarangku. Dan kalian benar. Aku belum siap. Aku sangat takut, bahkan semalaman tidak tidur. Jangan buat aku menontonnya lagi."
Rita: "Iya, ibu tidak senang kau menonton film tanpa seizin kami. Tapi sepertinya kau sudah dihukum."
Lincoln: "Tidak akan kulakukan lagi bu. Apa bisa kita menonton Blarney saja?"
Lynn Sr.: "Tentu nak. Tapi sayang, kita terpaksa harus kembali karena kau tahu ayah suka sekali film horor."
[Ada suara sobekan dan membuat Lynn Sr. lompat ke tangan istrinya.]
Lynn Sr.: "Aahh! Pemanen! Jangan ambil pankreasku!"
[Rupanya itu hanya Tuan Grouse membuka cemilannya.]
Tuan Grouse: "Ada apa, Loud? Belum pernah melihat pria membuka sekantung keripik?" [memakan keripik dan masuk ke teater yang memutar film Pemanen.]
[Keluarga Loud masuk ke teater yang memutar film Blarney.]
Keluarga Loud dan Blarney: "♫Setiap kali kau berbohong / Leprechaun akan menangis / Berbohong kepada ibu dan ayah / Itu dua kali lebih buruk!♫"


L - B - S Transkrip episode The Loud House
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.